Diduga Depresi karena Positif Covid-19, Pria Ini Sekap dan Lukai Balita Tetangganya dengan Sadis

Kompas.com - 07/07/2021, 17:36 WIB
Ilustrasi thawornnurakIlustrasi

TANGERANG, KOMPAS.com - Seorang balita berumur dua tahun di Desa Matagara, Kabupaten Tangerang, luka berat di leher akibat perbuatan seorang pria yang masih tetangganya.

Pelaku berinisial RS melukai leher korban secara tiba-tiba, Senin (5/7/2021).

Baca juga: Tukang Bubur Terkenal Hampir Dipenjara gara-gara 4 Pembeli Paksa Makan di Tempat

Kapolsek Tigaraksa Kompol Rudi Supriadi menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 Wib.

Pelaku jalan-jalan keluar rumah. Saat melintas di rumah tetangga, ada pisau tergeletak di pagar. RS kemudian mengambilnya.

"Kebetulan saat itu ada kecil, dia sekap dan lukai di bagian leher," kata Kapolsek Tigaraksa Kompol Rudi Supriadi, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Tak Bermasker, Penjaga Toilet Lebih Memilih Dikurung Sehari daripada Bayar Denda Rp 100.000

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah melukai korban, pelaku kemudian melukai diri sendiri di bagian leher.

Saat itu ada tetangga lain yang melihat kejadian tersebut dan langsung berteriak hingga warga dan orangtua korban datang.

Korban dan pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit.

Korban saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang. Sementara pelaku diamankan di Mapolsek Tigaraksa karena kondisinya sudah mulai pulih.

 

Berdasarkan hasil keterangan dari pihak keluarga, pelaku mengalami depresi saat menjalani isolasi mandiri setelah positif Covid-19.

Kepada polisi, pelaku mengaku mengalami prilaku aneh dan ada keinginan untuk membunuh sejak tanggal 30 Juni.

"Sebelumnya akan kita rujuk ke RS Jiwa di Serpong. Namun, saat ini tidak menerima pasien. Berdasarkan keterangan dari rekan kerja, serta kondisi selama pemeriksaan tidak ada tanda-tanda gangguan kejiwaan," kata Rudi.

Sambil menunggu pemeriksaan dari ahli kejiwaan, pelaku kini diamankan di Mapolsek Tigaraksa dengan penanganan khusus karena hasil tes swab masih positif Covid-19.

RS telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat UU No 34 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 80 Ayat 2 dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Juga dilapis dengan Pasal 351 Ayat 2 KUHP tentang Penganiayaan Berat dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gibran Siapkan Tempat Isolasi Terpusat untuk Pasien Covid-19 Anak di Solo

Gibran Siapkan Tempat Isolasi Terpusat untuk Pasien Covid-19 Anak di Solo

Regional
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Sampai Bandung, Ridwan Kamil: Saya Maklum...

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Sampai Bandung, Ridwan Kamil: Saya Maklum...

Regional
Fosil Hewan di Waduk Saguling Rawan Penjarahan

Fosil Hewan di Waduk Saguling Rawan Penjarahan

Regional
9 Korban Pinjol di Ambon Mengadu ke Polisi, Pelakunya Terlacak di Luar Maluku

9 Korban Pinjol di Ambon Mengadu ke Polisi, Pelakunya Terlacak di Luar Maluku

Regional
Ritual Buang Sial di Gunung Sanggabuana Diduga Dipasangi Tarif oleh Kuncen Bukan Warga Karawang

Ritual Buang Sial di Gunung Sanggabuana Diduga Dipasangi Tarif oleh Kuncen Bukan Warga Karawang

Regional
Pulang dari Sawah, Seorang Petani di Bojonegoro Tewas Tersambar Petir

Pulang dari Sawah, Seorang Petani di Bojonegoro Tewas Tersambar Petir

Regional
Kronologi Siswa SMP Meninggal Usai Dipukul Guru gara-gara Tak Kerjakan PR, Sempat Dirawat 2 Hari di RS

Kronologi Siswa SMP Meninggal Usai Dipukul Guru gara-gara Tak Kerjakan PR, Sempat Dirawat 2 Hari di RS

Regional
Mengulas Kehidupan di Sisi Timur Ibu Kota Kerajaan Majapahit...

Mengulas Kehidupan di Sisi Timur Ibu Kota Kerajaan Majapahit...

Regional
Tega Cabuli Bocah 9 Tahun, Pria di Bali Mengaku Sudah 1,5 Tahun Menduda

Tega Cabuli Bocah 9 Tahun, Pria di Bali Mengaku Sudah 1,5 Tahun Menduda

Regional
Kalapas Blitar Sebut Pelemparan Sabu-sabu sebagai Upaya Bandar Narkoba Tembus Keamanan Lapas

Kalapas Blitar Sebut Pelemparan Sabu-sabu sebagai Upaya Bandar Narkoba Tembus Keamanan Lapas

Regional
Usai Dipukul Kapolres Nunukan, Brigpol SL Dimutasi ke Polsek

Usai Dipukul Kapolres Nunukan, Brigpol SL Dimutasi ke Polsek

Regional
'Kalau Hujan, Terpaksa Kami Tidur Pindah-pindah'

"Kalau Hujan, Terpaksa Kami Tidur Pindah-pindah"

Regional
CFD di Kembang Jepun Surabaya Akan Dibuka 7 November 2021, Ini Ketentuannya

CFD di Kembang Jepun Surabaya Akan Dibuka 7 November 2021, Ini Ketentuannya

Regional
Kasus Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi di Sikka Berakhir Damai, Pelaku Dijatuhi Sanksi Kurungan

Kasus Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi di Sikka Berakhir Damai, Pelaku Dijatuhi Sanksi Kurungan

Regional
Plt Bupati Bintan Menjawab Kabar soal Penutupan Kampus BTI

Plt Bupati Bintan Menjawab Kabar soal Penutupan Kampus BTI

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.