Bupati Mamberamo Raya Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Covid-19

Kompas.com - 29/06/2021, 09:47 WIB
Kalolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri (depan) bersama Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIKalolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri (depan) bersama Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal

JAYAPURA, KOMPAS.com - Polda Papua telah menetapkan Bupati Mamberamo Raya berinisial DD sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Covid-19 pada anggaran 2020.

Hal ini merupakan pengembangan kasus yang menjerat Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Arsip Daerah (BPKAD) Mamberayo berinisial SR. SR telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Saya sudah pastikan Bupati Mamberamo Raya sudah jadi tersangka," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri, di Jayapura, Selasa (29/6/2021).

Untuk mengambil langkah lebih lanjut, Polda Papua masih menunggu persetujuan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Baca juga: Kasus Korupsi Dana Covid-19 di Mamberamo Raya, Kontraktor Jadi Tersangka karena Buat Disinfektan Palsu

Menurut Fakhiri, Polda Papua telah mengirim surat kepada Kementerian Dalam Negeri.

Fakhiri yakin persetujuan dari Mendagri segera keluar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga, Polda Papua akan mengambil langkah lanjutan setelah menetapkan bupati sebagai tersangka.

"Kita sudah berkomunikasi dengan bapak Mendagri, beliau bahkan menunggu," kata Fakhiri.

 

Jika diperlukan, kata Fakhiri, Polda Papua akan menahan tersangka DD.

"Kalau sudah ada persetujuan dari Bapak Menteri, langsung kita akan lakukan penahanan," kata dia.

Fakhiri memastikan, kasus tersebut tak berhenti sampai di sana. Polisi akan terus mengusut kasus dugaan korupsi yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 3,1 miliar itu.

Baca juga: KKB Menyerang, Pengerjaan Jalan yang Buka Keterisolasian di Papua Dihentikan Sementara


Dari pengembangannya, Polda Papua juga telah menahan satu orang kontraktor, JH, karena membuat disinfektan palsu senilai Rp 450 juta.

Akibat perbuatannya, DD dan SR dijerat Pasal 2, 3, dan 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jamu yang Langsung Cespleng Belum Tentu Aman, Bisa Jadi Bahaya

Jamu yang Langsung Cespleng Belum Tentu Aman, Bisa Jadi Bahaya

Regional
Kontak Senjata dengan KKB Kembali Terjadi di Distrik Suru-suru, Satu Prajurit TNI Alami Luka Tembak

Kontak Senjata dengan KKB Kembali Terjadi di Distrik Suru-suru, Satu Prajurit TNI Alami Luka Tembak

Regional
Polisi Buru Perampok Bank di Karawang yang Gasak Uang Rp 300 Juta

Polisi Buru Perampok Bank di Karawang yang Gasak Uang Rp 300 Juta

Regional
Kronologi Penangkapan Pentolan KKB Temianus Magayang

Kronologi Penangkapan Pentolan KKB Temianus Magayang

Regional
Banjir Bandang Terjang 9 Desa di Garut, Ratusan Rumah Rusak dan 5 Jembatan Putus

Banjir Bandang Terjang 9 Desa di Garut, Ratusan Rumah Rusak dan 5 Jembatan Putus

Regional
Sempat Kabur, Sopir Truk Trailer Tabrakan Maut Kediri Ditangkap di Sidoarjo

Sempat Kabur, Sopir Truk Trailer Tabrakan Maut Kediri Ditangkap di Sidoarjo

Regional
1,8 Juta Warga NTT Belum Disuntik Vaksin Covid-19

1,8 Juta Warga NTT Belum Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Melihat Pengelolaan Sampah di 6 Desa Pesisir Banyuwangi, Bernilai Jual hingga Untungkan Warga Sekitar

Melihat Pengelolaan Sampah di 6 Desa Pesisir Banyuwangi, Bernilai Jual hingga Untungkan Warga Sekitar

Regional
Gara-gara Tak Sengaja Tendang Gelas Kopi, 2 Kelompok Pemuda Berkelahi hingga Berujung Penusukan

Gara-gara Tak Sengaja Tendang Gelas Kopi, 2 Kelompok Pemuda Berkelahi hingga Berujung Penusukan

Regional
Polda Lampung Gelar Lomba Orasi Unjuk Rasa Berhadiah Uang

Polda Lampung Gelar Lomba Orasi Unjuk Rasa Berhadiah Uang

Regional
Kronologi Kecelakaan Maut Minibus dan Truk di Kediri

Kronologi Kecelakaan Maut Minibus dan Truk di Kediri

Regional
Rekam Jejak Tokoh KKB Temianus Magayang, Terlibat Pembunuhan Staf KPU Yahukimo hingga Prajurit TNI

Rekam Jejak Tokoh KKB Temianus Magayang, Terlibat Pembunuhan Staf KPU Yahukimo hingga Prajurit TNI

Regional
Selama Satu Pekan, RS di Kulon Progo Nihil Kasus Covid-19

Selama Satu Pekan, RS di Kulon Progo Nihil Kasus Covid-19

Regional
PWNU Jatim Keluarkan SK Dukung Perintah Rais Aam Gelar Muktamar 17 Desember

PWNU Jatim Keluarkan SK Dukung Perintah Rais Aam Gelar Muktamar 17 Desember

Regional
Pemuda Dikeroyok Saat Berpapasan dengan Pendukung Calon Kades Lain, Ini Kronologinya

Pemuda Dikeroyok Saat Berpapasan dengan Pendukung Calon Kades Lain, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.