Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemkot Malang Berencana Izinkan Jenazah Covid-19 Dimakamkan oleh Keluarga

Kompas.com - 14/07/2021, 12:48 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang berencana memperbolehkan jenazah pasien Covid-19 dimakamkan sendiri oleh pihak keluarga. Hal ini untuk mengurangi beban petugas pemakaman.

Sebab, dalam kurun waktu sekitar dua minggu terakhir, jenazah pasien Covid-19 harus antre menunggu proses pemakaman.

Jenazah yang harus dimakamkan banyak, sedangkan petugas pemakamannya terbatas hanya dua tim.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat terkait dengan melonjaknya pasien Covid-19 yang meninggal.

Baca juga: Tambahan 310 Kasus Positif Covid-19 di Kota Malang, Kasus Harian Tertinggi Selama Pandemi

Rapat itu mengambil kesimpulan bahwa masalah penanganan jenazah ada pada saat proses pemulasaraan dan pemakaman.

"Kami coba urai bottleneck atau simpul kemacetannya ada di mana. Dari penjemputan jenazah menuju RS pemulasaraan, pelaksanaan pemulasaraan, penghantaran ke pemakaman hingga proses penguburan," kata Sutiaji, melalui keterangan tertulis, Rabu (14/7/2021).

"Terpotret penumpukan terjadi pada saat antrean pemulasaraan karena jumlah tenaga pemulasaraan tidak sebanding dengan jenazah serta daftar tunggu setelah pemulasaraan untuk masuk daftar antrean petugas pemakaman," ujar dia.

Atas persoalan itu, Sutiaji memutuskan untuk menambah tenaga dan tempat pemulasaraan.

Yakni dengan menjadikan RSUD Kota Malang sebagai RS rujukan pemulasaraan dan membuka pendaftaran relawan pemulasaraan.

Sementara, untuk proses pemakaman, pihaknya menambah tenaga pemakaman dan mengizinkan keluarga jenazah untuk memakamkan secara mandiri.

Pemakaman secara mandiri oleh keluarga jenazah ini dilakukan dengan penguatan mekanisme dan SOP supaya jenazah dan petinya dalam kondisi aman untuk dibawa.

"Artinya dan sesungguhnya pasca proses dimaksud, pihak keluarga dapat mengambil dan melakukan proses pemakaman secara mandiri dalam ketangguhan. Dan ini tentu akan mengurangi tingkat penumpukan, antrean sekaligus beban petugas," kata dia.

Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso mengatakan, pemberian izin kepada keluarga untuk memakamkan sendiri jenazah pasien Covid-19 sebagai bentuk implementasi dari ketangguhan pemakaman.

"Saat Kota Malang mendirikan kampung tangguh, maka salah satu instrumennya adalah ketangguhan dalam proses pemakaman. Bahkan sesungguhnya juga pada titik pemulasaraan. Namun, dengan berbagai pertimbangan, kini yang bisa kami aktivasi adalah ketangguhan dalam proses pemakaman," ujar dia.

 

Sosialisasi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Nur Widianto mengatakan, pihaknya akan sosialisasi terlebih dahulu terkait dengan kebijakan tersebut.

"Internalisasi dulu pada tim PSC dan pemakaman. Sosialisasi dan arahan pada Forpimcam dan lurah. Karena rapat itu juga baru selesai kemarin maka harus diikuti langkah internalisasi dulu," kata dia.

Nantinya akan ada pedoman untuk pemakaman secara mandiri.

"Inggih (nanti ada pedoman) sebagai penguat SOP-nya nanti," kata dia.

Diketahui, jumlah jenazah pasien Covid-19 di Kota Malang yang harus dimakamkan meningkat.

Baca juga: Pemkot Malang Tambah RS Darurat Covid-19, Bisa Tampung 100 Pasien

Pada Rabu (7/7/2021) pekan lalu, jumlah jenazah pasien Covid-19 yang harus dimakamkan sebanyak 54 jenazah.

Sedangkan, jumlah petugas pemakaman jenazah Covid-19 di Kota Malang hanya 14 orang.

Yang efektif bertugas setiap hari sebanyak 12 orang, sebab setiap hari ada 2 orang yang mendapat jatah libur.

Sebanyak 12 orang itu dibagi menjadi dua tim.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Video Oknum Suporter Bonek Keroyok Warga di Kota Semarang

Viral, Video Oknum Suporter Bonek Keroyok Warga di Kota Semarang

Regional
Pasca-banjir Bandang Plampang, BPBD Sumbawa Perbaiki Prasarana Sungai dan Irigasi

Pasca-banjir Bandang Plampang, BPBD Sumbawa Perbaiki Prasarana Sungai dan Irigasi

Regional
Hampir 4 Tahun, Kasus Tabrak Lari Overpass Manahan Masih Belum Ada Tersangka

Hampir 4 Tahun, Kasus Tabrak Lari Overpass Manahan Masih Belum Ada Tersangka

Regional
Polda Jateng Cerita Informasi Sempat Bocor Saat Gerebek Penambang Ilegal di Pati dan Blora

Polda Jateng Cerita Informasi Sempat Bocor Saat Gerebek Penambang Ilegal di Pati dan Blora

Regional
Ganjar Belum Terima Informasi Adanya Warga Jateng Jadi Korban Gempa Turki

Ganjar Belum Terima Informasi Adanya Warga Jateng Jadi Korban Gempa Turki

Regional
Penebangan Pohon di SMAN 1 Semarang Diprotes Alumni, Ganjar Minta Tidak Saling Menyalahkan

Penebangan Pohon di SMAN 1 Semarang Diprotes Alumni, Ganjar Minta Tidak Saling Menyalahkan

Regional
5 Daftar Nama Tarian Jambi, Apa Saja?

5 Daftar Nama Tarian Jambi, Apa Saja?

Regional
Tak Percaya Diri dengan Ukuran Kemaluan, Alasan Pemilik Rental PS di Kalsel Sodomi 2 Anak

Tak Percaya Diri dengan Ukuran Kemaluan, Alasan Pemilik Rental PS di Kalsel Sodomi 2 Anak

Regional
Hasil Musra Jateng: Ganjar Unggul Tipis dengan Prabowo, Mahfud MD Kembali ke-3 Besar Cawapres

Hasil Musra Jateng: Ganjar Unggul Tipis dengan Prabowo, Mahfud MD Kembali ke-3 Besar Cawapres

Regional
Gibran Pantau Kondisi Pasien Anak Gangguan Ginjal di RS Moewardi Solo

Gibran Pantau Kondisi Pasien Anak Gangguan Ginjal di RS Moewardi Solo

Regional
15 Pekerja Bangunan yang Diancam KKB Egianus Kogoya di Nduga Dievakuasi ke RSUD Mimika

15 Pekerja Bangunan yang Diancam KKB Egianus Kogoya di Nduga Dievakuasi ke RSUD Mimika

Regional
MGPA Butuh 1.750 Relawan WSBK 2023, Berikut Alur Pendaftarannya...

MGPA Butuh 1.750 Relawan WSBK 2023, Berikut Alur Pendaftarannya...

Regional
34 Tahun Peristiwa Talangsari, Pengadilan HAM Masih Jadi Angan-angan

34 Tahun Peristiwa Talangsari, Pengadilan HAM Masih Jadi Angan-angan

Regional
Kasus Belum Kelar, Suami Korban Tabrak Lari Overpass Manahan Meninggal Kecelakaan di Pemalang

Kasus Belum Kelar, Suami Korban Tabrak Lari Overpass Manahan Meninggal Kecelakaan di Pemalang

Regional
Polisi di Ambon Sita 500 Liter Miras dari Sejumlah Angkutan Umum Saat Gelar Razia Terminal

Polisi di Ambon Sita 500 Liter Miras dari Sejumlah Angkutan Umum Saat Gelar Razia Terminal

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.