Kompas.com - 02/07/2021, 18:37 WIB
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya dan Kapolsek Bukitraya AKP Arry Prasetyo saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pemalsuan surat bebas Covid-19, Jumat (2/7/2021). KOMPAS.COM/IDONKapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya dan Kapolsek Bukitraya AKP Arry Prasetyo saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pemalsuan surat bebas Covid-19, Jumat (2/7/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Anggota Polsek Bukit Raya di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menangkap dua pelaku pemalsu surat bebas Covid-19.

Kedua pelaku berinisial HH (38) dan JO (26) yang merupakan bos dan anak buah sebuah perusahaan di Jalan SM Amin, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Baca juga: Cara Sederhana Memahami Aturan PPKM Darurat lewat Video Ridwan Kamil

"Kedua tersangka memalsukan surat hasil test PCR (Polymerase Chain Reaction) atau surat bebas Covid-19," ungkap Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, kepada wartawan saat konferensi pers, Jumat (2/7/2021).

Baca juga: Ngambek Dimarahi Ayah karena Unggah Foto Mesra dengan Pacar, Siswi SMA Coba Lompat ke Sungai

Nandang menjelaskan, pelaku HH merupakan pemilik sebuah perusahaan.

Saat hendak berangkat ke Jakarta, Selasa (29/6/2021), ternyata HH membawa surat bebas Covid-19 palsu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu diketahui saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.

"Petugas KKP mencurigai surat hasil test PCR negatif yang dibawa tersangka HH.  Saat itu, tersangka mengaku surat itu dikeluarkan oleh salah satu rumah sakit di Pekanbaru," kata Nandang, yang juga didampingi Kapolsek Bukitraya AKP Arry Prasetyo.

Petugas KKP yang sudah mencurigai surat itu palsu, kemudian berkoordinasi dengan Polsek Bukit Raya. Petugas langsung mengamankan HH.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, HH mengaku bahwa surat bebas Covid-19 palsu itu dibuat oleh karyawannya berinisial JO.

Petugas melakukan pengembangan dan menangkap JO.

"Jadi, tersangka HH menyuruh anak buahnya untuk membuat surat bebas Covid-19 agar bisa lolos berangkat ke Jakarta. Surat itu seolah-olah dikeluarkan pihak rumah sakit. Tersangka JO membuat surat itu dengan mengambil logo rumah sakit di internet," jelas Nandang.

Kepada polisi, HH mengaku baru kali ini menggunakan surat bebas Covid-19 palsu. Namun, dari pengakuan anak buahnya, JO, sudah tiga kali bosnya minta dibuatkan.

Keterangan kedua pelaku masih didalami penyidik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Video Rumah 2 Lantai Ambruk, Diduga karena Abrasi Sungai

Viral Video Rumah 2 Lantai Ambruk, Diduga karena Abrasi Sungai

Regional
Video Pelajar Ditikam Viral, Pelakunya Ditangkap Saat Pesta Miras

Video Pelajar Ditikam Viral, Pelakunya Ditangkap Saat Pesta Miras

Regional
Pemuda Mabuk Pukuli Ayah gara-gara Tak Diberi Uang, Tetangga Tak Berani Melerai

Pemuda Mabuk Pukuli Ayah gara-gara Tak Diberi Uang, Tetangga Tak Berani Melerai

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2021

Regional
Sungai Meluap, Kota Bima Diterjang Banjir Bandang

Sungai Meluap, Kota Bima Diterjang Banjir Bandang

Regional
Jembatan Rawayan di Cianjur Putus gara-gara Lapuk, Warga Terpaksa Cari Jalan Memutar

Jembatan Rawayan di Cianjur Putus gara-gara Lapuk, Warga Terpaksa Cari Jalan Memutar

Regional
Hujan Deras, Tembok 3 Meter Roboh Timpa Rumah di Bandung, Bayi 2 Tahun Tewas

Hujan Deras, Tembok 3 Meter Roboh Timpa Rumah di Bandung, Bayi 2 Tahun Tewas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 28 November 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 28 November 2021

Regional
Video Rumah Dua Lantai Ambruk Viral, Ini Cerita Pemiliknya

Video Rumah Dua Lantai Ambruk Viral, Ini Cerita Pemiliknya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2021

Regional
Warga Maluku Tumpahkan 2 Ton Beras di Depan Kantor Desa

Warga Maluku Tumpahkan 2 Ton Beras di Depan Kantor Desa

Regional
Bupati Banyuwangi: Contohlah Huaxi, Dulu Desa Miskin, Kini Jadi Pusat Tekstil China

Bupati Banyuwangi: Contohlah Huaxi, Dulu Desa Miskin, Kini Jadi Pusat Tekstil China

Regional
2 Hari Screening di Gunungkidul, Ditemukan 21 Pelajar Positif Covid-19

2 Hari Screening di Gunungkidul, Ditemukan 21 Pelajar Positif Covid-19

Regional
ODGJ Bunuh 5 Orang di OKU, Polisi: Setahun Lebih Tak Keluar Rumah

ODGJ Bunuh 5 Orang di OKU, Polisi: Setahun Lebih Tak Keluar Rumah

Regional
Sederet Fakta Penangkapan Temianus Magayang, Pentolan KKB di Yahukimo

Sederet Fakta Penangkapan Temianus Magayang, Pentolan KKB di Yahukimo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.