Preman Bergolok di Pelabuhan Kejar Satpam sampai Tunggang Langgang gara-gara Tak Terima Ditegur

Kompas.com - 14/07/2021, 16:10 WIB
FH (45) warga Kecamatan Panjang yang diduga sebagai gembong preman di Pelabuhan Panjang ditangkap polisi. KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYAFH (45) warga Kecamatan Panjang yang diduga sebagai gembong preman di Pelabuhan Panjang ditangkap polisi.

LAMPUNG, KOMPAS.com - Seorang gembong preman di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, ditangkap polisi setelah mengancam satpam menggunakan golok.

Pelaku tidak terima saat ditegur setelah mengambil barang sisa muatan kapal yang tercecer.

Kepala Unit Resmob Polresta Bandar Lampung Inspektur Dua (Ipda) M Novaldo Supeno mengatakan, pelaku berinisial FH (45), warga Kecamatan Panjang.

Menurut Novaldo, pelaku ini juga adalah seorang residivis dari LP Nusakambangan dengan kasus pembunuhan di Bengkulu.

"Pelaku pernah dipenjara selama 12 tahun di LP Nusakambangan karena kasus pembunuhan," kata Novaldo, Rabu (14/7/2021).

Baca juga: Panti Asuhan Dipalak Preman, Pelaku Minta Jatah Bantuan Donatur hingga Berdalih untuk Perbaiki Drainase

Tepergok satpam saat ambil barang sisa kapal

Pelaku FH ditangkap setelah mengancam akan membacok Hendra Wahyudi, seorang satpam Pelabuhan Panjang, pada akhir pekan lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pelaku ini mengancam mau membacok korban yang saat itu sedang tugas jaga malam. Pelaku juga sempat mengejar korban sambil mengayunkan goloknya," kata Novaldo.

Kronologi peristiwa itu terjadi saat pelaku tepergok mengambil barang sisa muatan kapal yang tercecer di dermaga.

Saat pelaku hendak pergi sambil membawa bungkusan plastik, korban yang melihat menegurnya.

Tidak terima ditegur, pelaku langsung naik pitam dan mengeluarkan golok sambil mengejar korban.

Korban yang melihat pelaku mengeluarkan golok langsung lari melarikan diri.

Baca juga: Didatangi 9 Preman Bersenjata Tajam, Hadi Tak Berdaya Warung Makannya Diobrak-abrik

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebar Wafer Berisi Silet Diduga Paranoid, Terancam 15 Tahun Penjara

Penyebar Wafer Berisi Silet Diduga Paranoid, Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Depo Imigresen Tawau Jadi Kluster Baru Covid-19 di Malaysia, 187 WNI Batal Dideportasi

Depo Imigresen Tawau Jadi Kluster Baru Covid-19 di Malaysia, 187 WNI Batal Dideportasi

Regional
Tukang Kayu di Kupang Tewas Terjebak dalam Kebakaran, Sempat Teriak Minta Tolong

Tukang Kayu di Kupang Tewas Terjebak dalam Kebakaran, Sempat Teriak Minta Tolong

Regional
Cerita Warga Salatiga Cari Vaksin Covid-19, Berulang Kali Daftar tapi Belum Dapat Jatah

Cerita Warga Salatiga Cari Vaksin Covid-19, Berulang Kali Daftar tapi Belum Dapat Jatah

Regional
Cerita Para Remaja Antre sejak Pagi demi Vaksinasi, Lebih Takut Corona daripada Jarum Suntik

Cerita Para Remaja Antre sejak Pagi demi Vaksinasi, Lebih Takut Corona daripada Jarum Suntik

Regional
Tutup Sebulan akibat PPKM, Mal di Malang Jadi Tempat Vaksinasi

Tutup Sebulan akibat PPKM, Mal di Malang Jadi Tempat Vaksinasi

Regional
PPKM Level 3 Kota Tasikmalaya, Sistem Ganjil Genap Berlaku, Penyekatan Jalan Tetap Dibuka

PPKM Level 3 Kota Tasikmalaya, Sistem Ganjil Genap Berlaku, Penyekatan Jalan Tetap Dibuka

Regional
Pemprov Papua Perketat Akses Penumpang Laut dan Bandara, Ini Aturannya

Pemprov Papua Perketat Akses Penumpang Laut dan Bandara, Ini Aturannya

Regional
Ganjar Tinjau Vaksinasi Covid-19 Anak di Solo: Pelajar Pikirannya Kapan Bisa Sekolah Tatap Muka

Ganjar Tinjau Vaksinasi Covid-19 Anak di Solo: Pelajar Pikirannya Kapan Bisa Sekolah Tatap Muka

Regional
Istri Dalangi Pembegalan Taksi Online, Suami: Salah Saya Tidak Ada Uang

Istri Dalangi Pembegalan Taksi Online, Suami: Salah Saya Tidak Ada Uang

Regional
Sesak Napas, Anak Akidi Tio Menjalani Tes PCR di Rumah

Sesak Napas, Anak Akidi Tio Menjalani Tes PCR di Rumah

Regional
Tunjangan 75 ASN Pemkot Tegal Dipotong karena Telat 'Ngantor'

Tunjangan 75 ASN Pemkot Tegal Dipotong karena Telat "Ngantor"

Regional
BNN Maluku Tangkap 14 Tersangka Narkoba Selama 6 Bulan, Barang Bukti Dibakar dan Diblender

BNN Maluku Tangkap 14 Tersangka Narkoba Selama 6 Bulan, Barang Bukti Dibakar dan Diblender

Regional
Kebakaran 30 Rumah di Palangkaraya, Berawal dari Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran 30 Rumah di Palangkaraya, Berawal dari Pertengkaran Suami Istri

Regional
Penyekatan Jalan Masih Berlaku di Kawasan Puncak Bogor

Penyekatan Jalan Masih Berlaku di Kawasan Puncak Bogor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X