Zona Merah Covid-19, Pemkot Pontianak Diminta Tambah Tempat Tidur dan Obat di RS

Kompas.com - 30/06/2021, 12:53 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19. (Shutterstock) ShutterstockIlustrasi virus corona, Covid-19. (Shutterstock)

PONTIANAK, KOMPAS.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Barat (Kalbar) meminta Pemerintah Kota Pontianak menambah kapasitas tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit.

Hal tersebut, terkait dengan penetapan Kota Pontianak masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19.

"Tambah kapasitas tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson kepada wartawan, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Pontianak Zona Merah dan 11 Daerah Zona Oranye, Kadinkes Kalbar: Vaksinasi Benteng Terakhir Kita

Harisson menerangkan, Pemerintah Kota Pontianak juga diminta menyiapkan peralatan, obat-obatan, bahan medis habis pakai dan tenaga kesehatan untuk mendukung operasional rumah sakit dalam penanganan Covid-19.

Kemudian, juga harus terus menerus melaksanakan kegiatan penemuan kasus suspek dan pelacakan kontak erat serta melakukan testing baik menggunakan rapid test antigen maupun metode polymerase chain reaction (PCR).

"Lakukan isolasi mandiri atau terpusat pada kasus konfirmasi Covid-19 dengan pengawasan yang ketat," ujar Harisson.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Masuk Zona Merah, Pemkot Pontianak Diminta Terapkan Semi Lockdown

Harisson menjelaskan, permintaan tersebur sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Kalbar Sutarmidji meminta pemerintah kabupaten dan kota lebih ketat menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro.

“Kabar tidak baik untuk Pontianak, karena masuk zona merah. Hampir semua kabupaten dan kota zona oranye. Saya imbau agar pemerintah daerah lebih ketat menerapkan PPKM mikro,” kata Sutarmidji dalam akun media sosialnya yang terkonfirmasi, Selasa (29/6/2021).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Dipukul Kapolres Nunukan, Brigpol SL Dimutasi ke Polsek

Usai Dipukul Kapolres Nunukan, Brigpol SL Dimutasi ke Polsek

Regional
'Kalau Hujan, Terpaksa Kami Tidur Pindah-pindah'

"Kalau Hujan, Terpaksa Kami Tidur Pindah-pindah"

Regional
CFD di Kembang Jepun Surabaya Akan Dibuka 7 November 2021, Ini Ketentuannya

CFD di Kembang Jepun Surabaya Akan Dibuka 7 November 2021, Ini Ketentuannya

Regional
Kasus Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi di Sikka Berakhir Damai, Pelaku Dijatuhi Sanksi Kurungan

Kasus Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi di Sikka Berakhir Damai, Pelaku Dijatuhi Sanksi Kurungan

Regional
Plt Bupati Bintan Menjawab Kabar soal Penutupan Kampus BTI

Plt Bupati Bintan Menjawab Kabar soal Penutupan Kampus BTI

Regional
Puluhan Warga di Sukabumi Mengalami Keracunan, Diduga akibat Nasi Kotak

Puluhan Warga di Sukabumi Mengalami Keracunan, Diduga akibat Nasi Kotak

Regional
Gunung Ile Lewotolok Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 700 Meter

Gunung Ile Lewotolok Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 700 Meter

Regional
Dipukul Guru karena Tak Kerjakan PR, Siswa SMP di Alor Meninggal

Dipukul Guru karena Tak Kerjakan PR, Siswa SMP di Alor Meninggal

Regional
Aktivis Mahasiswa yang Serukan Demo Turunkan Jokowi Divonis 8 Bulan Penjara, Penasihat Hukum: Kami Kecewa

Aktivis Mahasiswa yang Serukan Demo Turunkan Jokowi Divonis 8 Bulan Penjara, Penasihat Hukum: Kami Kecewa

Regional
Minat Masyarakat untuk Vaksinasi Covid-19 di Banyumas Menurun

Minat Masyarakat untuk Vaksinasi Covid-19 di Banyumas Menurun

Regional
Mengenal Upacara Sudhi Wadani, Ritual Pindah Agama Hindu yang Dijalani Sukmawati di Buleleng Bali

Mengenal Upacara Sudhi Wadani, Ritual Pindah Agama Hindu yang Dijalani Sukmawati di Buleleng Bali

Regional
Kapolres Nunukan Pukul Anak Buah, Diduga karena Sulit Dihubungi

Kapolres Nunukan Pukul Anak Buah, Diduga karena Sulit Dihubungi

Regional
Pengabdian Bidan Eros, sejak 1997 Bantu Persalinan Warga Baduy

Pengabdian Bidan Eros, sejak 1997 Bantu Persalinan Warga Baduy

Regional
UMP Jadi Kampus Pertama di Banyumas yang Diizinkan Gelar PTM

UMP Jadi Kampus Pertama di Banyumas yang Diizinkan Gelar PTM

Regional
Bupati Aceh Singkil Berkomentar soal Anjing Canon yang Mati

Bupati Aceh Singkil Berkomentar soal Anjing Canon yang Mati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.