Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/07/2021, 17:35 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Ketersediaan oksigen dalam tabung ataupun oksigen cair di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai aman dan tidak ada masalah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Hamzi Fikri mengatakan, ketersediaan oksigen saat ini mencapai 220 ton per bulan.

"Dari 220 ton itu hanya 80 ton yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit kita di NTB. Jadi masih ada sisa yang bisa digunakan untuk antisipasi, jika ada lonjakan kebutuhan," kata Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Kapan Saturasi Oksigen Dianggap Berbahaya dan Harus ke Rumah Sakit?

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dikes NTB Badarudin menjelaskan, berdasarkan data yang dikirim, jumlah oksigen di sejumlah rumah sakit di wilayah NTB masih tergolong aman.

Masyarakat diminta tidak perlu khawatir.

"Sejak Lebaran kemarin, Dinkes Provinsi sudah mengeluarkan surat edaran untuk menyiapkan segala kebutuhan penanganan Covid-19, termasuk oksigen. Jadi ketersediaan kita masih aman," kata Badarudin.

Baca juga: Isoman, Berapa Batas Aman Saturasi Oksigen dan Kapan Butuh Bantuan Medis?

Secara rinci, dari 9 rumah sakit di wilayah Kota Mataram, tercatat 3 rumah sakit yang oksigennya mengunakan saluran atau mengunakan oksigen cair.

Sementara sisanya mengunakan oksigen tabung.

Saat ini, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB tersedia 40 saluran oksigen.

Kemudian, RSUD Kota Mataram 16 saluran; Rumah Sakit Siloam 2 saluran; Rumah Sakit Harapan Keluarga 1 saluran; Rumah Sakit Mutiara Sukma 10 tabung oksigen; dan Rumah Sakit Universitas Mataram (Unram) 30 tabung.

Berikutnya, Rumah Sakit Bayangkara dan Wira Bhakti masing-masing tersedia 25 tabung oksigen.

"Itu yang tersentral merupakan oksigen cair yang berada di tabung besar, diolah oleh sistem dan masuk ke setiap bangsal. Tapi kalau jumlah detail isi saluran oksigen di masing-masing rumah sakit, datanya ada di RS. Kita mendapatkan data berdasarkan RS online yang terhubung dengan pusat dan mengontrol ketersediaan sarana kesehatan di seluruh Indonesia," kata Badarudin.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Magnitudo 5 Guncang Morotai Maluku Utara

Gempa Magnitudo 5 Guncang Morotai Maluku Utara

Regional
Kisah Advokat Muda di Bengkulu Ajarkan Warga Olah Sampah, Kini Tak Perlu Lagi Tukang Sampah

Kisah Advokat Muda di Bengkulu Ajarkan Warga Olah Sampah, Kini Tak Perlu Lagi Tukang Sampah

Regional
Momen Jokowi Belanja Sepatu Kets Tenun Bali di Sentra Tenun Jembrana

Momen Jokowi Belanja Sepatu Kets Tenun Bali di Sentra Tenun Jembrana

Regional
Pria Paruh Baya di Bima Hilang Setelah Terseret Banjir Saat Seberangi Sungai

Pria Paruh Baya di Bima Hilang Setelah Terseret Banjir Saat Seberangi Sungai

Regional
Wanita yang Melompat dari Kapal ke Perairan Danau Toba Ditemukan Tewas

Wanita yang Melompat dari Kapal ke Perairan Danau Toba Ditemukan Tewas

Regional
Kabar Penculikan Anak Tersebar di Surabaya, Wali Kota Pastikan Semuanya Hoaks

Kabar Penculikan Anak Tersebar di Surabaya, Wali Kota Pastikan Semuanya Hoaks

Regional
5 Peristiwa Maling Kembalikan Hasil Curian ke Pemiliknya, Ada yang Kirim Surat Via Ojek Online

5 Peristiwa Maling Kembalikan Hasil Curian ke Pemiliknya, Ada yang Kirim Surat Via Ojek Online

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kepsek Meninggal Saat Selingkuh di Hotel dengan Guru | Karut-marut Program Petani Milenial Jabar

[POPULER NUSANTARA] Kepsek Meninggal Saat Selingkuh di Hotel dengan Guru | Karut-marut Program Petani Milenial Jabar

Regional
Kisah Rahmad, Bocah Miskin Asal Aceh, Bawa Becak Butut Sejauh 160 Km demi Antar Ayahnya ke Rumah Sakit

Kisah Rahmad, Bocah Miskin Asal Aceh, Bawa Becak Butut Sejauh 160 Km demi Antar Ayahnya ke Rumah Sakit

Regional
Pesan Gibran ke Buruh di Solo: Kalau Pembayaran UMK Tidak Sesuai, Segera Laporkan

Pesan Gibran ke Buruh di Solo: Kalau Pembayaran UMK Tidak Sesuai, Segera Laporkan

Regional
Kadisdik Salatiga Sebut Maraknya Hoaks Penculikan Anak Sudah Cukup Meresahkan Warga

Kadisdik Salatiga Sebut Maraknya Hoaks Penculikan Anak Sudah Cukup Meresahkan Warga

Regional
Ketika Wali Kota Semarang Tegur OPD yang Tak Serius Garap Potensi PAD

Ketika Wali Kota Semarang Tegur OPD yang Tak Serius Garap Potensi PAD

Regional
Pantai Wartawan di Lampung Salatan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Wartawan di Lampung Salatan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Isu Percobaan Penculikan Beredar Lewat WA, Bupati Sleman Minta Orangtua Tidak Panik

Isu Percobaan Penculikan Beredar Lewat WA, Bupati Sleman Minta Orangtua Tidak Panik

Regional
Menteri LHK Resmikan Pemanfaatan Sarana Taman Nasional Komodo untuk Keperluan Wisata Alam, Edukasi, dan Riset

Menteri LHK Resmikan Pemanfaatan Sarana Taman Nasional Komodo untuk Keperluan Wisata Alam, Edukasi, dan Riset

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.