Ini Aktivitas Pertama Gubernur Papua Lukas Enembe Setelah Pulang Berobat dari Singapura

Kompas.com - 12/07/2021, 18:49 WIB
Gubernur Papua, Lukas Enembe (baju hitam abu-abu putih), hendak meninggalkan lokasi raoat yang ia gelar bersama partai koalisi pendukungnya, Jayapura, Papua,Senin (12/7/2021) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIGubernur Papua, Lukas Enembe (baju hitam abu-abu putih), hendak meninggalkan lokasi raoat yang ia gelar bersama partai koalisi pendukungnya, Jayapura, Papua,Senin (12/7/2021)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Setelah menjalani pengobatan di Singapura sejak 9 Mei 2021, Gubernur Papua Lukas Enembe tiba di Jayapura pada Jumat (9/7/2021).

Lukas Enembe kembali menjalankan tugas sebagai Gubernur Papua pada Senin (12/7/2021). 

Baca juga: Kembali ke Papua, Gubernur Lukas Enembe Imbau Masyarakat Tak Sambut Kepulangannya

Aktivitas pertama Lukas dimulai dengan silaturahmi bersama perwakilan delapan partai koalisi Lukas Enembe-Klemen Tinal Jilid II.

"Pertemuan hari ini adalah silahturahmi antara gubernur selaku kepala daerah dan juga Ketua DPD Partai Demokrat Papua bersama delapan partai koalisi Lukas Enembe-Klemen Tinal jilid II. Silahturahmi ini diinisiasi oleh Partai Demokrat untuk memulai komunikasi dengan partai koalisi terkait pengisian kekosongan jabatan wakil gubernur," ujar juru bicara Gubernur Papua, Muhammad Rifai Darus di Jayapura, Senin.

Rapat itu membahas posisi wakil gubernur yang kosong setelah Klemen Tinal meninggal pada 21 Mei 2021.

Saat meninggalkan lokasi rapat, ajudan dan keluarga belum mengizinkan Lukas untuk melayani permintaan wawancara kepada wartawan yang telah menunggu di lokasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Rifai memastikan kondisi kesehatan Lukas Enembe membaik.

"Lukas Enembe sudah jauh membaik. Bapak gubernur dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua yang telah mendoakan beliau hingga bisa kembali ke Papua," kata dia.

Menurut Rifai, gubernur juga memberi perhatian serius terhadap perkembangan kasus Covid-19 di Papua yang tengah mengalami kenaikan.

Baca juga: RSUD Soetomo Surabaya Ubah Gedung Parkir 5 Lantai Jadi Ruang Isolasi Covid-19 Berkualitas HCU

Ia pun menyampaikan rasa duka cita atas banyaknya masyarakat Papua yang meninggal karena terpapar Covid-19.

"Beliau juga menyampaikan duka yang mendalam terhadap masyarakat Papua yang meninggal karena Covid-19, oleh karena itu prokes harus dijaga lebih ketat lagi," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Kampung di Surabaya Sabet Penghargaan Program Kampung Iklim dari Kementerian LHK

10 Kampung di Surabaya Sabet Penghargaan Program Kampung Iklim dari Kementerian LHK

Regional
Laporan Korban Perkosaan Ditolak Polisi, Alasannya karena Belum Vaksin

Laporan Korban Perkosaan Ditolak Polisi, Alasannya karena Belum Vaksin

Regional
Nihil Kasus Baru dan Lokasi Isoter Tutup, PPKM Kota Magelang Turun ke Level 2

Nihil Kasus Baru dan Lokasi Isoter Tutup, PPKM Kota Magelang Turun ke Level 2

Regional
Cari Pakan Sapi, Kakek 65 Tahun Tewas Jatuh dari Pohon Trembesi Setinggi 17 Meter

Cari Pakan Sapi, Kakek 65 Tahun Tewas Jatuh dari Pohon Trembesi Setinggi 17 Meter

Regional
Polisi Nyaris Dibacok Saat Hampiri Pria yang Berkata Kasar Padanya

Polisi Nyaris Dibacok Saat Hampiri Pria yang Berkata Kasar Padanya

Regional
Beredar Kabar Kapal dari Nunukan Bisa Kembali Berlayar ke Malaysia, Ini Faktanya

Beredar Kabar Kapal dari Nunukan Bisa Kembali Berlayar ke Malaysia, Ini Faktanya

Regional
Kota Tegal PPKM Level 1, Wali Kota: Warga Jangan Euforia

Kota Tegal PPKM Level 1, Wali Kota: Warga Jangan Euforia

Regional
Ketahuan Main Judi Online, 2 Pemuda Dicambuk

Ketahuan Main Judi Online, 2 Pemuda Dicambuk

Regional
Armuji Bersihkan Taman Bungkul, Akankah Area Publik Dibuka Usai Surabaya Masuk PPKM Level 1?

Armuji Bersihkan Taman Bungkul, Akankah Area Publik Dibuka Usai Surabaya Masuk PPKM Level 1?

Regional
Keramba Ikan Nelayan di Kukar Hancur Berantakan Ditabrak Ponton Batu Bara

Keramba Ikan Nelayan di Kukar Hancur Berantakan Ditabrak Ponton Batu Bara

Regional
OTK Kibarkan Bendera Bintang Kejora di Tower Setinggi 42 Meter di Manokwari, Ini Penjelasan Polisi

OTK Kibarkan Bendera Bintang Kejora di Tower Setinggi 42 Meter di Manokwari, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Mantan Kepala UPTD Samsat Malingping Dituntut 7 Tahun Penjara

Mantan Kepala UPTD Samsat Malingping Dituntut 7 Tahun Penjara

Regional
PPKM di DIY Turun ke Level 2, Sultan HB X Tetap Minta Warganya Tak Bepergian

PPKM di DIY Turun ke Level 2, Sultan HB X Tetap Minta Warganya Tak Bepergian

Regional
Polda Jateng Terima Aduan 34 Pinjol Ilegal, Cek Daftarnya

Polda Jateng Terima Aduan 34 Pinjol Ilegal, Cek Daftarnya

Regional
Polisi Sebut 2 Pinjol Peneror Wagub Lampung Ilegal, OJK: Jika Diteror, Blokir Nomornya

Polisi Sebut 2 Pinjol Peneror Wagub Lampung Ilegal, OJK: Jika Diteror, Blokir Nomornya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.