PPKM Darurat, Jalur Masuk Kota Magelang Disekat Water Barrier

Kompas.com - 03/07/2021, 17:16 WIB
Petugas gabungan memasang sekat di simpang Trio/Artos tepat di jalur utama masuk ke Kota Magelang, Jawa Tengah, dari arah selatan (Yogyakarta), Sabtu (3/7/2021). Pemasangan sekat dari water barrier ini berlangsung selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, 3-20 Juli 2021. KOMPAS.COM/IKA FITRIANAPetugas gabungan memasang sekat di simpang Trio/Artos tepat di jalur utama masuk ke Kota Magelang, Jawa Tengah, dari arah selatan (Yogyakarta), Sabtu (3/7/2021). Pemasangan sekat dari water barrier ini berlangsung selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, 3-20 Juli 2021.

MAGELANG, KOMPAS.com - Petugas gabungan memasang sekat di simpang Trio/Artos tepat di jalur utama masuk ke Kota Magelang, Jawa Tengah, dari arah Yogyakarta, Sabtu (3/7/2021).

Pemasangan sekat dari water barrier ini berlangsung selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Selain di Persimpangan Trio/Artos, sekat yang sama juga dipasang Persimpangan Kebonpolo dari arah utara (Semarang).

"Pemasangan sekat ini sama seperti waktu dulu di awal-awal terjadi Pandemi Covid-19. Tujuannya membatasi kendaraan yang masuk ke area dalam kota. Kendaraan bisa melintas di sisi luar kota," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang, Chandra Wijatmiko Aji, dihubungi Sabtu (3/7/2021).

Baca juga: Walkot Magelang Siap Kembali Jadi Dokter untuk Tangani Pasien Covid-19

Rencananya, di area Jalan Gatot Subroto Magelang juga akan dipasang sekat, hanya saja bersifat tentatif jika terjadi lonjakan volume kendaraan yang masuk ke dalam kota dari arah Purworejo.

Chandra menuturkan, penyekatan ini berlangsung selama PPKM Darurat mulai 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak hanya itu, Dinas Perhubungan Magelang juga berencana memeriksa kendaraan yang melintas, angkutan umum maupun pribadi.

"Secara bertahap akan kita lakukan pemeriksaan terhadap kendaraan luar kota yang melintasi Kota Magelang. Kegiatan ini tak lain guna menekan penyebaran Covid-19 yang kasusnya beberapa waktu terakhir meningkat," katanya.

Baca juga: Tak Lagi Bisa Terima Pasien Baru, IGD Covid-19 RSUD Tidar Magelang Tutup

Penyekatan di Persimpangan Trio dihadiri langsung Sekda Kota Magelang Joko Budiyono, Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin, dan Dandim 0705 Magelang Letkol Arm Rohmadi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono mengutarakan, Kota Magelang masuk pandemi level 4 sehingga harus melaksanakan PPKM Darurat sesuai ketentuan pemerintah pusat

Maka pembatasan ini perlu untuk mengantisipasi kerumunan warga di wilayahnya.

“Dengan PPKM darurat ini semua pembatasan kerumunan harus dilakukan. Kita membangun persepsi bahwa dengan penutupan ini tidak ada kerumunan di Kota Magelang termasuk di alun-alun,” kata Joko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Naik Pesawat ke Babel Cukup Antigen jika Sudah Vaksin 2 Kali

Syarat Naik Pesawat ke Babel Cukup Antigen jika Sudah Vaksin 2 Kali

Regional
427 Anak di Kabupaten Tegal Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

427 Anak di Kabupaten Tegal Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Regional
Kisah Pelajar ABCDEF GHIJK Zuzu, Sang Ayah Siapkan Nama Unik Itu Sejak Sebelum Menikah

Kisah Pelajar ABCDEF GHIJK Zuzu, Sang Ayah Siapkan Nama Unik Itu Sejak Sebelum Menikah

Regional
Pelaku Tabrak Lari di Sleman Ditangkap, Sempat Tinggalkan Mobil di SPBU

Pelaku Tabrak Lari di Sleman Ditangkap, Sempat Tinggalkan Mobil di SPBU

Regional
Kasus Pinjol Ilegal di Yogyakarta, Satu Pegawai Ditarget Dapat 15-20 Nasabah Sehari

Kasus Pinjol Ilegal di Yogyakarta, Satu Pegawai Ditarget Dapat 15-20 Nasabah Sehari

Regional
Admin Instagramnya Panggil Warganet lewat DM, Polda Kalteng Minta Maaf

Admin Instagramnya Panggil Warganet lewat DM, Polda Kalteng Minta Maaf

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Oktober 2021

Regional
Video Pengendara Motor Masturbasi Sambil Buntuti Wanita di Jalan Viral di Medsos

Video Pengendara Motor Masturbasi Sambil Buntuti Wanita di Jalan Viral di Medsos

Regional
Sepeda Motor Tabrak Pohon di Ponorogo, Satu Pelajar Tewas dan 1 Luka-Luka

Sepeda Motor Tabrak Pohon di Ponorogo, Satu Pelajar Tewas dan 1 Luka-Luka

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Oktober 2021

Regional
Gempa M 4,7 Guncang Lombok Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 4,7 Guncang Lombok Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Polisi yang Rampok Mobil di Lampung Ditangkap, Kapolda Pastikan Pelaku Dihukum: Tak Ada Pilih Kasih

Polisi yang Rampok Mobil di Lampung Ditangkap, Kapolda Pastikan Pelaku Dihukum: Tak Ada Pilih Kasih

Regional
Lika-liku Upaya Menghapus Budaya Kekerasan terhadap Anak di Kampung Laut Cilacap

Lika-liku Upaya Menghapus Budaya Kekerasan terhadap Anak di Kampung Laut Cilacap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.