Pemkab Ponorogo Ganti Uang Pemakaman Pasien Covid-19 yang Meninggal di Rumah dan Puskesmas

Kompas.com - 14/07/2021, 06:41 WIB
Sekda Ponorogo Agus Pramono. KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWISekda Ponorogo Agus Pramono.

“Kemarin di Babadan, Sukosari, ada seorang ibu meninggal dan anaknya juga meninggal. Sementara keluarga mereka tidak mampu tetapi harus ditarik biaya sekian. Uang yang dikeluarkan keluarga itu nanti akan kami ganti sesuai Perbup,” kata Agus.

Dalam pemakaman, keluarga harus menggunakan peti kayu.

Selain itu, petugas pemakaman juga mengenakan hazmat dan penyemprotan disinfektan.

“Petinya saja sudah Rp 1 jutaan. Belum APD yang digunakan petugas,” kata Agus.

Baca juga: Seorang Anggota Polisi Dipecat gara-gara Bolos, Upacara Diwakili Foto

Sementara itu, untuk pasien Covid-19 yang meninggal di rumah sakit, biaya pemakaman gratis.

Namun, Pemkab Ponorogo tidak akan mengganti biaya pemakaman yang keluarganya mengambil paksa jenazahnya di puskesmas atau di rumah untuk dikuburkan sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau pemakamannya secara prokes kami ganti. Terkecuali diminta pulang paksa, maka tidak kami ganti,” kata Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minat Masyarakat untuk Vaksinasi Covid-19 di Banyumas Menurun

Minat Masyarakat untuk Vaksinasi Covid-19 di Banyumas Menurun

Regional
Mengenal Upacara Sudhi Wadani, Ritual Pindah Agama Hindu yang Dijalani Sukmawati di Buleleng Bali

Mengenal Upacara Sudhi Wadani, Ritual Pindah Agama Hindu yang Dijalani Sukmawati di Buleleng Bali

Regional
Kapolres Nunukan Pukul Anak Buah, Diduga karena Sulit Dihubungi

Kapolres Nunukan Pukul Anak Buah, Diduga karena Sulit Dihubungi

Regional
Pengabdian Bidan Eros, sejak 1997 Bantu Persalinan Warga Baduy

Pengabdian Bidan Eros, sejak 1997 Bantu Persalinan Warga Baduy

Regional
UMP Jadi Kampus Pertama di Banyumas yang Diizinkan Gelar PTM

UMP Jadi Kampus Pertama di Banyumas yang Diizinkan Gelar PTM

Regional
Bupati Aceh Singkil Berkomentar soal Anjing Canon yang Mati

Bupati Aceh Singkil Berkomentar soal Anjing Canon yang Mati

Regional
Lapak Pedagang Pasar Jambangan Surabaya Banyak yang Tutup, Armuji: Tindak Tegas kalau Tak Niat Jualan

Lapak Pedagang Pasar Jambangan Surabaya Banyak yang Tutup, Armuji: Tindak Tegas kalau Tak Niat Jualan

Regional
Menyasar Mahasiswa yang Tidur, Pencuri Spesialis Barang Elektronik Ditangkap

Menyasar Mahasiswa yang Tidur, Pencuri Spesialis Barang Elektronik Ditangkap

Regional
Korban Pinjol, Putu AP Pinjam Rp 16 Juta dan Harus Bayar Rp 35 Juta Dicicil 3 Tahun, Ini Ceritanya

Korban Pinjol, Putu AP Pinjam Rp 16 Juta dan Harus Bayar Rp 35 Juta Dicicil 3 Tahun, Ini Ceritanya

Regional
Eks Relawan Kesehatan Cetak Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Sudah Raup Puluhan Juta Rupiah

Eks Relawan Kesehatan Cetak Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Sudah Raup Puluhan Juta Rupiah

Regional
Berkantor di Balai RW, Eri Cahyadi: Kalau Ada Warga yang Mau Mengadu, Monggo

Berkantor di Balai RW, Eri Cahyadi: Kalau Ada Warga yang Mau Mengadu, Monggo

Regional
4 Fakta Satpam Perempuan dan Pensiunan TNI Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Kamar Kos

4 Fakta Satpam Perempuan dan Pensiunan TNI Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Kamar Kos

Regional
Korban Pinjol Ilegal yang Depresi Mulai Pulih Setelah Polisi Bertindak

Korban Pinjol Ilegal yang Depresi Mulai Pulih Setelah Polisi Bertindak

Regional
5 Orang Sopir hingga Kernet Truk Ditangkap, Diduga Bawa Kayu Ilegal Berasal dari Hutan Lindung di Riau

5 Orang Sopir hingga Kernet Truk Ditangkap, Diduga Bawa Kayu Ilegal Berasal dari Hutan Lindung di Riau

Regional
Gempa M 5,3 Guncang Keerom, Getarannya Terasa hingga Jayapura

Gempa M 5,3 Guncang Keerom, Getarannya Terasa hingga Jayapura

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.