Tunggu Petunjuk Teknis PPKM Darurat, Pemkab Lamongan Masih Mengacu Surat Edaran Bupati

Kompas.com - 01/07/2021, 15:25 WIB
Ilustrasi corona virus (Covid-19) KOMPAS.COM/ShutterstockIlustrasi corona virus (Covid-19)

LAMONGAN, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi mengumumkan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali.

Asisten Pemkab Lamongan bidang Pemerintahan dan Kesra Mohammad Nalikan mengatakan, pemkab masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut mengenai pelaksanaan PPKM darurat dari pemerintah pusat.

Baca juga: Gedung Korpri Lamongan Disiapkan untuk Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

Meski begitu, Nalikan memprediksi aturan yang dibuat tak jauh berbeda dengan sebelumnya.

"Belum, kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut. Tapi sepertinya tidak jauh berbeda dari sebelum-sebelumnya. Sebab ini kan bukan pertama kali PPKM diberlakukan pemerintah," ujar Nalikan saat dihubungi, Kamis (1/7/2021).

Nalikan menjelaskan, Pemkab Lamongan masih menunggu petunjuk pelaksanaan teknis dari pemerintah pusat maupun Pemprov Jawa Timur mengenai penerapan PPKM Darurat yang dijadwalkan berlangsung 3-20 Juli 2021.

"Pengalaman saya biasanya besok baru ada vidcon (video conference) membahas soal itu. Sementara ini, kemarin kan sudah ada surat edaran dari Pak Bupati, itu yang sementara dilakukan," ucap pria yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada 21 Juni 2021, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi sempat mengeluarkan surat edaran mengenai penguatan dan pengetatan PPKM Mikro di Lamongan.

Surat edaran tersebut memuat beberapa aturan, termasuk penerapan protokol kesehatan di ruang publik dan pelarangan hajatan warga.

"Nanti apa yang dirasa kurang, tinggal menambahkan saja. Mungkin besok ada arahan dari Ibu Gubernur, Kapolda dan Pangdam, untuk lebih jelasnya," kata Nalikan.

Baca juga: Taman, Tahura, dan Kebun Raya Mangrove di Surabaya Ditutup Sementara

Selain protokol kesehatan, dalam Surat Edaran Nomor 433.2/164/413.011/2021 yang ditujukan bagi seluruh Camat dan Kepala Desa yang ada di Lamongan tersebut, juga memuat aturan mengenai penertiban penerapan protokol kesehatan dan penertiban kerumunan massa.

Ada pula poin mengaktifkan kembali kampung tangguh, memberlakukan pembatasan jam malam, pembatasan pengunjung rumah makan, swalayan serta tempat-tempat keramaian. Termasuk pelaksanaan ibadah, dibatasi tidak boleh lebih dari 25 persen kapasitas yang dimiliki.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Massa Serang 12 Petugas Balai Besar TNGL yang Tangkap Pelaku Illegal Logging

Massa Serang 12 Petugas Balai Besar TNGL yang Tangkap Pelaku Illegal Logging

Regional
Gunakan Bom Saat Tangkap Ikan di Perairan Pulau Komodo, 6 Nelayan NTB Ditangkap

Gunakan Bom Saat Tangkap Ikan di Perairan Pulau Komodo, 6 Nelayan NTB Ditangkap

Regional
Buntut Masalah Pinjol, Pria Ini Bakar Kakak Ipar hingga Lukai Anaknya

Buntut Masalah Pinjol, Pria Ini Bakar Kakak Ipar hingga Lukai Anaknya

Regional
Pendaki Remaja Hilang 6 Hari di Gunung Guntur, Ditemukan Tak Jauh dari Lokasinya Berkemah

Pendaki Remaja Hilang 6 Hari di Gunung Guntur, Ditemukan Tak Jauh dari Lokasinya Berkemah

Regional
Operasi Pencarian Korban Banjir Bandang di Minahasa Tenggara Ditutup

Operasi Pencarian Korban Banjir Bandang di Minahasa Tenggara Ditutup

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 September 2021

Regional
Polisi Ciduk Guru Agama di Nganjuk yang Cabuli Murid-muridnya Sendiri

Polisi Ciduk Guru Agama di Nganjuk yang Cabuli Murid-muridnya Sendiri

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 September 2021

Regional
Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar Terancam 15 Tahun Penjara

Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Remaja Yatim Piatu Diperkosa lalu Ditinggal di Kebun Sawit Tanpa Busana

Remaja Yatim Piatu Diperkosa lalu Ditinggal di Kebun Sawit Tanpa Busana

Regional
Ekspor Pinang ke Arab Saudi, Petani Hasilkan Rp 84 Juta Setiap Bulan

Ekspor Pinang ke Arab Saudi, Petani Hasilkan Rp 84 Juta Setiap Bulan

Regional
Donasi Pembaca Kompas Ringankan Beban Buruh Gendong di Yogyakarta

Donasi Pembaca Kompas Ringankan Beban Buruh Gendong di Yogyakarta

Regional
Derita Warga Sikka, Harus Naik Turun Bukit Sejauh 4 Kilometer demi Air Bersih

Derita Warga Sikka, Harus Naik Turun Bukit Sejauh 4 Kilometer demi Air Bersih

Regional
Truk Terguling di Kawasan Tambang, Marjuki Tertimbun Pasir Batu yang Diangkutnya Sendiri, Ini Kronologinya

Truk Terguling di Kawasan Tambang, Marjuki Tertimbun Pasir Batu yang Diangkutnya Sendiri, Ini Kronologinya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 25 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 25 September 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.