Kompas.com - 15/07/2021, 05:53 WIB
Polres Brebes menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan driver ojol dengan menghadirkan langsung tersangka saat reka ulang di flyover Desa Kramatsampang Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Rabu (14/7/2021) Kompas.com/Tresno SetiadiPolres Brebes menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan driver ojol dengan menghadirkan langsung tersangka saat reka ulang di flyover Desa Kramatsampang Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Rabu (14/7/2021)

Sementara aksi pembakaran, dengan maksud untuk menghilangkan jejak.

"Pengakuan pelaku membakar lantaran melihat tayangan di televisi untuk menghilangkan jejak," kata Titok.

Titok mengatakan, tersangka dikenakan Pasal 365 Ayat 3 atau 338 KUHP dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun.

Baca juga: Hasil Otopsi Jenazah Driver Ojol di Brebes, Korban Dianiaya Sebelum Meninggal

JPU Kejari Brebes, Nugroho Tanjung mengatakan, pihaknya sengaja menyaksikan rekonstruksi untuk mengetahui dengan jelas kronologi kejadian secara faktual di lapangan.

"Rekonstruksi ini sangat penting. Sebagai gambaran yang jelas tentang terjadinya suatu tindak pidana tersebut dan untuk menguji kebenaran keterangan pelaku ataupun saksi yang ada sehingga dapat diketahui benar tidaknya tersangka melakukan tindak pidana tersebut," kata Nugroho.

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan Resmob Polres Brebes dan Reskrim Polsek Kersana akhirnya meringkus pelaku begal sadis terhadap driver ojek online (ojol) di flyover Brebes, Jawa Tengah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelaku bernama Ahmad Jamaludin (21) ditangkap saat bersembunyi di rumahnya di Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (11/6/2021).

"Alhamdulilah sudah terungkap. Hasil koordinasi Resmob dengan Reskrim Polsek Kersana berhasil mengamankan tersangka di rumahnya di Kecamatan Tanjung," kata Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto di kantornya, Jumat (11/6/2021) malam.

Baca juga: Motif Pelaku Begal yang Bunuh Driver Ojol di Brebes karena Ingin Punya Motor

Gatot menjelaskan, hasil penyidikan sementara, aksi begal hingga mengakibatkan korbannya meninggal dunia ini sudah direncanakan tersangka sebelumnya.

Kasus ini berawal dari penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di ruas Flyover Desa Kramatsampang, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu (9/6/2021) ternyata seorang driver ojek online (ojol).

Pria tersebut bernama Slamet Ariswanto (33), warga Desa Dampyak Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Slamet diduga merupakan korban pembegalan.

Dugaan itu muncul setelah sepeda motor dan barang-barang berharga miliknya raib. Kepastian identitas korban itu diungkapkan istrinya Mardiani (32) saat menjemput jenazah suaminya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes, Kamis (10/6/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai November, 10 Sekolah di Kota Ambon Terapkan Kurikulum Musik

Mulai November, 10 Sekolah di Kota Ambon Terapkan Kurikulum Musik

Regional
Kabur 7 Tahun, Buronan Kasus Korupsi Rp 1,3 M Proyek Tol Semarang-Solo Ditangkap, Ini Kronologinya

Kabur 7 Tahun, Buronan Kasus Korupsi Rp 1,3 M Proyek Tol Semarang-Solo Ditangkap, Ini Kronologinya

Regional
Ada Badik untuk Buat Seolah Buronan yang Ditembak 5 Kali Melawan, Ini Kata Polda Sulsel

Ada Badik untuk Buat Seolah Buronan yang Ditembak 5 Kali Melawan, Ini Kata Polda Sulsel

Regional
Dengar Jeritan Minta Tolong, Seorang Anak Temukan Ayahnya Tewas Usai Ditikam OTK

Dengar Jeritan Minta Tolong, Seorang Anak Temukan Ayahnya Tewas Usai Ditikam OTK

Regional
Pemilik Anjing Canon Minta Maaf karena Buat Kegaduhan, Tak Permasalahkan Peliharaannya Mati

Pemilik Anjing Canon Minta Maaf karena Buat Kegaduhan, Tak Permasalahkan Peliharaannya Mati

Regional
Pohon Tumbang Menimpa Kabel Listrik dan Mobil di Pekanbaru

Pohon Tumbang Menimpa Kabel Listrik dan Mobil di Pekanbaru

Regional
YouTuber, Sinta-Jojo, dan Pentingnya Mengetahui Konten YouTube yang Ingin Dibuat

YouTuber, Sinta-Jojo, dan Pentingnya Mengetahui Konten YouTube yang Ingin Dibuat

Regional
Sudah Diperingatkan Masih Ngeyel, Sejumlah PSK Diamankan Satpol PP

Sudah Diperingatkan Masih Ngeyel, Sejumlah PSK Diamankan Satpol PP

Regional
Bantah Oknum Pegawai PMI Surabaya Jual Beli Plasma Konvalesen, Kuasa Hukum: Itu Bentuk Ucapan Terima Kasih Pasien

Bantah Oknum Pegawai PMI Surabaya Jual Beli Plasma Konvalesen, Kuasa Hukum: Itu Bentuk Ucapan Terima Kasih Pasien

Regional
5 Bangunan Terbakar di Pasar Lhoksukon, 2 Orang Diperiksa Polisi

5 Bangunan Terbakar di Pasar Lhoksukon, 2 Orang Diperiksa Polisi

Regional
Siswi SMP di Kalbar Melahirkan Sendiri di Toilet Sekolah

Siswi SMP di Kalbar Melahirkan Sendiri di Toilet Sekolah

Regional
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Jelaskan Alasan Raker Digelar di Hotel Mewah Yogyakarta

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Jelaskan Alasan Raker Digelar di Hotel Mewah Yogyakarta

Regional
Tarif Tes PCR Turun Jadi Rp 250.000, Pemkot Blitar Segera Kirim Edaran ke Instansi Terkait

Tarif Tes PCR Turun Jadi Rp 250.000, Pemkot Blitar Segera Kirim Edaran ke Instansi Terkait

Regional
Menanti Kesawan yang Menawan di Kota Medan

Menanti Kesawan yang Menawan di Kota Medan

Regional
Merugi Selama Pandemi, 8 Rute Bus Damri di Bandung Berhenti Beroperasi

Merugi Selama Pandemi, 8 Rute Bus Damri di Bandung Berhenti Beroperasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.