Demo Tolak Otsus Papua Dibubarkan, 23 Mahasiswa Ditahan Polisi

Kompas.com - 14/07/2021, 14:27 WIB
Kalolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri (depan) bersama Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIKalolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri (depan) bersama Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal

JAYAPURA, KOMPAS.com - Mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Jayapura menggelar aksi demonstrasi menolak revisi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) di Tanah Papua, Rabu (14/7/2021).

Aksi tersebut digelar di dua lokasi Universitas Cenderawasih.

Demonstrasi tersebut akhirnya dibubarkan oleh polisi dan 23 orang telah diamankan.

"Gunakan intelektual mu untuk hal positif, jangan lakukan hal yang tidak baik. Permohonan sudah diajukan ke pihak Polri dan telah ditolak, karena mereka nekat lakukan, tentunya kami bubarkan," ujar Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, di Jayapura, Rabu.

Baca juga: Saat Pengusaha Ikan Koi Merelakan Kebutuhan Ribuan Liter Oksigen Per Hari untuk Kemanusiaan

Alasan lain mengapa aksi mahasiswa tersebut dibubarkan adalah karena mereka tidak menjalankan protokol kesehatan di massa pandemi Covid-19.

"Ini mahasiswa, dia mengetahui betul perkembangan Covid di Papua, khususnya di Kota Jayapura, sedang meningkat, kok ada skenario yang mereka bikin untuk melaksanakan aksi demo yang di dalamnya banyak muatan politis," kata Fakhiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah diamankan, Fakhiri memerintahkan agar mereka diperiksa antigen guna mengetahui apakah mereka terpapar Covid-19 atau tidak.

Selain itu, Fakhiri menegaskan bila ada tokoh intelektual yang menggerakan mahasiswa untuk melakukan aksi tersebut.

Menurut dia, Polda Papua akan segera memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa.

 

"Merkeka menggunakan mahasiswa untuk melakukan aksi yang tidak pantas, para intelektual ini akan saya periksa," kata dia.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav R Urbinas menyebut, dalam aksi tersebut para mahasiswa sempat bersikap anarkistis ketika hendak dibubarkan.

“Saat diimbau untuk bubarkan diri karena tidak kantongi izin, massa melempari batu kepada petugas,” kata dia.

Baca juga: Pemkot Malang Berencana Izinkan Jenazah Covid-19 Dimakamkan oleh Keluarga

Menurut dia, 23 orang yang diamankan merupakan koordinator aksi, provokator dan mereka yang sempat melempar batu ke polisi.

Saat ini, ke-23 massa aksi yang diamankan telah berada di Mapolresta untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“1x24 jam kami akan lakukan pemeriksaan baik terhadap koordinator maupun provokasi pelemparan,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Capaian Vaksinasi Lansia di Sumbar Masih Rendah, Ini Penjelasan Dinkes

Capaian Vaksinasi Lansia di Sumbar Masih Rendah, Ini Penjelasan Dinkes

Regional
Budidaya Lebah di Hutan Lindung Belitung Timur Hasilkan 4 Ton Madu Kelulut Per Bulan

Budidaya Lebah di Hutan Lindung Belitung Timur Hasilkan 4 Ton Madu Kelulut Per Bulan

Regional
'Selfie' di Air Terjun Berujung Maut, 1 Orang Jatuh Tenggelam, 2 Lainnya Ikut Tewas

"Selfie" di Air Terjun Berujung Maut, 1 Orang Jatuh Tenggelam, 2 Lainnya Ikut Tewas

Regional
Kantor Penagihan Pinjol yang Digerebek Polisi di Kalsel Sudah Beroperasi 2 Bulan

Kantor Penagihan Pinjol yang Digerebek Polisi di Kalsel Sudah Beroperasi 2 Bulan

Regional
Baru Kerja 2 Minggu, ART di Sidoarjo Curi Perhiasan hingga Uang Majikan, Aksinya Terekam CCTV

Baru Kerja 2 Minggu, ART di Sidoarjo Curi Perhiasan hingga Uang Majikan, Aksinya Terekam CCTV

Regional
Pembelian Tiket Kereta Api Kini Wajib Pakai NIK, Ini Ketentuannya

Pembelian Tiket Kereta Api Kini Wajib Pakai NIK, Ini Ketentuannya

Regional
Melihat Konservasi Kantong Semar, Tanaman Langka Pemakan Serangga Endemik Gunung Slamet

Melihat Konservasi Kantong Semar, Tanaman Langka Pemakan Serangga Endemik Gunung Slamet

Regional
Polisi Gelar Razia Vaksin di Rawa Pening Semarang, Jaring 200 Nelayan dan Pemancing

Polisi Gelar Razia Vaksin di Rawa Pening Semarang, Jaring 200 Nelayan dan Pemancing

Regional
8 Wilayah di NTT Alami 60 Hari Tanpa Hujan, Mana Saja?

8 Wilayah di NTT Alami 60 Hari Tanpa Hujan, Mana Saja?

Regional
Cerita di Balik Anak Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Ada Hobi dan Cita-cita Sang Ayah

Cerita di Balik Anak Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Ada Hobi dan Cita-cita Sang Ayah

Regional
Penggerebekan Kantor 'Debt Collector' Pinjol di Kalsel, Puluhan Orang dan 1 WNA Diamankan

Penggerebekan Kantor "Debt Collector" Pinjol di Kalsel, Puluhan Orang dan 1 WNA Diamankan

Regional
Kantor Jasa Penagihan Pinjol di Kotabaru Kalsel Digerebek Polisi, 40 Orang Ditangkap

Kantor Jasa Penagihan Pinjol di Kotabaru Kalsel Digerebek Polisi, 40 Orang Ditangkap

Regional
OJK Terima 62 Aduan Soal Pinjol Ilegal di Kota Tegal, Kapolres: Tak Perlu Malu dan Takut, Laporkan...

OJK Terima 62 Aduan Soal Pinjol Ilegal di Kota Tegal, Kapolres: Tak Perlu Malu dan Takut, Laporkan...

Regional
Mengingat Kembali Lonjakan Covid-19 di Kudus

Mengingat Kembali Lonjakan Covid-19 di Kudus

Regional
Video Viral Pria Kendarai Motor Sambil Masturbasi di Banyuwangi, Polisi Buru Pelaku

Video Viral Pria Kendarai Motor Sambil Masturbasi di Banyuwangi, Polisi Buru Pelaku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.