KPPU Investigasi Kenaikan Harga Tabung dan Biaya Isi Ulang Oksigen di Jatim, Bali, dan NTB

Kompas.com - 09/07/2021, 07:49 WIB
Ilustrasi: Pekerja mengisi ulang tabung oksigen untuk kebutuhan medis di Banda Aceh, Aceh, Selasa (29/6/2021) ANTARA FOTO/SYIFA YULINNASIlustrasi: Pekerja mengisi ulang tabung oksigen untuk kebutuhan medis di Banda Aceh, Aceh, Selasa (29/6/2021)

SURABAYA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah IV Surabaya mulai menginvestigasi kenaikan harga tabung dan biaya pengisian oksigen di sejumlah daerah di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu terakhir.

Harga tabung dan biaya pengisian oksigen disebut naik signifikan akibat tingginya permintaan pasar.

"Akibatnya masyarakat sangat sulit mendapatkan tabung dan biaya pengisian tabung oksigen dengan harga normal," kata Kepala KPPU Wilayah IV Surabaya Dendy Rakhmad Sutrisno di Surabaya, Kamis (8/7/2021).

KPPU memantau harga tabung dan biaya pengisian oksigen di 12 daerah, yakni Madiun, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, Bali, Banyuwangi, Jember, Mojokerto, Kediri, Denpasar, dan Mataram.

Baca juga: Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 dari RSUD, lalu Blokade Jalan Penghubung 3 Kabupaten

Dari hasil pemantauan itu, diketahui harga tabung oksigen ukuran 1 M3 yang biasanya dijual Rp 700.000 hingga Rp 800.000, kini menjadi Rp 1,2 juta hingga Rp 2,1 juta.

Sedangkan harga isi ulang tabung oksigen yang sebelumnya Rp 30.000 per M3 kini menjadi Rp 150.000 per M3.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harga tabung oksigen terendah terpantau di Mataram dengan harga Rp 900.000. Sementara paling mahal terpantau di Banyuwangi yakni Rp 2,1 juta.

Sementara biaya isi ulang terendah masih terpantau di Mataram, Rp 30.000 per M3. Harga tertinggi terpantau di Surabaya yakni Rp 150.000 per M3.

 

KPPU akan melakukan investigasi untuk mencari tahu dugaan pelanggaran hukum dalam tindakan itu.

"Sejumlah pelaku usaha akan diperiksa khususnya yang terindikasi melakukan pelanggaran persaingan usaha," terangnya.

Baca juga: Stok Oksigen di Surabaya Aman, tetapi Kekurangan Plasma Konvalesen

Sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2021, pelaku usaha dapat dijatuhi denda hingga 10 persen dari total penjualan produk tersebut jika terbukti melanggar aturan persaingan usaha.

"KPPU juga terus berkoordinasi dengan Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19  maupun lembaga penegak hukum lain untuk saling bertukar informasi guna menjaga keamanan pasokan tersebut," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Hari Screening di Gunungkidul, Ditemukan 21 Pelajar Positif Covid-19

2 Hari Screening di Gunungkidul, Ditemukan 21 Pelajar Positif Covid-19

Regional
ODGJ Bunuh 5 Orang di OKU, Polisi: Setahun Lebih Tak Keluar Rumah

ODGJ Bunuh 5 Orang di OKU, Polisi: Setahun Lebih Tak Keluar Rumah

Regional
Sederet Fakta Penangkapan Temianus Magayang, Pentolan KKB di Yahukimo

Sederet Fakta Penangkapan Temianus Magayang, Pentolan KKB di Yahukimo

Regional
Pengedar Sabu Sasar Petani Rumput Laut di Perbatasan RI-Malaysia, Disebut untuk Tambah Stamina

Pengedar Sabu Sasar Petani Rumput Laut di Perbatasan RI-Malaysia, Disebut untuk Tambah Stamina

Regional
Sempat Masuk DPO, Pentolan KKB Yahukimo Ditangkap Satgas Nemangkawi

Sempat Masuk DPO, Pentolan KKB Yahukimo Ditangkap Satgas Nemangkawi

Regional
Kronologi ODGJ Bunuh 5 Warga di OKU Sumsel

Kronologi ODGJ Bunuh 5 Warga di OKU Sumsel

Regional
9 Orang Jadi Tersangka Perusakan Kotak Suara dan Pemukulan Polisi di Dairi

9 Orang Jadi Tersangka Perusakan Kotak Suara dan Pemukulan Polisi di Dairi

Regional
Mobil Tercebur ke Rawa Sedalam Dua Meter, Tiga Orang Tewas

Mobil Tercebur ke Rawa Sedalam Dua Meter, Tiga Orang Tewas

Regional
Tertangkap Basah Curi Motor, Maling Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi

Tertangkap Basah Curi Motor, Maling Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi

Regional
Taksi Terbang EHang 216 Lakukan Uji Coba di Bali

Taksi Terbang EHang 216 Lakukan Uji Coba di Bali

Regional
Berawal dari Terapi Patah Tulang, Dicky Ketagihan Lari hingga Jadi Atlet Marathon

Berawal dari Terapi Patah Tulang, Dicky Ketagihan Lari hingga Jadi Atlet Marathon

Regional
Sedang Tidur di Kamar Bersama Ibu, Bayi 2 Tahun Tewas Tertimpa Tembok yang Tiba-tiba Roboh

Sedang Tidur di Kamar Bersama Ibu, Bayi 2 Tahun Tewas Tertimpa Tembok yang Tiba-tiba Roboh

Regional
Alami Luka Tembak di Kaki, Tokoh KKB Temianus Magayang Dievakuasi ke RS Bhayangkara Jayapura

Alami Luka Tembak di Kaki, Tokoh KKB Temianus Magayang Dievakuasi ke RS Bhayangkara Jayapura

Regional
Cerita Satu Keluarga Asal Jakarta Kompak Jadi Copet di Mandalika, dari WSBK hingga Rencana Aksi di MotoGP 2022

Cerita Satu Keluarga Asal Jakarta Kompak Jadi Copet di Mandalika, dari WSBK hingga Rencana Aksi di MotoGP 2022

Regional
13 Rumah di Asrama Brimob Lhokseumawe Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp 1,5 Miliar

13 Rumah di Asrama Brimob Lhokseumawe Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp 1,5 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.