Kompas.com - 29/06/2021, 11:09 WIB
Ilustrasi virus corona SHUTTERSTOCK/ker_viiIlustrasi virus corona

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Kasus Covid-19 di Banyuwangi melonjak dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Puskesmas Licin Banyuwangi, Jawa Timur, dr Nira Istadewi menduga, tingginya kasus Covid-19 ini disebabkan karena adanya varian baru.

Sebab dari pengamatannya, penularannya berlangsung lebih cepat.

"Ini kan hanya kemungkinan saja, kami belum tahu di Banyuwangi ini, karena di mana-mana seperti Bangkalan dan Kudus dimungkinkan varian baru ini," katanya saat dihubungi, Selasa (29/6/2021).

Baca juga: Alasan Eri Janji Terus Dampingi Anak Buah Terjun ke Lapangan: Sebagai Manusia, Mereka Juga Punya Rasa Takut Menangani Covid-19

Masyarakat disebut sempat lengah

Selain itu, tingginya kasus Covid-19 di Banyuwangi karena masyarakat sempat lengah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Nira, sebelumnya masyarakat sudah merasa aman dengan kondisi Indonesia saat kasus sempat menurun.

Kemudian aktivitas juga seperti kembali seperti biasa dan normal.

"Jadi masyarakat kita sempat lengah ya setelah agak menurun kasus dan sekarang tinggi lagi. Dan dengan adanya varian baru yang penularan lebih cepat," kata dia.

Baca juga: Belum Selesai Memakamkan Jenazah Kedua, Sudah Ada Antrean 3 Jenazah

Ilustrasi masker DOK. Shutterstock Ilustrasi masker
Ia mengatakan, sebagai tenaga kesehatan dirinya tetap akan menjalankan tugas mengingatkan pentingnya protokol kesehatan.

Nira juga berharap masyarakat mengikuti vaksinasi Covid-19 yang sedang dijalankan saat ini.

"Jenuh? Pasti lah, bukan kami saja, masyarakat juga. Tetap harus kita upayakan prokes dan ini pembelajaran kita," kata dia.

Baca juga: Tekan Lonjakan Covid-19, Wali Kota Surabaya Gandeng Tokoh Agama untuk Sosialisasikan Prokes

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Widji Lestariono menyebut pihaknya belum tahu apakah sudah ada varian baru di Banyuwangi.

Namun menurutnya penelitian tersebut sedang dikerjakan oleh Litbangkes Kementerian Kesehatan.

"Kita tak tahu ya, bukan kita yang menentukan, ini harus ada penelitian dari Litbankes dan sudah dikerjakan," katanya di Kantor Dinkes Banyuwangi, Selasa (29/6/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Regional
Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Regional
Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Regional
Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Regional
Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Regional
Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Regional
Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Regional
Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Regional
Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Regional
Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Regional
Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Regional
Seorang Warga Dibakar karena Rebutan Lahan, Camat Akan Diperiksa Polisi

Seorang Warga Dibakar karena Rebutan Lahan, Camat Akan Diperiksa Polisi

Regional
Bupati Garut dan Pejabat RSU ke Lombok Diduga Bukan Rapat Evaluasi Covid-19

Bupati Garut dan Pejabat RSU ke Lombok Diduga Bukan Rapat Evaluasi Covid-19

Regional
Eks Kadishub Cilegon Sebut Uang Suap Pengelolaan Parkir Senilai Rp 530 Juta Diterima Sejumlah Pejabat

Eks Kadishub Cilegon Sebut Uang Suap Pengelolaan Parkir Senilai Rp 530 Juta Diterima Sejumlah Pejabat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.