Tim Detektor Covid-19 Makassar Catat 4.941 Orang dengan Saturasi Oksigen di Bawah 90 Persen

Kompas.com - 14/07/2021, 18:22 WIB
Wali Kita Makassar, Mohammad Ramadhan Pomanto KOMPAS.COM/HENDRA CIPTOWali Kita Makassar, Mohammad Ramadhan Pomanto

MAKASSAR, KOMPAS.com – Tim detektor Covid-19 bentukan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menemukan 4.941 orang warga dengan saturasi di bawah 90 persen.

Hal tersebut diungkapkan Danny Pomanto saat melakukan rapat koordinasi monitoring dan evaluasi Makassar Recover bersama Forkopimda, tim Makassar Recover, master Covid-19 dan jajaran lingkup Makassar Recover secara virtual, Rabu (14/7/2021).

“Sebanyak 61.137 orang yang sudah terdata oleh tim detektor, ternyata warga dengan kondisi suhu badan di atas 38 derajat celcius dideteksi sebanyak 740 orang. Sementara, untuk saturasi di bawah 90 persen terdapat 4.941 orang,” kata Danny Pomanto.  

Danny Pomanto juga mengungkapkan, saat turun di lapangan, tim detektor tak lepas dari cacian warga serta kurangnya pengawasan camat dan lurah. Tim detektor mengalami hal itu karena ketidaksiapan wilayah.

 Baca juga: Kasus Dokter Lois Owien, Keluarga Besar Tulis Surat Permintaan Maaf Terbuka untuk Indonesia

“Jadi ada beberapa wilayah memang tidak terlalu mendukung program ini. Jadi warga banyak tidak siap, padahal ini menguntungkan mereka. Kita mudahkan juga warga, mereka tidak bawa KTP dan tidak bayar seperti di rumah sakit. Ini kita yang datangi dan gratis pula. Ini bentuk tindakan kemanusiaan kita di tengah pandemi,” ujarnya.

Terkait soal banyaknya tim detektor yang tidak mematuhi SOP, lanjut Danny Pomanto, pihaknya sudah membicarakan dengan camat, lurah dan master Covid-19 di setiap wilayah agar lebih memperhatikan para tim detektornya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kita lihat kelebihannya ini program ternyata banyak warga yang saturasinya di bawah 90 dan suhunya tinggi. Ini membahayakan. Karenanya kita akan lakukan PCR, bukan antigen ke semua warga yang terdata. Kalau tidak ditindaki cepat atau tidak ada tim detektor, mana kita tau warga kita kurang saturasinya,” ujarnya.

Baca juga: Rusak Ambulans dengan Helm, Pemuda di Bantul Mengaku Terprovokasi Isu Ambulans Kosong

Danny Pomanto meminta kerja sama masyarakat Makassar untuk bisa menerima kedatangan tim detektor ke rumah-rumah.

 "Insya Allah tiap hari kita evaluasi kekurangannya. Tolong kerjasamanya. Kita juga sudah kordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengawal ini,” jelasnya.

Guru besar Ilmu kedokteran Universitas Hasanuddin Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi membenarkan banyak warga Kota Makassar dengan nilai saturasi di bawah 90 persen.

“Di bawah 95 persen saja itu sudah bahaya. Ini yang banyak terjadi di Kota Jakarta. Biasa disebut happy hypoxia, di mana orang-orang tidak mengetahui jika oksigen dalam darahnya berkurang. Dan ini bahaya jika tidak ditindaki dengan cepat. Untungnya para tim detektor turun men-tracing meskipun banyak pro kontra,” ucapnya.

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Jual Beli Satwa Dilindungi Lakukan Transaksi di Bawah Jembatan Suramadu

Pelaku Jual Beli Satwa Dilindungi Lakukan Transaksi di Bawah Jembatan Suramadu

Regional
TKA Asal China Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tempat Kerjanya

TKA Asal China Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tempat Kerjanya

Regional
Mentan: Kabupaten dan Kota di Indonesia Harus Bisa Ekspor, Itu Perintah Presiden

Mentan: Kabupaten dan Kota di Indonesia Harus Bisa Ekspor, Itu Perintah Presiden

Regional
Ditemukan 30 Pohon Ganja di Tasikmalaya, Pemiliknya Sudah 2 Kali Panen

Ditemukan 30 Pohon Ganja di Tasikmalaya, Pemiliknya Sudah 2 Kali Panen

Regional
SD, SMP dan SMA di Kota Madiun Sudah PTM, TK Tunggu Zona Hijau

SD, SMP dan SMA di Kota Madiun Sudah PTM, TK Tunggu Zona Hijau

Regional
Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Sandiaga Uno: Proses dan Terapkan Hukum Seadil-adilnya

Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Sandiaga Uno: Proses dan Terapkan Hukum Seadil-adilnya

Regional
Viral, Video Fenomena Awan Warna-warni di Denpasar, Ini Penjelasan BMKG

Viral, Video Fenomena Awan Warna-warni di Denpasar, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Someone Has To Die, Novel Bertema Terorisme di Indonesia Karya Warga AS

Someone Has To Die, Novel Bertema Terorisme di Indonesia Karya Warga AS

Regional
Kabupaten Puncak Jaya Berhasil Raih Opini WTP, Ini Kata Bupati

Kabupaten Puncak Jaya Berhasil Raih Opini WTP, Ini Kata Bupati

Regional
Cara Menggunakan E-Parking di Kota Medan dan Lokasi Berlaku Sistem Pembayaran Nontunai

Cara Menggunakan E-Parking di Kota Medan dan Lokasi Berlaku Sistem Pembayaran Nontunai

Regional
Selama 5 Bulan Dipenjara, Junaidi Dipaksa Mengaku Mencuri oleh Oknum Polisi

Selama 5 Bulan Dipenjara, Junaidi Dipaksa Mengaku Mencuri oleh Oknum Polisi

Regional
Teror Pinjol ke Wagub Lampung: Ingatkan Kerabat Anda Bayar Utang, Jangan Sembunyikan Maling!

Teror Pinjol ke Wagub Lampung: Ingatkan Kerabat Anda Bayar Utang, Jangan Sembunyikan Maling!

Regional
Sesaat Sebelum Menikah, Pemuda Ini Ditangkap Polisi karena Tipu Wanita dan Curi Motor

Sesaat Sebelum Menikah, Pemuda Ini Ditangkap Polisi karena Tipu Wanita dan Curi Motor

Regional
Munas Alim Ulama PPP Undang 4 Gubernur, Jajaki Dukungan Capres?

Munas Alim Ulama PPP Undang 4 Gubernur, Jajaki Dukungan Capres?

Regional
Konflik di Lokasi Tambang, Polisi Tangkap Pelaku Penembakan yang Tewaskan 1 Orang

Konflik di Lokasi Tambang, Polisi Tangkap Pelaku Penembakan yang Tewaskan 1 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.