Kakek Pengemis Beli Emas Pakai Uang Receh 2 Karung, Karyawan Toko Butuh 2 Jam untuk Menghitung

Kompas.com - 03/07/2021, 13:38 WIB
Ilustrasi uang, menabung. SHUTTERSTOCKIlustrasi uang, menabung.

KOMPAS.com - Seorang kakek pengemis membeli emas seberat 28 gram menggunakan uang receh yang dimasukkan dalam dua karung.

Kakek pengemis bernama Januri (75) itu membelanjakan uang recehnya di Toko Emas Rama di kompleks pasar Jalan Diponegoro, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah.

Emas 28 gram yang dibelinya berbentuk kalung 10 gram dan dua buah gelang seberat 18 gram.

Menurut karyawan toko emas, Prima Puput (19), kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Video Viral, Kakek Pengemis Bawa Uang 2 Karung untuk Beli Emas

Januri datang ketika toko baru saja buka. 

"Datangnya pagi-pagi sekali pas toko baru buka," ujarnya, Jumat (2/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Prima menuturkan, Januri membeli emas memakai uang receh dalam dua karung.

Ia mengatakan, butuh waktu 2 jam bagi karyawan toko untuk menghitung uang receh Januri.

Setelah dihitung, uang yang dibawa Januri sebanyak Rp 9,4 juta.

"Kalau uangnya ada yang receh pecahan Rp 2.000, Rp1.000 sampai koin Rp 500-an," ucapnya.

Baca juga: Foto Viral IGD Penuh Jenazah Pasien Covid-19, Direktur RS: Mereka Datang dalam Kondisi Buruk

 

Tabungan hari tua

Tangkapan layar video kakek pengemis membeli emas dengan uang receh yang dibawa menggunakan karung di sebuah toko emas di Kompleks pasar di Ketanggungan, Brebes, Rabu (30/6/2021).Tangkapan layar video Tangkapan layar video kakek pengemis membeli emas dengan uang receh yang dibawa menggunakan karung di sebuah toko emas di Kompleks pasar di Ketanggungan, Brebes, Rabu (30/6/2021).

Pemilik Toko Emas Rama, Hengky Wibowo (40), menjelaskan, emas yang Januri beli bakal digunakan sebagai tabungan hari tua.

Selain itu, Januri juga sempat menerangkan bahwa uang yang dipakai membeli emas berasal dari hasil mengemis.

"Kita sempat tanya uang dari mana, dijawabnya dari hasil minta-minta. Saat itu kita layani seperti pembeli pada umumnya," tuturnya.

Baca juga: Miris, Kakek 81 Tahun Ditipu, 8 Itik Jualannya Dibeli Pakai Uang Palsu

Hengky menyampaikan, saat datang, Januri memang tidak membawa kartu identitas.

"Namun ia menyebut nama, asal desa, dan asal uang. Waktu itu hari Rabu kemarin," bebernya.

Viral di media sosial

Peristiwa tersebut ternyata sempat divideokan.

Video seorang kakek pengemis membeli emas pakai uang receh 2 karung menjadi viral di media sosial.

Baca juga: Pernah Dirampok, Kakek yang Punya Berkarung-karung Uang Menggembok Rumahnya Pakai 4 Kunci

Video tersebut diunggah di sebuah akun Instagram.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Tegal, Tresno Setiadi | Editor: Abba Gabrillin)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Regional
Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Regional
Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Regional
Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Regional
Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Regional
Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Regional
Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Regional
Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Regional
Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Regional
Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Regional
Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Regional
Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Regional
BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

Regional
Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Regional
Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.