Saat Pengusaha Ikan Koi Merelakan Kebutuhan Ribuan Liter Oksigen Per Hari untuk Kemanusiaan

Kompas.com - 14/07/2021, 13:45 WIB
Pembudidaya sedang memberi makan ikan koi di kolam mereka di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Selasa (13/7/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANIPembudidaya sedang memberi makan ikan koi di kolam mereka di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Selasa (13/7/2021)

BLITAR, KOMPAS.com - Suatu malam di akhir Juni lalu, rumah Ketua Blitar Koi Club (BKC) Saiful Mujab di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, didatangi warga tetangga desa.

Tamu yang mengetuk pintu rumahnya tengah malam itu datang dalam kondisi darurat karena membutuhkan oksigen untuk anggota keluarga mereka yang berada dalam kondisi kritis akibat Covid-19.

Saat itu juga, Saiful bersama tamu tengah malam itu, bergerak menuju gudang tempat dia menyimpan tabung oksigen ukuran 6 meter kubik.

Tabung ukuran kecil yang dibawa sang tamu segera diisi penuh oksigen untuk diterapikan pada anggota keluarganya tersebut.

Baca juga: Pemkot Malang Berencana Izinkan Jenazah Covid-19 Dimakamkan oleh Keluarga

"Tapi, besoknya saya terima kabar, pasien yang saya kasih oksigen itu meninggal," ujar Saiful, saat ditemui Kompas.com di kolam ikan koi miliknya.

Hari-hari itu, pembudidaya dan pedagang ikan koi di Blitar memang sudah mulai mengurangi penggunaan oksigen untuk pemindahan dan karantina ikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tekanan kebutuhan oksigen untuk kepentingan medis membuat banyak pembudidaya dan pedagang ikan koi dengan kesadaran sendiri mengurangi aktivitas yang membutuhkan oksigen.

Maka, ketika dua pekan lalu, 30 Juni, keluar pemberitahuan dari produsen dan distributor oksigen bahwa pembelian oksigen untuk keperluan non medis tidak dapat lagi dilayani, para pembudidaya dan pedagang ikan koi Blitar tidak banyak mengeluh.

Namun, konsekuensinya, sejak itu banyak pengiriman ikan koi, terutama keluar wilayah Blitar, hampir berhenti total.

"Mungkin masih ada saja yang satu atau dua orang yang kirim ikan keluar kota, tapi saya kira tidak banyak jumlahnya. Kebanyakan ya kami menahan diri karena kenyataannya oksigen lebih dibutuhkan untuk menyelamatkan jiwa saat ini," ujar Saiful.

Saiful sendiri juga menahan pesanan ikan koi dari Bali dan Ponorogo senilai sekitar Rp 40 juta, di mana hingga kini pesanan tersebut belum dikirim.

"Saya masih ada stok lama oksigen, mungkin masih tiga kubik, tapi tidak enak rasanya di situasi seperti sekarang jika digunakan untuk pengiriman ikan," tambah Saiful.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

21 Siswa MI di Lombok Tengah Alami Mual hingga Pusing Usai Makan Tempe Goreng

21 Siswa MI di Lombok Tengah Alami Mual hingga Pusing Usai Makan Tempe Goreng

Regional
Kemeriahan Warga Madiun Peringati Maulid Nabi, Bagi-bagi Uang Koin hingga Jajanan Anak

Kemeriahan Warga Madiun Peringati Maulid Nabi, Bagi-bagi Uang Koin hingga Jajanan Anak

Regional
2 Bocah TK Tenggelam di Kolam Wisata Bajak Laut Gresik, 1 Tewas

2 Bocah TK Tenggelam di Kolam Wisata Bajak Laut Gresik, 1 Tewas

Regional
Syarat Naik Pesawat ke Babel Cukup Antigen jika Sudah Vaksin 2 Kali

Syarat Naik Pesawat ke Babel Cukup Antigen jika Sudah Vaksin 2 Kali

Regional
427 Anak di Kabupaten Tegal Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

427 Anak di Kabupaten Tegal Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Regional
Kisah Pelajar ABCDEF GHIJK Zuzu, Sang Ayah Siapkan Nama Unik Itu Sejak Sebelum Menikah

Kisah Pelajar ABCDEF GHIJK Zuzu, Sang Ayah Siapkan Nama Unik Itu Sejak Sebelum Menikah

Regional
Pelaku Tabrak Lari di Sleman Ditangkap, Sempat Tinggalkan Mobil di SPBU

Pelaku Tabrak Lari di Sleman Ditangkap, Sempat Tinggalkan Mobil di SPBU

Regional
Kasus Pinjol Ilegal di Yogyakarta, Satu Pegawai Ditarget Dapat 15-20 Nasabah Sehari

Kasus Pinjol Ilegal di Yogyakarta, Satu Pegawai Ditarget Dapat 15-20 Nasabah Sehari

Regional
Admin Instagramnya Panggil Warganet lewat DM, Polda Kalteng Minta Maaf

Admin Instagramnya Panggil Warganet lewat DM, Polda Kalteng Minta Maaf

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Oktober 2021

Regional
Video Pengendara Motor Masturbasi Sambil Buntuti Wanita di Jalan Viral di Medsos

Video Pengendara Motor Masturbasi Sambil Buntuti Wanita di Jalan Viral di Medsos

Regional
Sepeda Motor Tabrak Pohon di Ponorogo, Satu Pelajar Tewas dan 1 Luka-Luka

Sepeda Motor Tabrak Pohon di Ponorogo, Satu Pelajar Tewas dan 1 Luka-Luka

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Oktober 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.