Kronologi Seorang Pria Bunuh Temannya, Kesal Ditagih Utang, Pelaku Ditangkap

Kompas.com - 13/07/2021, 18:58 WIB
Ilustrasi olah TKP KOMPAS.COM/KOMPAS.comIlustrasi olah TKP

KOMPAS.com - Kesal sering ditagih utang, seorang pria di Lebak, Banten, berinisial S (55), nekat membunuh temannya sendiri, Jamingan (66), Senin (5/7/2021) lalu.

Korban tewas setelah mengalami luka tusuk di bagian perut atas.

Jasad korban ditemukan satu minggu kemudian, dalam konidisi membusuk oleh petani lokal di Desa Sajira, Kecamatan Sajira, Lebak, Sabtu, 10 Juli 2021. 

Baca juga: Polisi Tangkap Pelajar SMA yang Bunuh Tantenya karena Menolak Berhubungan Seks

Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Indik Rusmono mengatakan, pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku sudah direncanakan.

Sebab, sebelum membunuh temannya, pelaku terlebih dahulu mengajak korban ke rumah seorang wanita dengan menggunakan sepeda motor milik Jamingan, pada Senin, sekitar pukul 20.00 WIB.

Namun, sebelum sampai tujuan, pelaku meminta kepada koban untuk berhenti dengan alasan hendak buang air kecil.

"Saat di perjalanan, S minta turun pura-pura ingin kencing, korban juga kencing, saat itulah korban ditusuk menggunakan pisau," kata Indik di Polres Lebak, Selasa (13/7/2021).

Baca juga: Pria Asal Lebak Bunuh Teman Sendiri gara-gara Jengkel Ditagih Utang, Mayat Korban Dibiarkan Membusuk di Kebun

Setelah memastikan korban tewas, pelaku langsung kabur dan menutup jasad korban dengan ranting.

Setelah satu minggu kemudian, jasad korban ditemukan petani sekitar. Oleh warga penemuan itu dilaporkan ke polisi.

Polisi yang mendapat laporan warga langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi jasad korban.

Baca juga: Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 di Klaten Kuburkan Peti Mati Kosong, Ini Faktanya

Setelah melakukan serangkain penyelidikan dan penyidikan selama dua hari, polisi akhirnya berhasil menangkap S di persembunyiannya di sebuah gubuk tengah kebun di Kecamatan Leuwidamar, Lebak.

Kepada polisi, S mengakui perbuatannya yang telah membunuh temannya tersebut.

S mengaku, nekat membunuh korban karena ingin mengusai uang milik korban sebesar Rp 5.500.000 yang ada disimpan di bagasi motor.

Baca juga: Mamah, Minta Maaf, Saya Enggak Tahu kalau Akan Jadi seperti Ini

Selain itu, S juga mengaku nekat membunuh korban karena kesal sering ditagih utang oleh korban.

"Dia sering tagih utang terus, dua juta setengah, saya ngak punya uang ngak bisa bayar," kata S saat ditanya wartawan di Polres Lebak.

Bukan itu saja, S mengaku kesal kepada korban kaena kedapatan berkirim pesan di ponsel dengan seorang perempuan teman S.

Baca juga: Kronologi Vios Seret Motor Sejauh 200 Meter, Pengemudinya Ternyata Wanita, Viral di Medsos

Saat ini, polisi telah menetapkan S sebagai tersangka.

Atas perbuatannya, S dijerat Pasak berlapis yakni Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau hukuman seumur hidup atau hukuman selama-lamanya 30 tahun penjara.

Kemudian Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun, serta Pasal 365 Ayat 4 KUHP dengan ancaman terberat hukuman mati.

Baca juga: Kisah Tragis BL, Tewas Dibunuh Keponakannya yang Masih SMA karena Menolak untuk Berhubungan Badan

 

(Penulis : Kontributor Banten, Acep Nazmudin | Editor : Aprillia Ika)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Pemprov Kalbar Tilap Uang Pajak Bermotor Rp 1,5 Miliar

Oknum Pemprov Kalbar Tilap Uang Pajak Bermotor Rp 1,5 Miliar

Regional
Lakukan 197 Penindakan Selama 2021, Bea Cukai Malang Sita 14,7 Juta Batang Rokok Ilegal

Lakukan 197 Penindakan Selama 2021, Bea Cukai Malang Sita 14,7 Juta Batang Rokok Ilegal

Regional
Kunjungi SDN 3 Bandengan yang Belum Bisa PTM, Kadisdikbud Kendal: Kelas yang Tergenang Akan Ditinggikan

Kunjungi SDN 3 Bandengan yang Belum Bisa PTM, Kadisdikbud Kendal: Kelas yang Tergenang Akan Ditinggikan

Regional
Tebas Kaki Korban dengan Parang, Remaja di Minahasa Selatan Terancam 15 Tahun Penjara

Tebas Kaki Korban dengan Parang, Remaja di Minahasa Selatan Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Mengenal 6 Taman Nasional Indonesia yang Ditetapkan Sebagai Situs Warisan Dunia

Mengenal 6 Taman Nasional Indonesia yang Ditetapkan Sebagai Situs Warisan Dunia

Regional
Seorang Warga Bengkulu Tewas Diduga akibat Diserang Babi Hutan

Seorang Warga Bengkulu Tewas Diduga akibat Diserang Babi Hutan

Regional
Murid PAUD di Cianjur Meninggal Sehari Usai Divaksin Covid-19, Satgas: Diduga KIPI

Murid PAUD di Cianjur Meninggal Sehari Usai Divaksin Covid-19, Satgas: Diduga KIPI

Regional
Tembus Angka 111 di Awal Tahun, Kasus DBD di Manggarai Barat Tertinggi di NTT

Tembus Angka 111 di Awal Tahun, Kasus DBD di Manggarai Barat Tertinggi di NTT

Regional
8 Kiai Bergelar Pahlawan Nasional, Ada KH Hasyim Asyari hingga KH Ahmad Dahlan

8 Kiai Bergelar Pahlawan Nasional, Ada KH Hasyim Asyari hingga KH Ahmad Dahlan

Regional
Pelaku yang Rampok 1 Keluarga di Lombok Ditangkap

Pelaku yang Rampok 1 Keluarga di Lombok Ditangkap

Regional
Juli-Desember 2021, 322 Orang Positif Covid-19 Tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado

Juli-Desember 2021, 322 Orang Positif Covid-19 Tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado

Regional
Geger, Warga Jambi Temukan Bayi Perempuan yang Baru Lahir di Teras Rumah

Geger, Warga Jambi Temukan Bayi Perempuan yang Baru Lahir di Teras Rumah

Regional
Saat Bupati Blora Serahkan Kertas Berisi Permohonan kepada Jokowi

Saat Bupati Blora Serahkan Kertas Berisi Permohonan kepada Jokowi

Regional
Kasus Kematian Kakek SA, Bidang Propam Polda Kalsel Periksa 6 Anggota Polres Banjar

Kasus Kematian Kakek SA, Bidang Propam Polda Kalsel Periksa 6 Anggota Polres Banjar

Regional
Arteria Dahlan Minta Jaksa Agung Copot Kajati Rapat Berbahasa Sunda, Dedi Mulyadi: Apa Salahnya?

Arteria Dahlan Minta Jaksa Agung Copot Kajati Rapat Berbahasa Sunda, Dedi Mulyadi: Apa Salahnya?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.