Putus Cinta Berujung Ancaman Penjara, Pria Ini Ditangkap Usai Siram Mantan Kekasih dengan Air Keras

Kompas.com - 02/07/2021, 11:00 WIB
Ilustrasi penangkapan Think StockIlustrasi penangkapan

KOMPAS.com - WR (19), warga Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, harus berurusan dengan polisi dan terancam kurungan penjara.

Dia ditangkap usai menyiram mantan kekasihnya dengan air keras. Penyiraman itu dilakukan pada Januari 2021.

Korbannya adalah R (16), seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Brebes.

Akibat perbuatan WR, korban menderita luka bakar hingga 30 persen di bagian tubuhnya.

Perempuan tersebut pun harus menjalani operasi cangkok kulit untuk menutup luka.

Kini, WR mendekam di Markas Kepolisian Resor (Polres) Brebes.

Kepala Polres Brebes AKBP Faisal Febrianto mengatakan, pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pelaku kita sangkakan UU Perlindungan anak dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara," ujarnya, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Polisi Tangkap Penyiram Air Keras Siswi SMK di Brebes, Ini Motifnya


Motif pelaku

Faisal menjelaskan, pelaku melakukan perbuatannya karena didasari sakit hati.

"Motifnya sakit hati karena percintaan. Pelaku mengaku membeli air keras di toko kimia di Tegal," ucapnya dalam konferensi pers di Mapolres Brebes.

Pelaku yang dihadirkan dalam jumpa pers, mengakui tindakannya. Dia menyiram korban dengan air keras karena R telah menjalin asmara dengan pria lain.

"Saya sakit hati dia (R) memutuskan tiba-tiba. Saya siram pakai air keras karena tidak ikhlas dia pacaran dengan laki-laki lain," beber WR.

Ia mengaku khilaf karena telah menyiramkan air keras ke mantan kekasihnya.

"Saya khilaf karena tersulut emosi diperlakukan seperti itu sama pacar. Saya coba jelaskan, tapi dia tetap tidak mau juga," ungkapnya.

Baca juga: Pengakuan Penyiram Air Keras Siswi SMK di Brebes, Sakit Hati Diputus Cinta

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangis Iringi Pemakaman Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Tangis Iringi Pemakaman Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Regional
Destinasi Wisata Dibuka Bertahap, Sandiaga Uno: Sabar

Destinasi Wisata Dibuka Bertahap, Sandiaga Uno: Sabar

Regional
Persiapan Gelar PTM, 8.000 Guru di Magetan Jalani Rapid Test Antigen

Persiapan Gelar PTM, 8.000 Guru di Magetan Jalani Rapid Test Antigen

Regional
Ini Daerah dengan Tingkat BOR Tertinggi di Jabar

Ini Daerah dengan Tingkat BOR Tertinggi di Jabar

Regional
2 Pembobol Balai Kota Makassar Ditangkap, Pelaku merupakan Pegawai Kontrak

2 Pembobol Balai Kota Makassar Ditangkap, Pelaku merupakan Pegawai Kontrak

Regional
Pelajar SMK di Jember Dicabuli Kenalan di Facebook, Pelaku Ancam Sebar Video Korban

Pelajar SMK di Jember Dicabuli Kenalan di Facebook, Pelaku Ancam Sebar Video Korban

Regional
Jeritan Peternak Ayam di Kendal: Ibaratnya Ayam Sekarang Makannya BPKB dan Sertifikat

Jeritan Peternak Ayam di Kendal: Ibaratnya Ayam Sekarang Makannya BPKB dan Sertifikat

Regional
Capaian Vaksinasi di Maluku Baru 30 Persen, Satgas: Ada 2 Kabupaten yang Paling Lambat

Capaian Vaksinasi di Maluku Baru 30 Persen, Satgas: Ada 2 Kabupaten yang Paling Lambat

Regional
Tiba di Deli Serdang, Jokowi Langsung Datangi Permukiman Warga

Tiba di Deli Serdang, Jokowi Langsung Datangi Permukiman Warga

Regional
Kasus Penemuan Mayat Terikat Tali dan Pemberat Besi, Polisi: Kesimpulannya Meninggal Bunuh Diri

Kasus Penemuan Mayat Terikat Tali dan Pemberat Besi, Polisi: Kesimpulannya Meninggal Bunuh Diri

Regional
WHO Soroti Peningkatan Mobilitas Masyarakat di Banten, Gubernur Wahidin: Jangan Euforia

WHO Soroti Peningkatan Mobilitas Masyarakat di Banten, Gubernur Wahidin: Jangan Euforia

Regional
Kronologi Bayi 7 Bulan Dibunuh Tetangganya, Berawal Ibu Korban Minta Air Minum ke Pelaku

Kronologi Bayi 7 Bulan Dibunuh Tetangganya, Berawal Ibu Korban Minta Air Minum ke Pelaku

Regional
Polisi Ungkap Tambang Emas Ilegal di Kalbar, 10 Orang Ditangkap

Polisi Ungkap Tambang Emas Ilegal di Kalbar, 10 Orang Ditangkap

Regional
Rumah Dinas Kadivpas Kemenkumham Riau Dilempar Bom Molotov

Rumah Dinas Kadivpas Kemenkumham Riau Dilempar Bom Molotov

Regional
Pemprov Maluku Bentuk Badan Baru untuk Promosi Pariwisata, Putri Proklamator Jadi Dewan Pembina

Pemprov Maluku Bentuk Badan Baru untuk Promosi Pariwisata, Putri Proklamator Jadi Dewan Pembina

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.