Ada PPKM Mikro di Padang, Kafe dan Resto Batal Buka sampai Pukul 12 Malam

Kompas.com - 08/07/2021, 16:49 WIB
Ilustrasi kafe rooftop indoor. SHUTTERSTOCK/I VIEWFINDERIlustrasi kafe rooftop indoor.

PADANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat, menunda pemberlakuan jam operasional rumah makan, resto, dan tempat hiburan sampai pukul 12 malam sampai waktu yang memungkinkan.

Hal ini disebabkan karena Kota Padang melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Aturan tersebut kan belum diberlakukan. Rencananya pada 12 Juli mendatang, namun kita tunda dulu, " kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Arfian, Kamis (8/7/2021), melalui telepon.

Baca juga: Per 12 Juli, Kafe, Resto, dan Tempat Hiburan di Padang Boleh Buka sampai Pukul 12 Malam

Pemkot Padang sendiri mengeluarkan surat edaran untuk PPKM mikro yang mengatur untuk jam operasional kafe, restoran, dan rumah makan.

Dalam surat edaran tersebut, restoran, kafe, dan rumah makan hanya boleh beroperasi sampai pukul 5 sore dan hanya boleh menerima pelanggan sebanyak 25 persen dari kapasitas.

Sedangkan untuk layanan bawa pulang atau take away diperbolehkan sampai pukul 8 malam.

Baca juga: Viral Video Ibu-ibu Sebut Padang Bebas Corona, Gubernur: Jangan Provokatif, Sumbar Zona Merah


Sebelumnya, meski angka positif Covid-19 masih tinggi, Pemerintah Kota Padang justru melonggarkan jam operasional rumah makan, restoran, dan lainnya.

"Dalam surat edaran yang lama, batas jam operasional hanya sampai jam 10 malam. Namun, kita perpanjang sampai jam 12 malam, " ujar Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Arfian, Rabu (7/7/2021) melalui telepon.

Lebih jauh dikatakan Arfian, para pengusaha harus mematuhi protokol kesehatan. Bagi yang tidak mematuhi jam operasional dan prokes, akan diberi sanksi tegas.

"Untuk sanksi administrasinya yaitu sebesar Rp 500.000, jika masih membandel maka akan diberi sanksi penjara sesuai aturan yang berlaku di dalam perda, " katanya.

Arfian mengatakan, saat ini masih dalam tahap sosialisasi dan baru akan diberlakukan pada 12 Juli mendatang.

"Salah satu alasan kita memberikan toleransi dengan memperpanjang jam operasional itu adalah agar perekonomian bisa meningkat," ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan Arfian, salah satu penyebab tingginya angka positif Covid-19 di Padang adalah banyaknya dilakukan tes swab.

"Jika tidak dilakukan tes swab, bisa jadi angka positif Covid-19 kita rendah. Namun, karena kita banyak melakukan tes swab, makanya angka positif Covid-19 tinggi," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Sopir Angkot Selamat Saat Kecelakaan Rapak Balikpapan, Mobil Berputar dan Terlempar 10 Meter

Cerita Sopir Angkot Selamat Saat Kecelakaan Rapak Balikpapan, Mobil Berputar dan Terlempar 10 Meter

Regional
Hampiri Orang yang Berkata Kasar, Bocah SD di Sukabumi Malah Dikeroyok

Hampiri Orang yang Berkata Kasar, Bocah SD di Sukabumi Malah Dikeroyok

Regional
Kasusnya Akan Disidangkan, Sopir Vanessa Angel Masuk Lapas Jombang

Kasusnya Akan Disidangkan, Sopir Vanessa Angel Masuk Lapas Jombang

Regional
Jenazah Putut Gunawan akan Disemayamkan di Gedung DPRD Solo Sebelum Dimakamkan

Jenazah Putut Gunawan akan Disemayamkan di Gedung DPRD Solo Sebelum Dimakamkan

Regional
Kakek 77 Tahun Pemerkosa Anak Perempuan di Tasikmalaya Terancam 15 Tahun Penjara

Kakek 77 Tahun Pemerkosa Anak Perempuan di Tasikmalaya Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Kisah Salah Satu Korban Kecelakaan Balikpapan, Fatmawati Meninggal Saat Antarkan Kue Jualan

Kisah Salah Satu Korban Kecelakaan Balikpapan, Fatmawati Meninggal Saat Antarkan Kue Jualan

Regional
Ketua Komisi IV DPRD Solo Putut Gunawan Meninggal Dunia

Ketua Komisi IV DPRD Solo Putut Gunawan Meninggal Dunia

Regional
13 Selosong Peluru Ditemukan di Lokasi Penembakan 5 Prajurit TNI di Papua

13 Selosong Peluru Ditemukan di Lokasi Penembakan 5 Prajurit TNI di Papua

Regional
Cerita Jamlos, Bocah SMP di Perbatasan RI – Malaysia Selamatkan Orangtuanya dari Kebakaran

Cerita Jamlos, Bocah SMP di Perbatasan RI – Malaysia Selamatkan Orangtuanya dari Kebakaran

Regional
Wali Kota Cilegon Janjikan Beasiswa untuk Anak Korban Kecelakaan Maut di Balikpapan

Wali Kota Cilegon Janjikan Beasiswa untuk Anak Korban Kecelakaan Maut di Balikpapan

Regional
Gempa M 6,0 Guncang Talaud Sulut, BMKG: 1 Korban Luka, 2 Rumah Rusak

Gempa M 6,0 Guncang Talaud Sulut, BMKG: 1 Korban Luka, 2 Rumah Rusak

Regional
Karyawati BRI Link Kejar Perampok yang Gasak Rp 50 Juta dari Tempat Kerjanya, Aksinya Terhenti Setelah Ditembak Pelaku

Karyawati BRI Link Kejar Perampok yang Gasak Rp 50 Juta dari Tempat Kerjanya, Aksinya Terhenti Setelah Ditembak Pelaku

Regional
Seorang Warga Cilacap Jadi Korban Kecelakaan Maut Rapak Balikpapan

Seorang Warga Cilacap Jadi Korban Kecelakaan Maut Rapak Balikpapan

Regional
Dinsos Tasikmalaya Jamin Biaya Hidup Korban Pemerkosaan Kakek 77 Tahun

Dinsos Tasikmalaya Jamin Biaya Hidup Korban Pemerkosaan Kakek 77 Tahun

Regional
Usut Tewasnya Warga Usai Pesta Miras di Blora, Polisi Lakukan Otopsi

Usut Tewasnya Warga Usai Pesta Miras di Blora, Polisi Lakukan Otopsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.