Kasus Pembangunan Masjid yang Mangkrak, Keponakan Megawati Diperiksa

Kompas.com - 30/06/2021, 06:31 WIB
Dodi Reza Alex Noerdin dan Giri Ramanda di Kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (7/1/2017). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINDodi Reza Alex Noerdin dan Giri Ramanda di Kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (7/1/2017).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kasus pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang yang mangkrak saat ini terus didalami oleh penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan.

Bahkan, penyidik kembali menghadirkan dua orang saksi, yakni Ketua DPRD Sumatera Selatan periode 2014-2018 Giri Ramanda Kiemas.

Giri merupakan keponakan dari Megawati Soekarnoputri yang merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan.

Baca juga: Kasus Masjid Sriwijaya Mangkrak, Mantan Sekda dan Kabiro Kesra Sumsel Ditahan

Selain Giri, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani juga ikut dimintai keterangan oleh penyidik.

Setelah mengikuti pemeriksaan, Giri mengaku dicecar 20 pertanyaan seputar pembangunan Masjid Sriwijaya.

Giri diperiksa untuk dua tersangka yang telah ditahan, yakni Mukti Sulaiman selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel dan mantan Kepala Biro Kesra, Ahmad Nasuhi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya dimintai keterangan untuk kedua tersangka itu. Ditanya kenal tidak dengan Mukti dan Nasuhi, hanya sebatas melengkapi BAP," kata Giri usai diperiksa, Selasa (29/6/2021).

Baca juga: Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Diperiksa di Kejagung

Giri menjelaskan, pembangunan Masjid Sriwjaya saat itu masuk dalam Rancangan Anggaran  Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Sumsel.

Proyek itu menggunanakan dana hibah yang dikeluarkan sebanyak dua kali, yakni pada 2015 sebesar Rp 50 miliar dan 2017 sebesar Rp 80 miliar.

Menurut Giri, seluruh anggaran itu telah digunakan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

"Saya saat itu sebagai ketua komisi. Mulai dari pengajuan, pembahasan, mekanisme bertingkat, pengambilan keputusan sampai evaluasi Kemendagri sudah sesuai," kata Giri.

Namun, terkait penetapan dua tersangka atas dugaan korupsi pembangunan masjid, Giri menolak untuk berkomentar.

Ia mengaku hanya datang untuk melengkapi berkas pemeriksaan kedua tersangka.

"Saya dimintai keterangan untuk melengkapi saja," ujar Giri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang World Superbike, NTB Butuh Tambahan 1,3 Juta Vaksin Covid-19

Jelang World Superbike, NTB Butuh Tambahan 1,3 Juta Vaksin Covid-19

Regional
4 Fakta Bus Pariwisata Rombongan Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling di Gunungkidul

4 Fakta Bus Pariwisata Rombongan Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling di Gunungkidul

Regional
Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah di Brebes Rusak

Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah di Brebes Rusak

Regional
Dinilai Efektif Tekan Jumlah Kendaraan, Ganjil Genap di Puncak Cianjur Akan Diberlakukan Setiap Akhir Pekan

Dinilai Efektif Tekan Jumlah Kendaraan, Ganjil Genap di Puncak Cianjur Akan Diberlakukan Setiap Akhir Pekan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu-ibu Peternak Ayam Geruduk Rumah Suroto | Bus yang Angkut Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling

[POPULER NUSANTARA] Ibu-ibu Peternak Ayam Geruduk Rumah Suroto | Bus yang Angkut Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling

Regional
Setiap Orang yang Masuk ke Mapolda Jateng Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Setiap Orang yang Masuk ke Mapolda Jateng Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Regional
Ganjil Genap di Bali Diterapkan Akhir September, Kendaraan Tak Sesuai Kena Sanksi Putar Balik

Ganjil Genap di Bali Diterapkan Akhir September, Kendaraan Tak Sesuai Kena Sanksi Putar Balik

Regional
Mayat Penuh Luku Ditemukan Mengapung di Sungai Serang Kulon Progo

Mayat Penuh Luku Ditemukan Mengapung di Sungai Serang Kulon Progo

Regional
Cegah Varian Baru Masuk ke Indonesia, PMI di Pintu Perbatasan RI-Malaysia Akan Dikarantina Terlebih Dahulu 8 Hari

Cegah Varian Baru Masuk ke Indonesia, PMI di Pintu Perbatasan RI-Malaysia Akan Dikarantina Terlebih Dahulu 8 Hari

Regional
Dikira Ulah Tikus Pecahkan Kaca Saat Malam Hari, Warga Bandung Malah Temukan Proyektil Peluru di Rumahnya

Dikira Ulah Tikus Pecahkan Kaca Saat Malam Hari, Warga Bandung Malah Temukan Proyektil Peluru di Rumahnya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 September 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 September 2021

Regional
Gangguan Jaringan Internet di Kalimantan Timur, Ini Penjelasan Telkomsel

Gangguan Jaringan Internet di Kalimantan Timur, Ini Penjelasan Telkomsel

Regional
Bank Sampah di Banyuwangi Olah Limbah Masker Jadi Pot Bunga

Bank Sampah di Banyuwangi Olah Limbah Masker Jadi Pot Bunga

Regional
Sedang Memancing Ikan, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai, Diduga Sengaja Dibuang

Sedang Memancing Ikan, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai, Diduga Sengaja Dibuang

Regional
Pemancing Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Serang, Kulon Progo

Pemancing Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Serang, Kulon Progo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.