Emosi, Soko Bunuh Wanita Penghibur karena Korban Menolak Bercinta

Kompas.com - 29/06/2021, 15:40 WIB
Ilustrasi emosi shutterstockIlustrasi emosi
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Soko (57), diamankan polisi atas dugaan pembunuhan seorang wanita bernama Karmila (53) di Wonogiri, Jawa Tengah pada Minggu (27/6/2021).

Pria beristri tersebut ditangkap di depan Stasiun Gubeng, Surabaya pada Senin (28/6/2021).

Kasus tersebut berawal saat N (40) menemukan mayat bersimbah darah di dapur rumahnya di Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri pada Minggu siang.

Baca juga: Membongkar Fakta Pembunuhan Wanita Penghibur di Wonogiri, 8 Luka Tikam dan Motif Pelaku

Saat itu N baru pulang dari rumah ibunya.

Ketika sampai di rumah, rumahnya terkunci dan ia pun membuka pintu rumah dengan kunci cadangan. Ia pun terkejut saat melihat banyak bercak darah di lantai rumahnya.

Karena curiga, ia pun langsung mencari suaminya, Soko. N berteriak saat di dapur menemukan sosok yang tertelungkup dengan kondisi bersimbah darah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengira sosok itu itu adalah suaminya. N pun langsung meminta bantuan ke tetangga.

Baca juga: Motif Pembunuh Wanita Penghibur di Wonogiri gara-gara Ditolak Bercinta

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sabut dengan bercak darah. Tak hanya itu, polisi juga menemukan satu kalung emas yang terputus dan cincin emas.

Di tubuh tersebut, ditemukan luka tusuk di leher depan. Serta ada luka sobek di punggung sebelah kiri dan robek di kepala bagian kiri hingga rahang.

Dari hasil otopsi, mayat tersebut bukan suami N, tapi sosok wanita yang diketahui bernama Karmila.

Hasil pemeriksaan polisi, Karmila berprofesi sebagai wanita penghibur di Pasar Purwantoro.

Baca juga: Polres Wonogiri Tangkap Pembunuh Wanita Penghibur di Surabaya

Dibunuh karena menolak diajak bercinta

Ilustrasi tewasSHUTTERSTOCK Ilustrasi tewas
Polisi pun melakukan penyelidikan dan terduga pelaku pembunuhan adalah Soko, suami N pemilik rumah.

Soko pun ditangkap di Surabaya dan ia digelendang ke Polres Wonogiri.

Paur Humas Polres Wonogiri Aipda Iwan Sumarsono mengatakan Suko tega membunuh Karmila karena korban menolak diajak berhubungan badan.

Padahal pelaku sudah memberi uang Rp 300.000 kepada korban.

Baca juga: Perempuan di Wonogiri Temukan Suami Sirinya Tewas Penuh Luka di Lantai Dapur

“Jadi motifnya sementara korban diajak berkencan tidak mau. Lalu pelaku sakit hati karena merasa sudah mengasih uang kurang lebih Rp. 300.000 kepada korban,” kata Iwan.

Dari kasus tersebut, polisi mengamankan satu buah golok, satu buah sabit, satu ponsel milik korban yang dibawa pelaku, dan satu ponsel milik pelaku.

“Tersangka kami tangkap setelah sehari sebelumnya dia membunuh seorang wanita penghibur," kata Iwan.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Muhlis Al Alawi | Editor : Dony Aprian)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang IRT Ditemukan Tewas di Rumah, Terungkap Pelakunya Tetangga Korban

Seorang IRT Ditemukan Tewas di Rumah, Terungkap Pelakunya Tetangga Korban

Regional
Gibran Minta Sekolah Aman dari Covid-19 Tetap Lanjutkan PTM Terbatas

Gibran Minta Sekolah Aman dari Covid-19 Tetap Lanjutkan PTM Terbatas

Regional
Trauma, Nakes Korban KKB di Kiwirok Minta Dipulangkan ke Kampung Halaman

Trauma, Nakes Korban KKB di Kiwirok Minta Dipulangkan ke Kampung Halaman

Regional
Kisah Mustakim, Penuhi Nazar Jalan Kaki 62 Km meski Sempat 9 Kali Keram

Kisah Mustakim, Penuhi Nazar Jalan Kaki 62 Km meski Sempat 9 Kali Keram

Regional
Merasa Ditelantarkan, Istri Siri Laporkan Oknum ASN Pemkab Madiun, Bawa Bukti Video Nikah ke Inspektorat

Merasa Ditelantarkan, Istri Siri Laporkan Oknum ASN Pemkab Madiun, Bawa Bukti Video Nikah ke Inspektorat

Regional
[POPULER NUSANTARA] 3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak | Wisatawan Terjebak di Tengah Waduk Jatiluhur

[POPULER NUSANTARA] 3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak | Wisatawan Terjebak di Tengah Waduk Jatiluhur

Regional
Pemprov NTB Minta Pemulihan Terumbu Karang yang Rusak di Gili Kondo Segera Dilakukan

Pemprov NTB Minta Pemulihan Terumbu Karang yang Rusak di Gili Kondo Segera Dilakukan

Regional
Duduk Perkara Anak Korban Kekerasan Ayah Malah Jadi Tersangka, Pelapornya Perwira Polisi di Siantar Sumut

Duduk Perkara Anak Korban Kekerasan Ayah Malah Jadi Tersangka, Pelapornya Perwira Polisi di Siantar Sumut

Regional
Anthony Ginting Jadi Perbincangan, Ini Asal-usul Marga Ginting, Legenda, dan Arti Salam Mejuah-juah

Anthony Ginting Jadi Perbincangan, Ini Asal-usul Marga Ginting, Legenda, dan Arti Salam Mejuah-juah

Regional
Mejanya Dinaiki dan Dipakai Berjoget oleh Kepala Dusun, Kades: Kalau Ada Saya, Enggak Berani Dia

Mejanya Dinaiki dan Dipakai Berjoget oleh Kepala Dusun, Kades: Kalau Ada Saya, Enggak Berani Dia

Regional
Kepala Dusun yang Berjoget di Atas Meja Kades Dirumahkan, Harus Sumbangkan Gaji ke Fakir Miskin

Kepala Dusun yang Berjoget di Atas Meja Kades Dirumahkan, Harus Sumbangkan Gaji ke Fakir Miskin

Regional
Berkah Maulid Nabi, Perajin Kembang Telur di Banyuwangi Kebanjiran Pesanan

Berkah Maulid Nabi, Perajin Kembang Telur di Banyuwangi Kebanjiran Pesanan

Regional
Perampok Mobil Mahasiswa Diduga Anggota Polisi

Perampok Mobil Mahasiswa Diduga Anggota Polisi

Regional
Atletnya Raih Medali di Pon XX Papua, Pemkot Madiun Beri Bonus, Biaya Kuliah, hingga Pekerjaan

Atletnya Raih Medali di Pon XX Papua, Pemkot Madiun Beri Bonus, Biaya Kuliah, hingga Pekerjaan

Regional
Wali Kota Mohan: Kota Mataram Turun dari Level 2 Menjadi Level 1 PPKM...

Wali Kota Mohan: Kota Mataram Turun dari Level 2 Menjadi Level 1 PPKM...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.