Jumlah Pasien Covid-19 Balikpapan Melonjak, Asrama Haji Kembali Jadi Tempat Isolasi

Kompas.com - 28/06/2021, 16:04 WIB
Asrama Haji Embarkasi Balikpapan yang digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. IstimewaAsrama Haji Embarkasi Balikpapan yang digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, kembali memfungsikan Asrama Haji Embarkasi Balikpapan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

Tempat ini sebelumnya sudah dioperasikan menampung pasien Covid-19.

Namun, sempat ditutup kurang lebih satu bulan seiring permohonan Dirjen Haji Kementerian Agama untuk penggunaan keperluan jemaah haji.

"Sebelumnya kami kosongkan karena mau dipakai (jemaah haji). Lalu kami pindahkan pasien ke dua hotel yang disewa pemkot," ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Balikpapan, dr Andi Sri Juliarti saat dihubungi Kompas.com, Senin (28/6/2021).

Baca juga: Lonjakan Pasien Covid-19 di Balikpapan, Direktur RSUD Kanujoso: Tadi Malam 20 Pasien Tertahan di IGD

"Ternyata hajinya enggak jadi, terus kasus juga naik. Jadi kami mohon kembali fungsikan (asrama haji), alhamdulillah disetujui Dirjen Haji. Besok, kami fungsikan karena rumah sakit mulai penuh," sambung dia.

Perempuan yang biasa disapa Dio ini mengatakan sebanyak 300 tempat tidur tersedia di asrama haji.

Seturut dengan itu, dua hotel yang sebelumnya disewa pemkot yakni Hotel Grand Tiga Mustika dengan ketersedian 112 tempat tidur dan Wisma Silva Lestari dengan 20 tempat tidur juga tetap difungsikan sebagai tempat isolasi.

"Jadi asrama haji kita buka, hotel juga kita siapkan. Karena rumah sakit mulai penuh. Dua hotel itu juga mau penuh," terang Dio.

Baca juga: Klaster Keluarga Muncul di Balikpapan, Pasar hingga Masjid Ditutup Sementara

Dijelaskan Dio, lonjakan kasus Covid-19 di Balikpapan setidaknya dipicu dua hal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertama dampak lebaran dan kedatangan pekerja dari luar Balikpapan.

Indikasinya dilihat dari bentukan klaster keluarga dan pekerja yang mendominasi ledakan kasus.

"Maka kita ketatin aturannya melalui edaran wali kota terkait pembatasan sosial dan aktivitas di luar rumah," terang Dio.

Saat ini, Satgas Covid-19 telah menutup sementara Pasar Rakyat Bangun Reksa dan Masjid Assalam di Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan.

Penutupan dilakukan sejak, Kamis 24 Juni 2021 hingga 14 hari ke depan berdasarkan Surat Ketua Satgas Covid-19 Kota Balikpapan Nomor 400/2531/Sekrt tentang Penghentian Kegiatan atau Penutupan Tempat Ibadah dan Pasar Kawasan Bangun Reksa.

Alasan penutupan, kata Dio karena munculnya klaster keluarga tersebar beberapa RT di kelurahan tersebut.

Baca juga: Muncul Klaster Covid-19 dari ABK Kapal BUMN di Balikpapan

Diberitakan sebelumnya, Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, dr Edy Iskandar mengatakan ruang isolasi di rumah sakitnya sudah penuh sejak tadi malam.

Sebanyak 110 tempat tidur yang tersedia terisi.

Akibatnya, 20 pasien Covid-19 yang dirujuk ke RSUD Kanujoso tadi malam sempat tertahan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena tak ada ruang.

"Kami terpaksa pindahkan pasien biasa ke ruang lain, lalu jadikan ruang isolasi Covid-19 dengan ketersedian 40 tempat tidur. Sejak pagi 20 pasien yang di IGD sudah masuk ruang isolasi," ungkap Edy saat dihubungi Kompas.com, Senin pagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beli Narkoba Rp 3 Juta untuk Dijual Lagi, Pengamen di Surabaya Ditangkap

Beli Narkoba Rp 3 Juta untuk Dijual Lagi, Pengamen di Surabaya Ditangkap

Regional
Gibran Siapkan Tempat Isolasi Terpusat untuk Pasien Covid-19 Anak di Solo

Gibran Siapkan Tempat Isolasi Terpusat untuk Pasien Covid-19 Anak di Solo

Regional
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Sampai Bandung, Ridwan Kamil: Saya Maklum...

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Sampai Bandung, Ridwan Kamil: Saya Maklum...

Regional
Fosil Hewan di Waduk Saguling Rawan Penjarahan

Fosil Hewan di Waduk Saguling Rawan Penjarahan

Regional
9 Korban Pinjol di Ambon Mengadu ke Polisi, Pelakunya Terlacak di Luar Maluku

9 Korban Pinjol di Ambon Mengadu ke Polisi, Pelakunya Terlacak di Luar Maluku

Regional
Ritual Buang Sial di Gunung Sanggabuana Diduga Dipasangi Tarif oleh Kuncen Bukan Warga Karawang

Ritual Buang Sial di Gunung Sanggabuana Diduga Dipasangi Tarif oleh Kuncen Bukan Warga Karawang

Regional
Pulang dari Sawah, Seorang Petani di Bojonegoro Tewas Tersambar Petir

Pulang dari Sawah, Seorang Petani di Bojonegoro Tewas Tersambar Petir

Regional
Kronologi Siswa SMP Meninggal Usai Dipukul Guru gara-gara Tak Kerjakan PR, Sempat Dirawat 2 Hari di RS

Kronologi Siswa SMP Meninggal Usai Dipukul Guru gara-gara Tak Kerjakan PR, Sempat Dirawat 2 Hari di RS

Regional
Mengulas Kehidupan di Sisi Timur Ibu Kota Kerajaan Majapahit...

Mengulas Kehidupan di Sisi Timur Ibu Kota Kerajaan Majapahit...

Regional
Tega Cabuli Bocah 9 Tahun, Pria di Bali Mengaku Sudah 1,5 Tahun Menduda

Tega Cabuli Bocah 9 Tahun, Pria di Bali Mengaku Sudah 1,5 Tahun Menduda

Regional
Kalapas Blitar Sebut Pelemparan Sabu-sabu sebagai Upaya Bandar Narkoba Tembus Keamanan Lapas

Kalapas Blitar Sebut Pelemparan Sabu-sabu sebagai Upaya Bandar Narkoba Tembus Keamanan Lapas

Regional
Usai Dipukul Kapolres Nunukan, Brigpol SL Dimutasi ke Polsek

Usai Dipukul Kapolres Nunukan, Brigpol SL Dimutasi ke Polsek

Regional
'Kalau Hujan, Terpaksa Kami Tidur Pindah-pindah'

"Kalau Hujan, Terpaksa Kami Tidur Pindah-pindah"

Regional
CFD di Kembang Jepun Surabaya Akan Dibuka 7 November 2021, Ini Ketentuannya

CFD di Kembang Jepun Surabaya Akan Dibuka 7 November 2021, Ini Ketentuannya

Regional
Kasus Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi di Sikka Berakhir Damai, Pelaku Dijatuhi Sanksi Kurungan

Kasus Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi di Sikka Berakhir Damai, Pelaku Dijatuhi Sanksi Kurungan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.