Kronologi Seorang Ayah Pukuli Anak Balitanya, Berawal Emosi Kalah Main Game Online

Kompas.com - 13/07/2021, 23:07 WIB
Ilustrasi kekerasan pada anak Shutterstock.comIlustrasi kekerasan pada anak
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Seorang pria berinisial RF di Sidoarjo, Jawa Timur, ditangkap polisi dan terancam kurungan penjara.

Pasalnya, ia tega menganiaya anak kandungnya sendiri yang masih balita. Peristiwa tersebut terjadi pada 29 Juni 2021.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan polisi, pelaku tega menganiaya anaknya tersebut karena emosi setelah kalah bermain game online.

"Saat itu pelaku baru pulang kerja, melihat rumah berantakan. Pelaku juga mengaku sedang emosi karena kalah main game online," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, Selasa (13/7/2021).

Baca juga: Kesal Kalah Main Game Online, Seorang Ayah Pukul Anaknya yang Masih Balita, Videonya Viral

Karena tidak bisa mengendalikan emosinya itu, pelaku kemudian melampiaskan kekesalannya ke anaknya tersebut.

Korban dipukuli beberapa kali hingga babak belur di depan kamar mandi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rekaman video yang memperlihatkan kasus penganiayaan itu kemudian viral di media sosial.

Mengetahui hal itu, pihaknya langsung melakukan pendalaman penyelidikan. Setelah mengantongi identitasnya, pelaku kemudian ditangkap di rumah orangtuanya di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, pada Minggu (11/7/2021).

Baca juga: Pengakuan Tukang Bubur Setelah Bayar Denda PPKM Rp 5 Juta, Uangnya Diganti Orang yang Mengaku Hamba Allah

Sementara dari hasil visum terhadap korban, diketahui ada bekas luka di bagian telinga, pipi dan kepala.

Akibat perbuatannya, RF dijerat Pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman paling lama tiga tahun enam bulan penjara.

Penulis : Kontributor Surabaya, Achmad Faizal | Editor : Dheri Agriesta



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gadis di Bawah Umur di Nganjuk Diduga Hendak Dijajakan ke Pria Hidung Belang, Digerebek Saat Konsumsi Sabu-sabu

Gadis di Bawah Umur di Nganjuk Diduga Hendak Dijajakan ke Pria Hidung Belang, Digerebek Saat Konsumsi Sabu-sabu

Regional
Pratu Ida Bagus Putu Gugur Ditembak KKB, Tahun Lalu Sempat Bantu Tangani Covid-19 di DIY

Pratu Ida Bagus Putu Gugur Ditembak KKB, Tahun Lalu Sempat Bantu Tangani Covid-19 di DIY

Regional
162 Anak di Tasikmalaya Kehilangan Orangtua akibat Pandemi Covid-19

162 Anak di Tasikmalaya Kehilangan Orangtua akibat Pandemi Covid-19

Regional
Bayi Laki-laki dari Pasien Covid-19 di RS Lapangan Dinyatakan Sehat dan Stabil

Bayi Laki-laki dari Pasien Covid-19 di RS Lapangan Dinyatakan Sehat dan Stabil

Regional
Mobil Ekspedisi di NTB Tabrak Warga yang Sedang Duduk di Pinggir Jalan hingga Terpental 6 Meter

Mobil Ekspedisi di NTB Tabrak Warga yang Sedang Duduk di Pinggir Jalan hingga Terpental 6 Meter

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, SD di Gunungkidul Hentikan PTM Terbatas

Ada Siswa Positif Covid-19, SD di Gunungkidul Hentikan PTM Terbatas

Regional
Kisah Tragis Seorang Istri Tewas Dianiaya Suami Usai Mengaku Jalan dengan Pria Lain

Kisah Tragis Seorang Istri Tewas Dianiaya Suami Usai Mengaku Jalan dengan Pria Lain

Regional
Wali Kota Malang Sutiaji Akhirnya Minta Maaf karena Gowes ke Pantai Kondang Merak

Wali Kota Malang Sutiaji Akhirnya Minta Maaf karena Gowes ke Pantai Kondang Merak

Regional
Siswa SMK Meninggal Usai Divaksin, Sempat Beri Tahu Petugas Riwayat Penyakit, tapi Kenapa Tetap Disuntik?

Siswa SMK Meninggal Usai Divaksin, Sempat Beri Tahu Petugas Riwayat Penyakit, tapi Kenapa Tetap Disuntik?

Regional
Terdampak Covid-19, Seniman di Purworejo Terima Bantuan dari Pembaca Kompas

Terdampak Covid-19, Seniman di Purworejo Terima Bantuan dari Pembaca Kompas

Regional
Agar Tak Muncul Klaster PTM, Pemkot Yogyakarta Larang Siswa Ngobrol di Luar Kelas

Agar Tak Muncul Klaster PTM, Pemkot Yogyakarta Larang Siswa Ngobrol di Luar Kelas

Regional
RSUP Sanglah Denpasar Kremasi 25 Jenazah Telantar

RSUP Sanglah Denpasar Kremasi 25 Jenazah Telantar

Regional
Unggahan di Medsos Berujung Tawuran, Sejumlah Remaja Putri Diamankan Polisi

Unggahan di Medsos Berujung Tawuran, Sejumlah Remaja Putri Diamankan Polisi

Regional
Masih Ada Guru Honorer Terima Rp 200.000 Sebulan, DPRD Magetan Siapkan Raperda Perlindungan Guru

Masih Ada Guru Honorer Terima Rp 200.000 Sebulan, DPRD Magetan Siapkan Raperda Perlindungan Guru

Regional
Gelagat Aneh Suami di Kota Malang Setelah Istrinya Ditemukan Tewas di Dalam Rumah, Serahkan Jaket ke ODGJ

Gelagat Aneh Suami di Kota Malang Setelah Istrinya Ditemukan Tewas di Dalam Rumah, Serahkan Jaket ke ODGJ

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.