Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/07/2021, 19:13 WIB

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Video seorang petugas puskesmas yang diduga menolak pasien beredar di media sosial.

Lokasi dalam video tersebut adalah Puskesmas Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rekaman video tersebut diunggah di akun grup Facebook Suara Warga Desa Situ Udik Cibungbulang Bogor, pada Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Semua RS Menolak Agustin Saat Akan Melahirkan karena Positif Covid-19

Dalam narasi video itu disebutkan bahwa petugas tersebut beralasan bahwa puskesmas tutup dan sedang tidak melayani pasien.

Padahal, dari dalam puskesmas terdengar suara orang yang sedang bernyanyi atau berkaraoke.

Narasi dalam video tersebut menuliskan, "Puskesmas Desa Situ Udik pada jam kerja seharusnya melayani pasien yang hendak ingin berobat, malah tutup, sibuk asyik karokean. Sumber informasi group WhatsApp Kab Bogor Barat 9/Juli/2021,".

Video berdurasi 1 menit 43 detik itu memperlihatkan sejumlah warga sedang membutuhkan layanan darurat untuk berobat.

Sedangkan, pintu puskesmas tertutup tirai dan digembok.

Dalam rekaman video itu terlihat seorang wanita hamil mengenakan daster merah melapor sambil teriak.

Kemudian, satu orang lagi merekam sambil teriak ingin berobat karena positif Covid-19. 

Tak lama kemudian, seorang petugas berkemeja cokelat membuka pintu puskesmas.

Namun, saat pintu dibuka, terdengar bunyi nyaring seperti suara orang yang sedang berkaraoke. 

"Pak, saya mau lapor, bisa dimatiin dulu enggak itu (musiknya)," kata seorang wanita sambil merekam video.

Baca juga: Ambulans Klinik di Kabupaten Bogor Hilang Dicuri

Diiringi suara bising dari dalam puskesmas itu, wanita tersebut kembali mencoba menjelaskan kepada petugas mengenai maksud kedatangannya.

Selanjutnya, wanita yang tengah hamil tua menuturkan keperluannya untuk rujukan BPJS.

Sementara wanita yang merekam itu melaporkan bahwa dirinya dinyatakan positif Covid-19. 

"Saya dari Cemplang, tadi berobat ke puskesmas yang di Cibatok. Saya ini sehabis antigen, positif. Terus dari puskesmas di sana, disuruh ke sini lapornya," kata wanita yang merekam video.

Petugas puskesmas itu tetap menolak melayani warga, dengan alasan sedang tutup.

Hingga akhir video, petugas terus memberikan jawaban bahwa layanan telah tutup dan warga diminta kembali esok hari. 

 

Klarifikasi kepala puskesmas

Sementara itu, Kepala Puskesmas Situ Udik drg Lenny Asyita membenarkan kejadian dalam video tersebut.

Ia pun menjelaskan soal dugaan pegawainya berkaraoke.

Menurut Lenny, pegawainya hanya mendengarkan musik dari YouTube sambil bernyanyi.

Ia mengatakan bahwa saat kejadian itu ada tiga pegawai di dalam puskesmas.

Namun, hanya dua pegawai yang sedang bernyanyi, yaitu dua orang bidan.

Sementara satu orang OB tidak ikut bernyanyi.

"Bukan, mereka sedang mendengarkan YouTube saja, karena kebetulan ada mic di meja yang untuk panggil pasien. Ya mereka langsung spontan begitu ambil mic nyanyi ngikutin lagu di YouTube. Jadi nyanyi lewat YouTube saja, kita kan enggak punya fasilitas karaokean," ujar Lenny saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (10/7/2021).

Menurut Lenny, video yang membuat resah warga itu sudah ditindaklanjuti oleh pihak puskesmas.

Lenny mengaku sudah memanggil dan memberi peringatan keras kepada tiga staf yang terlibat.

"Lewat surat tertulis mereka tanda tangan, nanti sanksinya sedang kita pelajari, karena ini perbuatan ada tingkatannya. Jadi kami pelajari dulu," kata Lenny.

Lenny pun membantah soal penolakan pasien.

"Pasien yang ada di video viral itu enggak ditolak kok, tetap dilayani kok. Bidan saya keluar saat itu, karena pasiennya mengaku positif Covid-19. Jadi enggak ada penolakan. Nah warga itu enggak rekam video pas kita layani. Kalau yang hamil itu hanya tanya soal BPJS," kata Lenny.

Sementara itu, mengenai pria yang meminta agar pasien kembali pada esok hari, menurut Lenny, pria tersebut adalah office boy yang tidak memahami persoalan.

"Kalau pria baju cokelat itu ya namanya OB, dia pikir karena sudah mau Jumatan ya dia akhirnya bilang suruh balik besok, dan itu enggak ditolak," kata Lenny.

Menurut Lenny, ketiga pegawai puskesmas sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pernah Terjerat Kasus Korupsi, Mantan Ketua DPD RI Irman Gusman Maju Jadi Calon Senator

Pernah Terjerat Kasus Korupsi, Mantan Ketua DPD RI Irman Gusman Maju Jadi Calon Senator

Regional
Video TikTok Suami di Lampung Kurung Istri dan Anaknya yang Sakit di Dalam Rumah, Ini Penjelasan Polisi

Video TikTok Suami di Lampung Kurung Istri dan Anaknya yang Sakit di Dalam Rumah, Ini Penjelasan Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 28 Januari 2023

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 28 Januari 2023

Regional
BBM di Lembata NTT Langka, Harga Eceran Tembus Rp 25.000 Per Liter

BBM di Lembata NTT Langka, Harga Eceran Tembus Rp 25.000 Per Liter

Regional
Pria di NTT Tewas Tertimpa Alat Berat di Proyek Pembangunan Jalan Perbatasan RI-Timor Leste

Pria di NTT Tewas Tertimpa Alat Berat di Proyek Pembangunan Jalan Perbatasan RI-Timor Leste

Regional
Mengenal Suku Tidung: Pakaian Adat, Rumah Adat, dan Dayak

Mengenal Suku Tidung: Pakaian Adat, Rumah Adat, dan Dayak

Regional
Jembatan Gantung Tiba-tiba Putus, 1 Anggota TNI dan 3 Polisi Hanyut di Sungai Digul Pegunungan Bintang

Jembatan Gantung Tiba-tiba Putus, 1 Anggota TNI dan 3 Polisi Hanyut di Sungai Digul Pegunungan Bintang

Regional
Sengketa Tanah di Gajahmungkur Semarang, TNI AL Bantah Pernyataan BPN soal Bukti Kepemilikan

Sengketa Tanah di Gajahmungkur Semarang, TNI AL Bantah Pernyataan BPN soal Bukti Kepemilikan

Regional
Sang Ibu Sebut Nono Bocah Juara Sempoa Dunia Tolak Hadiah Mobil dari Astra, Ini Alasannya

Sang Ibu Sebut Nono Bocah Juara Sempoa Dunia Tolak Hadiah Mobil dari Astra, Ini Alasannya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 Januari 2023

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 Januari 2023

Regional
Dedi Mengaku Dapat Bisikan Gaib Saat Bunuh Istri, Sempat Minta Maaf ke Kakak Ipar hingga Sering Bilang Minta Cerai

Dedi Mengaku Dapat Bisikan Gaib Saat Bunuh Istri, Sempat Minta Maaf ke Kakak Ipar hingga Sering Bilang Minta Cerai

Regional
Mobil Dinas Protokoler Wagub Jateng Terguling di Tol Batang, Bermula Ban Pecah

Mobil Dinas Protokoler Wagub Jateng Terguling di Tol Batang, Bermula Ban Pecah

Regional
Gelombang di Laut Natuna Capai 9 Meter, Basarnas Minta Nelayan dan Kapal Tak Nekat Melaut

Gelombang di Laut Natuna Capai 9 Meter, Basarnas Minta Nelayan dan Kapal Tak Nekat Melaut

Regional
Hengkang dari NasDem, Suami Wagub NTB Jadi Ketua DPW Perindo

Hengkang dari NasDem, Suami Wagub NTB Jadi Ketua DPW Perindo

Regional
Tipu Seorang Perempuan, Polisi Gadungan Berpangkat Brigadir Jadi Buruan Polda Sumsel

Tipu Seorang Perempuan, Polisi Gadungan Berpangkat Brigadir Jadi Buruan Polda Sumsel

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.