Kronologi Remaja Difabel Disekap 3 Hari dan Diperkosa, Bermula Kenalan via Telepon

Kompas.com - 01/07/2021, 16:46 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

KUPANG, KOMPAS.com - Aparat Polres Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menangkap AM (35), warga Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, karena memerkosa dan menyekap remaja putri penyandang difabel berinisial AMA (20).

Wakapolres Malaka Komisaris Polisi Ketut Saba mengatakan, pelaku AM dibekuk di kediamannya, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Kisah Aurel, Bocah yang Selamat dari Tragedi KMP Yunicee, Orangtua dan Kakak Belum Ditemukan

Berkenalan lewat telepon

Saba menuturkan, kejadian itu, bermula ketika AM tanpa sengaja, menghubungi AMA melalui telepon seluler.

Saat itu, keduanya pun berkenalan dan terjadi komunikasi secara intens.

Karena sudah saling akrab, keduanya lalu sepakat untuk bertemu di Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Rabu (9/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pada waktu bertemu itulah, pelaku mengajak korban untuk jalan-jalan menggunakan sepeda motor," kata Saba.

Bukannya jalan-jalan, pelaku malah membawa korban ke rumahnya di Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.

Baca juga: Jual Tanah Penyandang Tunanetra, Oknum Pengacara di Nganjuk Ditahan Kejaksaan

 

Ilustrasi PerkosaanKOMPAS.COM/HANDOUT Ilustrasi Perkosaan
Korban yang diajak ke rumah pelaku, tidak bisa berbuat banyak karena diancam.

Ponsel milik korban dirampas dan dimatikan, sehingga korban tidak bisa menghubungi keluarganya.

Tiba di dalam rumah pelaku yang saat itu kosong, korban lalu diperkosa.

"Malam itu, korban diperkosa sebanyak satu kali oleh pelaku," kata Saba.

Pada keesokan harinya, Kamis (10/6/2021), pelaku kembali melancarkan aksinya. Begitu juga pada Jumat (21/6/2021).

"Korban ini diperkosa pada tengah malam, sekitar pukul 23.00 Wita," ujar Saba.

Baca juga: Jual Tanah Penyandang Tunanetra, Oknum Pengacara di Nganjuk Ditahan Kejaksaan

Diturunkan di jalan

Kemudian, pada Sabtu (12/6/2021) siang, pelaku mengantar korban kembali ke rumahnya di Halilulik, Kabupaten Belu.

Korban diturunkan di jalan raya, tepatnya di depan gereja Katolik.

Usai menurunkan korban, pelaku mengancam akan membunuh korban, jika kejadian itu diceritakan kepada orang lain, termasuk keluarganya.

Korban kemudian berjalan kaki menuju rumahnya dalam kondisi lemas.

Tiba di rumah, korban langsung jatuh pingsan, sehingga dibawa oleh orangtuanya ke rumah sakit Katolik Marianum, Kabupaten Belu, untuk menjalani perawatan medis.

Saat kondisinya mulai membaik, korban kemudian mengaku telah diperkosa dan disekap oleh pelaku.

Baca juga: Isak Tangis Iringi Pemakaman Kakak Adik Korban Tenggelamnya KMP Yunicee

 

Ilustrasi borgol.SHUTTERSTOCK Ilustrasi borgol.
Lapor polisi, pelaku ditangkap

Karena tak terima, orangtua dan keluarga korban, lantas melaporkan kasus itu ke Mapolres Malaka.

Usai menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku yang sempat kabur.

Pelaku akhirnya ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan, Rabu (30/6/2021) tengah malam.

"Saat ini, pelaku sudah ditahan di Mapolres Malaka, untuk proses hukum lebih lanjut," ujar Saba.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peternak Ayam Petelur di Kediri Kibarkan Bendera Putih

Peternak Ayam Petelur di Kediri Kibarkan Bendera Putih

Regional
Tunggu Restu Satgas Covid-19, Akses Peziarah Umum ke Makam Gus Dur Belum Dibuka

Tunggu Restu Satgas Covid-19, Akses Peziarah Umum ke Makam Gus Dur Belum Dibuka

Regional
11 Tempat Hiburan Malam di Kabupaten Serang Dikosongkan, Wabup: Mereka Masih Bandel...

11 Tempat Hiburan Malam di Kabupaten Serang Dikosongkan, Wabup: Mereka Masih Bandel...

Regional
TNI AL Turun Tangan Bantu Vaksinasi di Pelosok Kabupaten Bogor

TNI AL Turun Tangan Bantu Vaksinasi di Pelosok Kabupaten Bogor

Regional
3 Siswa di Kota Kediri Dinyatakan Positif Covid-19 Berdasarkan Tes Acak, PTM Tetap Berjalan

3 Siswa di Kota Kediri Dinyatakan Positif Covid-19 Berdasarkan Tes Acak, PTM Tetap Berjalan

Regional
Wali Kota Jayapura Surati Menhub, Minta Operasional KM Tidar sebagai Tempat Isoter Diperpanjang

Wali Kota Jayapura Surati Menhub, Minta Operasional KM Tidar sebagai Tempat Isoter Diperpanjang

Regional
Langgar Protokol Kesehatan, PTM 2 Sekolah di Pekanbaru Dihentikan Sementara

Langgar Protokol Kesehatan, PTM 2 Sekolah di Pekanbaru Dihentikan Sementara

Regional
Kurang Olahraga Penyebab Penyakit Kritis, Data BPS Sebut Aktivitas Fisik Warga Jatim Sangat Rendah

Kurang Olahraga Penyebab Penyakit Kritis, Data BPS Sebut Aktivitas Fisik Warga Jatim Sangat Rendah

Regional
Tempat Wisata di Karawang Sudah Boleh Buka, Ini Syaratnya

Tempat Wisata di Karawang Sudah Boleh Buka, Ini Syaratnya

Regional
Cerita Mahasiswa UK Petra Wakili Indonesia di Ajang MERMC 2021, Bersaing dengan 6 Negara

Cerita Mahasiswa UK Petra Wakili Indonesia di Ajang MERMC 2021, Bersaing dengan 6 Negara

Regional
Gara-gara Mesin Mati Saat Perjalanan, Mobil Offroad Wisatawan Terjun ke Jurang Sedalam 30 Meter, 8 Orang Jadi Korban

Gara-gara Mesin Mati Saat Perjalanan, Mobil Offroad Wisatawan Terjun ke Jurang Sedalam 30 Meter, 8 Orang Jadi Korban

Regional
Balita di Banjarnegara Tewas Tertimbun Longsor Saat Tertidur di Kamar

Balita di Banjarnegara Tewas Tertimbun Longsor Saat Tertidur di Kamar

Regional
Mulai 24 Oktober, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Terbang dari Bandara Ahmad Yani

Mulai 24 Oktober, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Terbang dari Bandara Ahmad Yani

Regional
Pertengkaran di Facebook Berujung Pemukulan dan Perampasan Ponsel

Pertengkaran di Facebook Berujung Pemukulan dan Perampasan Ponsel

Regional
Kasus Dugaan Pejabat Kepolisian Peras Pengusaha, Polda Maluku: Ditindaklanjuti

Kasus Dugaan Pejabat Kepolisian Peras Pengusaha, Polda Maluku: Ditindaklanjuti

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.