Kisah Mereka yang Menjual Makanan Harga Murah, Ada Soto Ayam Seharga Rp 1.000 Per Porsi

Kompas.com - 14/07/2021, 06:16 WIB
ilustrasi soto ayam Shutterstockilustrasi soto ayam
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Bisnis kuliner adalah salah satu bisnis yang menjanjikan. Dengan rasa yang enak dan tempat yang nyaman, tak jarang tempat makan menjadi perbincangan di dunia maya.

Namun ada juga penjual makanan yang memilih menjual makanannya dengan harga sangat murah. Seperti di Kota Madiun, adik kakak menjual soto ayam dengan harga Rp 1.000 per porsi.

Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mereka juga ingin membantu warga yang kesusahan di masa pandemi .

Sementara itu di Klaten, Pak Suro mejual mi ayam dagangannya dengan harga di bawah harga umum yakni Rp 3.000 per porsi. Ia sudah berjualan mi ayam sejak 37 tahun lalu.

Berikut kisah-kisah para penjual makanan murah yang berhasil dihimpun oleh Kompas.com:

1. Di Kota Madiun, soto ayam seharga Rp 1.000

SOTO MURAH—Duo pemuda kakak beradik, Sugianto-Agus berjualan soto super murah Rp 1.000 satu mangkok di depan SMAN 6 Kota Madiun, Jawa Timur.KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI SOTO MURAH—Duo pemuda kakak beradik, Sugianto-Agus berjualan soto super murah Rp 1.000 satu mangkok di depan SMAN 6 Kota Madiun, Jawa Timur.
Sugianto (30) dan Agus Suprianto (27), warga Jalan Thamrin, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun berjualan soto ayam seharga Rp 1.000 per mangkuk.

Kakak beradik itu berjualan di depan SMAN 6 Kota Madiun, Jalan Suhud Nosingo sejak 31 Desember 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Deng modal Rp 1 jutaan yang didapatkan saat kerja menjadi pelayan di angkringan, Sugianto dan Agus mulai berjualan.

Tak hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mereka juga berniat untuk membantu orang-orang yang kesusahan di masa pandemi.

Baca juga: Cerita di Balik Semangkuk Soto Seharga Rp 1.000, Berawal Niat Tulus Kakak Adik, Digemari Pelanggan

“Setelah berdiskusi dengan adik saya lalu kami putuskan berjualan soto murah sejak 31 Desember 2020. Jualan itu akan membantu orang-orang yang lagi kesusahan di masa pandemi,” kata Sugianto.

Awalnya tak banyak yang yang membeli, setelah sepekan berjualan banyak yang mulai berdatangan ke warung lesehannya.

Satu porsi soto seharga Rp1.000 tidak hanya berisi kuah dan nasi saja. Ia juga memberikan suwiran ayam, potongan sayur kubis dan sedikit sambal bagi yang menyukai rasa pedas.

Selain menjual menu soto, juga menyediakan makanan lain pendamping soto seperti sundukan usus gorengan tempe hingga minuman teh hangat.

Tak beda dengan harga menu utama, makanan dan minuman yang dijual juga seharga Rp 1.000.

Baca juga: Kakak Adik Ini Jual Soto Semangkuk Rp 1.000, Begini Ceritanya

2. Di Klaten, mi ayam harga Rp 3.000

Pak Suro (baju abu-abu) saat menyiapkan pesanan mie ayam Rp3000 di warung miliknya, Minggu (4/10/2020).Tribunjogja/Almurfi Syofyan Pak Suro (baju abu-abu) saat menyiapkan pesanan mie ayam Rp3000 di warung miliknya, Minggu (4/10/2020).
Pak Suro, warga Kabupaten Klaten berjualan mi ayam seharga Rp 3.000 di Jalan Manisrenggo KM 3, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Satu mangkuk mie ayam Pak Suro terdiri dari mie kuning, sayur sawi, daging ayam, dan empat butir bakso.

Pak Suro mengaku tidak memiliki alasan khusus kenapa dirinya menjual mie ayam dengan harga yang sangat ekonomis tersebut.

"Kalau ditanya alasan ya nggak ada. Saya menjual dengan harga Rp3 ribu ini juga sudah lama sejak tahun 2000 dan dapat untung kok. Nggak rugi," ungkapnya, Minggu (4/10/2020).

Baca juga: Tawarkan Sensasi Makan Mie Ayam dan Bakso di Wajan Mini, Pedagang Penyetan Ini Raih Rp 5 Juta Per Hari

Pria berusia 70-an ini mengaku jika dirinya sudah memulai berjualan di lokasi ia berjualan sekarang sejak tahun 1975.

Saat itu dirinya menjual bakso dengan harga Rp 200 per mangkuknya.

Mulai tahun 1983 dirinya mencoba menjual mie ayam seharga Rp 300. Menurutnya, harga mie ayam yang ia jual sempat mengalami perubahan sesuai dengan kondisi bahan baku, yakni sempat naik ke harga Rp 500, Rp 1.000 dan Rp 2.000.

Baca juga: 7 Topping Mi Ayam, Bikin Rasanya Jadi Makin Istimewa

"Tapi sejak tahun 2000 saya jual mie ayam jadi Rp 3.000 per mangkuk," urainya

Setelah puluhan tahun berjualan, Pak Suro memiliki dua cabang mie ayam yang dikelola oleh anak-anaknya.

"Harganya juga sama yakni Rp 3.00 per mangkuknya. Cabang pertama masih di daerah Manisrenggo, lalu ada juga pakai gerobak yang jual juga anak saya," tandasnya.

Baca juga: Mie Ayam Hanya Rp 3.000, Kisah Warung Pak Suro di Klaten

3. Di Sragen, soto seharga Rp 1.000

Sri Wahyuni (49) atau akrab disapa Yuni Sule penjual soto sewu asal Dusun Bolo, Desa Karangasem, Kelurahan Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah, Senin (5/4/2021).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Sri Wahyuni (49) atau akrab disapa Yuni Sule penjual soto sewu asal Dusun Bolo, Desa Karangasem, Kelurahan Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah, Senin (5/4/2021).
Sri Wahyuni (49), bejualan soto dengan harga yang sangat murah yakni Rp 1.000 per mangkuk.

Ia berjualan di Jalan Raya Sragen Timur Km 15 di pinggir jalan. Yuni awanya berjualan sari kedelai. Namun ia pun terkena dampak pandemi.

Warga Dusun Bolo, Desa Karangasem, Kelurahan Banaran, Kecamatan Sambungmacan itu lalu menjual kuliner dengan harga terjangkau dan bisa dinikmati semua kalangan masyarakat.

"Akhirnya saya pusing. Saya iseng-iseng pengin jualan soto sewu sak abane. Jadi mau pesan berapa aja insya Allah kita siap membikinkan," ungkap istri Suratno (49).

Baca juga: Toleransi di Sepiring Sate Kerbau di Kota Kudus

Bahkan, setiap Jumat, Yuni Sule selalu menggratiskan sotonya kepada pembeli. Yuni Sule mengaku sengaja menggratiskan soto kepada pembeli dengan tujuan kemanusiaan.

"Spesial untuk hari Jumat. Saya lakukan Jumat berkah soto dan es teh gratis. Bayar cukup dengan doa," terang dia.

"Khusus hari Jumat gratis itu memang sengaja. Bukan kita riya. Dari dulu kegiatan saya memang kemanusiaan. Saya paling senang kegiatan kemanusiaan," sambung dia.

Baca juga: Kisah Yuni Jual Soto Rp 1.000 Per Porsi di Sragen, Setiap Jumat Bagi Soto dan Es Teh Gratis

4. Di Pati, harga nasi goreng Rp 3.000

Seporsi nasi goreng Warung Nasi Goreng Bu Lasmiati. Sepiring nasi goreng yang dilengkapi irisan kol, timun, dan telur dadar, ini dibanderol murah, hanya Rp 3.000.
TRIBUNBANYUMAS/Mazka Hauzan Naufa Seporsi nasi goreng Warung Nasi Goreng Bu Lasmiati. Sepiring nasi goreng yang dilengkapi irisan kol, timun, dan telur dadar, ini dibanderol murah, hanya Rp 3.000.
Lasmiati, warga Dukuh Gilis, Desa Sugiharto, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati menjual nasi goreng dengan harga sangat murah, yakni Rp 3.000 per porsi.

Di seporsi nasi goreng harga Rp 3.000, pengunjung bisa menikmati sepiring nasi goreng lengkap dengan irisan telur dadar, taburan bawang goreng, serta lalapan sayur kol dan mentimun.

Warung ini juga menyajikan menu selain nasi goreng, yakni mi ayam seharga Rp 4.000 serta mi instan goreng maupun rebus.

Namun, nasi goreng lah menu terlaris di sini.

"Harganya Rp 3.000 Tapi kalau pembeli mau minta Rp 4.000 atau Rp 5.000 juga bisa. Nanti porsinya saya tambah," kata Lasmiati, pemilik warung pada Selasa (25/5/2021).

Saat ditanya alasan menjual makanan dengan harga murah, Lasmiati tersenyum dan menjawab singkat, "Namanya di desa, yang penting masih untung sedikit-sedikit."

Baca juga: Di Pati, Ada Nasi Goreng Seharga Rp 3.000 Per Porsi, Sehari Laku hingga 300 Piring

5. Di Yogyakarta, mi ayam harga Rp 5.000

Gatot Prayitno saat berada di warung mie ayamnya di Jalan Bugisan Selatan No 48, Kota Yogyakarta.KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Gatot Prayitno saat berada di warung mie ayamnya di Jalan Bugisan Selatan No 48, Kota Yogyakarta.
Gatot Prayitno (40), membuka warung mi ayam di Jalan Bugisan Selatan No 48, Koya Yogyakarta. Untuk seporsi mi ayam ia jual, Gatotot mematok harga Rp 5.000.

Sebelum di Yogyakarta, Gatot pernah berjualan di Solo. Namun karena warungnya tak terlalu ramai, ia pun memutuskan pindah ke Yogyakarta.

Awal berjualan, memasang harga Rp 4.000 per porsi dan saat pindah lokasi, harganya naik menjadi Rp 6.000.

Namun karena pandemi, ia pun sempat berhenti berjualan selama dua bulan.

Baca juga: Sepiring Rabeg Makanan Kecintaan Sultan Banten, tentang Kenangan Kota Kecil di Tepi Laut Merah

Selama berhenti jualan, Gatot melihat banyak masyarakat yang ekonominya terdampak karena pandemi Covid-19.

Ia pun memutuskan menurunkan harga mi ayam yang dijualnya menjadi Rp 5.000.

Gatot mencoba menggaet pembeli dari kalangan berpenghasilan rendah.

"Saya coba menyasar masyarakat bawah, penghasilannya rendah saya kasih harga Rp 5.000. Jadi mengeluarkan dompet, uang Rp 5.000 sudah bisa makan," jelas Gatot.

Meski memasang harga Rp 5.000 per porsi, Gatot mengaku tak rugi.

"Tidak rugi, ya memang untungnya sedikit, tapi pembelinya kan banyak. Harganya mahal, tapi pembelinya sedikit, ya malah rugi," ujarnya.

Baca juga: Jual Mi Ayam Rp 5.000 Per Porsi Saat Pandemi, Warung Pedagang Ini Ramai Pembeli

6. Di Blitar, Ririn jual soto seharga Rp 2.000

Ririn, pemilik warung dan angkringan Omah Rindu, berpose di warung makan miliknya dengan menu andalan soto ayam Rp 2.000 per porsi, Senin (12/7/2021)KOMPAS.COM/ASIP HASANI Ririn, pemilik warung dan angkringan Omah Rindu, berpose di warung makan miliknya dengan menu andalan soto ayam Rp 2.000 per porsi, Senin (12/7/2021)
Ririn Dian (37), pemilik warung Omah Rindu menjual soto ayam dengan harga cukup murah yakni Rp 2.000 per porsi.

Ia dan suaminya, Dwi Indiarto mendirikan warung sederhana di Jalan Panjikusumo di Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar sejak 4 bulan yang lalu.

"Saya kira berbagi atau bersedekah tidak harus memberi cuma-cuma. Dengan harga itu, kami masih dapat marjin meskipun tipis, tapi kalau kita bisa jual banyak ya cukuplah buat kami," ujar pemilik warung Omah Rindu, Ririn Dian.

"Kalau ada niatan saya dan suami untuk bersedekah, ya mungkin beginilah caranya, menjual makanan murah," tambah perempuan lukusan Jurusan Psikologi Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Baca juga: Sepiring Rabeg Makanan Kecintaan Sultan Banten, tentang Kenangan Kota Kecil di Tepi Laut Merah

Sebenarnya, Ririn tak hanya menjual soto ayam. Ia juga menjual menu lain seperti soto sapi dan nasi gudeg dengan lauk telur masing-masing seharga Rp 5.000 per porsi.

Serta lalapan ayam seharga Rp 6.000 dan nasi ayam bakar seharga Rp 10.000.

Namun sampai saat ini, soto ayam adalah menu yang paling banyak dipesan oleh pelanggan.

Sebelum PPKM Darurat dijalankan, Ririn bisa menjual hingga Rp 500 porsi soto ayam. Sedangkan menu lain yang banyak dipesan adalah soto daging sapi dengan penjualan 100 porsi per hari.

Namun saat PPKM Darurat, omzetnya turun hingga 50 persen.

Baca juga: Sediakan Makanan Murah di Tengah Pandemi, Warung Ini Jual Soto Ayam Rp 2.000 Per Porsi

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Muhlis Al Alawi. Labib Zamani , Wijaya Kusuma, Asip Agus Hasani | Editor : Robertus Belarminus, Ni Luh Made Pertiwi F, Khairina, Rachmawati. Dheri Agriesta, Dheri Agriesta)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menunggu 1,5 Jam di Puskesmas, Korban Tenggelam Tak Tertolong karena Tak Ada Dokter Jaga

Menunggu 1,5 Jam di Puskesmas, Korban Tenggelam Tak Tertolong karena Tak Ada Dokter Jaga

Regional
Dianiaya Suami, Jasmi Embuskan Napas Terakhir di Pangkuan Anak, Ini Kisahnya

Dianiaya Suami, Jasmi Embuskan Napas Terakhir di Pangkuan Anak, Ini Kisahnya

Regional
Warga Bantul Terpapar Covid-19 dari Klaster Tilik Bertambah Jadi 11 Orang

Warga Bantul Terpapar Covid-19 dari Klaster Tilik Bertambah Jadi 11 Orang

Regional
Polisi Telusuri Pemilik Pinjol Ilegal yang Digerebek di Yogyakarta

Polisi Telusuri Pemilik Pinjol Ilegal yang Digerebek di Yogyakarta

Regional
Fakta Baru Polisi Banting Mahasiswa hingga Kejang-Kejang, Ditahan dan Terancam Pasal Berlapis

Fakta Baru Polisi Banting Mahasiswa hingga Kejang-Kejang, Ditahan dan Terancam Pasal Berlapis

Regional
“Beli Tomat ke Ujung Pandang, Jawa Barat Bukan Jago Kandang”

“Beli Tomat ke Ujung Pandang, Jawa Barat Bukan Jago Kandang”

Regional
11 Siswa MTs Tewas Saat Susur Sungai, Ini Instruksi Ridwan Kamil Minta untuk Kemenag Jabar dan Bupati Ciamis

11 Siswa MTs Tewas Saat Susur Sungai, Ini Instruksi Ridwan Kamil Minta untuk Kemenag Jabar dan Bupati Ciamis

Regional
Bupati Musi Banyuasin Terjaring OTT KPK, Ini Respon Gubernur Sumsel

Bupati Musi Banyuasin Terjaring OTT KPK, Ini Respon Gubernur Sumsel

Regional
Viral Video 'Memohon Keadilan Pak Kapolri' dari Seorang Wanita, Ini Penjelasan Polda Sumbar

Viral Video "Memohon Keadilan Pak Kapolri" dari Seorang Wanita, Ini Penjelasan Polda Sumbar

Regional
Wartawan di Lampung Dibegal Saat Pulang Liputan, Motor Dirampas, Kemaluan Diremas

Wartawan di Lampung Dibegal Saat Pulang Liputan, Motor Dirampas, Kemaluan Diremas

Regional
Brigadir NP, Polisi yang Banting Mahasiswa hingga Kejang-kejang, Terancam Dikenakan Pasal Berlapis

Brigadir NP, Polisi yang Banting Mahasiswa hingga Kejang-kejang, Terancam Dikenakan Pasal Berlapis

Regional
Kuli Bangunan Bunuh Istri Siri di Dalam Gudang, Kabur Naik Bus dan Menyerahkan Diri di Nganjuk, Ini Kronologinya

Kuli Bangunan Bunuh Istri Siri di Dalam Gudang, Kabur Naik Bus dan Menyerahkan Diri di Nganjuk, Ini Kronologinya

Regional
Jabar Juara Umum PON XX, Ridwan Kamil Siapkan Bonus, Besarnya Ratusan Juta Rupiah Per Atlet

Jabar Juara Umum PON XX, Ridwan Kamil Siapkan Bonus, Besarnya Ratusan Juta Rupiah Per Atlet

Regional
11 Jenazah Korban Susur Sungai Cileueur Ciamis Dibawa ke Rumah Duka

11 Jenazah Korban Susur Sungai Cileueur Ciamis Dibawa ke Rumah Duka

Regional
Usai Minum Es Kopi, Pemuda Kejang-kejang lalu Tewas di Warung Kopi

Usai Minum Es Kopi, Pemuda Kejang-kejang lalu Tewas di Warung Kopi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.