BNN Nganjuk Ringkus Kurir Narkoba, Peredarannya Diduga Dikendalikan dari Lapas

Kompas.com - 29/06/2021, 16:33 WIB
Kepala BNNK Nganjuk AKBP Bambang Sugiharto (kiri) bersama jajaran menunjukkan barang bukti narkoba dari tersangka S dalam konferensi pers di Kantor BNNK Nganjuk, Selasa (29/6/2021). KOMPAS.COM/USMAN HADIKepala BNNK Nganjuk AKBP Bambang Sugiharto (kiri) bersama jajaran menunjukkan barang bukti narkoba dari tersangka S dalam konferensi pers di Kantor BNNK Nganjuk, Selasa (29/6/2021).

NGANJUK, KOMPAS.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nganjuk meringkus S (42), warga Desa Kauman, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Ia dibekuk aparat di Jalan Kunti, Kelurahan Sukowinangun, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Minggu (27/6/2021). Kala itu S hendak meranjau narkotika jenis sabu dan ganja ke klien.

Baca juga: Belasan Hari Terombang-ambing di Laut, Nelayan Ini Makan Beras dan Minum Air Hujan untuk Bertahan Hidup

Kepala BNNK Nganjuk, AKBP Bambang Sugiharto menjelaskan, S mengaku sebagai kurir. Sementara peredaran narkoba itu diduga dikendalikan dari dalam lapas.

“Diduga tersangka (S) ini merupakan kurir, dan nanti akan dikembangkan. Sementara ini dari pengakuan dikendalikan dari Lapas (Kelas 1) Madiun,” jelas Bambang kepada Kompas.com, Selasa (29/6/2021).

Bambang menambahkan, BNNK Nganjuk akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait termasuk dengan pengurus Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. Sebab, kasus ini diduga melibatkan napi di lapas.

“Yang (napi) lapas masih dalam pendalaman kami. Makanya nanti kami koordinasi dengan BNN Pusat, supaya kami dilapis untuk mengorek lebih jauh. Misalnya kalau ada pengerahan pakai K-9,” tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bambang menuturkan, penangkapan S berawal dari laporan masyarakat Magetan. Laporan itu ditindaklanjuti BNNK Nganjuk yang juga menangani wilayah Magetan.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita 6,45 gram ganja dan 11,75 gram sabu. Petugas lalu menggeledah kamar kos pelaku di Magetan.

“Dari tempat kos (diamankan barang bukti) terdiri dari 0,36 sama 0,34 berupa metamfetamina atau istilah pasarnya itu adalah sabu-sabu,” ungkap Bambang.

Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia terancam Pasal 111, 112, dan 114 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Jadi ini cukup berat ancamannya, minimal lima tahun dan maksimal sampai 20 tahun (penjara),” sebut Bambang.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Bandar Narkoba di Lamongan, Polisi Temukan 1 Kg Ganja

Positif mengonsumsi sabu

Sementara itu, berdasarkan hasil pengecekan BNNK Nganjuk terhadap tersangka S memakai alat tujuh parameter, diketahui sang kurir positif mengonsumsi narkotika jenis sabu.

“Yang bersangkutan positif (sabu-sabu), dalam melakukan tes urine-nya dengan peralatan tujuh parameter,” jelas Bambang.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ambil Paket Sabu Dalam Termos, 2 Pemuda Sampang Mengaku Dibayar Rp 10 Juta, Diduga Libatkan TKI di Malaysia

Ambil Paket Sabu Dalam Termos, 2 Pemuda Sampang Mengaku Dibayar Rp 10 Juta, Diduga Libatkan TKI di Malaysia

Regional
FAKN 1 Digelar di Sumedang, Ada 'Royal Dinner' Raja-raja Nusantara

FAKN 1 Digelar di Sumedang, Ada "Royal Dinner" Raja-raja Nusantara

Regional
Bank NTB Beri Bantuan Kerja Sama Rp 16 Miliar untuk Infrastruktur Sirkuit Mandalika

Bank NTB Beri Bantuan Kerja Sama Rp 16 Miliar untuk Infrastruktur Sirkuit Mandalika

Regional
'Terima Kasih Nak, Prestasimu Menjadi Sejarah Membanggakan Bagi Masyarakat di Flobamorata'

"Terima Kasih Nak, Prestasimu Menjadi Sejarah Membanggakan Bagi Masyarakat di Flobamorata"

Regional
Kelucuan Pak Siro yang Divaksin di Jalan, Sempat Minta Vaksin Berbentuk Pil karena Takut Disuntik

Kelucuan Pak Siro yang Divaksin di Jalan, Sempat Minta Vaksin Berbentuk Pil karena Takut Disuntik

Regional
Saat Pembagian Telur Gratis di Blitar Berujung Kericuhan, Polisi Turun Tangan

Saat Pembagian Telur Gratis di Blitar Berujung Kericuhan, Polisi Turun Tangan

Regional
Data Terkini Kasus Covid-19 di Riau

Data Terkini Kasus Covid-19 di Riau

Regional
Rusnawi Mengaku Pernah Laporkan Pemalsuan di BKKBN ke Bareskrim

Rusnawi Mengaku Pernah Laporkan Pemalsuan di BKKBN ke Bareskrim

Regional
Pariwisata NTT dan Sejumlah Kegiatan Festival Segera Dibuka, Ini Syaratnya

Pariwisata NTT dan Sejumlah Kegiatan Festival Segera Dibuka, Ini Syaratnya

Regional
Kisah Pak Siro Disuntik Vaksin Covid-19 di Pinggir Jalan Desa Saat Pulang Mencari Pakan Ternak

Kisah Pak Siro Disuntik Vaksin Covid-19 di Pinggir Jalan Desa Saat Pulang Mencari Pakan Ternak

Regional
Terjadi Tabrakan Beruntun di Cianjur, 2 Orang Tewas

Terjadi Tabrakan Beruntun di Cianjur, 2 Orang Tewas

Regional
[POPULER NUSANTARA] Warga Aceh Mengamuk, Rusak Lokasi Vaksin | Penyebab Citilink Mendarat Darurat

[POPULER NUSANTARA] Warga Aceh Mengamuk, Rusak Lokasi Vaksin | Penyebab Citilink Mendarat Darurat

Regional
Saat Puluhan Warga Aceh Hancurkan Gerai Vaksinasi karena Merasa Terganggu

Saat Puluhan Warga Aceh Hancurkan Gerai Vaksinasi karena Merasa Terganggu

Regional
Detik-detik Speedboat Terbakar Usai Isi BBM, Kapolres: Ada yang Menyalakan Api untuk Penerangan

Detik-detik Speedboat Terbakar Usai Isi BBM, Kapolres: Ada yang Menyalakan Api untuk Penerangan

Regional
Konflik karena Tambang di Bolaang Mongondow, 1 Orang Tewas dan 4 Luka-luka

Konflik karena Tambang di Bolaang Mongondow, 1 Orang Tewas dan 4 Luka-luka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.