106 Warganya Diisolasi, Desa di Kabupaten Semarang Kehabisan Dana

Kompas.com - 09/07/2021, 17:43 WIB
Bupati Semarang Ngesti Nugraha memberi semangat warga yang menjalani isolasi akibat Covid-19. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANABupati Semarang Ngesti Nugraha memberi semangat warga yang menjalani isolasi akibat Covid-19.

UNGARAN, KOMPAS.com - Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kehabisan dana desa karena harus membiayai kebutuhan 106 warganya yang harus diisolasi.

Sejumlah warga yang terjangkit Covid-19 itu diisolasi di dua rumah singgah yang dikelola pemerintah desa.

Kepala Desa Banyubiru Sri Anggoro Siswaji mengatakan, dana desanya habis untuk bantuan sembako warga yang terjangkit virus corona.

"Kami mengajukan pemohonan bantuan ke Pemkab agar logistik aman," kata Sri di Balai Desa Banyubiru, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: DIY Hanya Andalkan Gotong Royong Warga dan Dana Desa Bantu Pasien Isolasi Mandiri di Rumah

Bantuan yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Semarang berupa paket sembako kepada 51 warga Desa Banyubiru yang menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan bantuan sembako yang diberikan sebagai bentuk dukungan kepada pemdes untuk membantu memenuhi kebutuhan harian para pasien positif Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya paham para perangkat desa dan relawan sudah capai menangani Covid-19. Tapi kita harus semangat membantu orang lain yang sedang sakit,” tegasnya.

Terkait rencana Pemdes Banyubiru membeli oksigen berikut tabung dan peralatan lainnya dengan Dana Desa, Ngesti menegaskan diperbolehkan.

"Pembelian harus dilakukan secara nyata dan dilengkapi bukti-bukti pembelian yang sah," paparnya.

Baca juga: Selewengkan Dana Desa Saat Masih Menjabat, Mantan Kades di Cianjur Jadi Tersangka Tipikor

Dia mengimbau para perangkat desa untuk tetap semangat menangani kasus Covid-19 di Banyubiru.

Ditegaskan, penanganan pandemi ini memerlukan kerja sama dan gotong royong semua pihak termasuk pemerintah desa.

Kepala Dinas Sosial M Gunadi menjelaskan dana cadangan bantuan sembako sebesar Rp 1,5 miliar.

Dana itu direncanakan untuk pengadaan 5.000 paket sembako bagi warga yang menjalani isolasi mandiri maupun yang ditangani desa.

“Bilamana alokasi dana desa untuk bantuan sembako habis, dana itu bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Baca juga: Kasus Korupsi Dana Desa Rp 222 Juta, Jaksa Geledah Kantor Dinas PMD Kabupaten Manggarai

Sampai dengan awal semester II tahun 2021, lanjutnya, sudah disalurkan 250 paket bantuan di beberapa desa.

Paket bantuan berisi antara lain beras 10 kilogram, minyak goreng, gula dan makanan cepat saji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terungkap, Penjual Jamu Asal Blitar yang Tewas di Ranjang Ternyata Dibunuh Suaminya

Terungkap, Penjual Jamu Asal Blitar yang Tewas di Ranjang Ternyata Dibunuh Suaminya

Regional
Diduga Dikunjungi Kerabat dari Luar Kota, 6 Orang Dalam 1 Keluarga di Blitar Positif Covid-19

Diduga Dikunjungi Kerabat dari Luar Kota, 6 Orang Dalam 1 Keluarga di Blitar Positif Covid-19

Regional
Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Regional
Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Regional
Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Regional
Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Regional
Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Regional
Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Regional
Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Regional
Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Regional
Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Regional
Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Regional
Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Regional
Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Regional
BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.