Satgas Madago Raya Temukan Pondok yang Diduga Tempat Persembunyian Kelompok MIT

Kompas.com - 27/06/2021, 18:49 WIB
Sejumlah barang bukti yang ditemukan Tim Satgas Madago Raya, saat menggeledah sebuah pondok yang diduga menjadi tempat persembunyian, Minggu (27/6/2021). Satgas Madago RayaSejumlah barang bukti yang ditemukan Tim Satgas Madago Raya, saat menggeledah sebuah pondok yang diduga menjadi tempat persembunyian, Minggu (27/6/2021).

PALU, KOMPAS.com - Satuan Tugas Operasi Madago Raya menemukan sebuah pondok di atas pegunungan Manggalapi, Kampung Sri Rejeki, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Pondok itu diduga tempat persembuyian kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Katar.

Pondok itu ditemukan setelah kontak tembak yang terjadi antara Satgas Madago Raya dan Kelompok MIT pada 22 Juni 2021. Petugas menemukan pondok itu saat mengejar para DPO itu.

Setelah penemuan pondok tersebut, Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso dan Danrem 132 Tadulako Brigjen Farid Makruf memimpin langsung Satgas Madago Raya untuk memeriksa pondok itu.

Baca juga: Langsung Terbang ke Solo Menjemput Istrinya, Khairuddin: Sekarang Saya Sudah Sama Istri...

"Saat kami melakukan pengecekan di pondok tersebut, kelompok MIT pimpinan Katar ini telah melarikan diri. Sejumlah barang bukti kami amankan." kata Danrem Farid Makruf saat dihubungi Kompas.com, Minggu (27/6/2021).

Saat Satgas Madago Raya melakukan penggeledahan di dalam pondok, ditemukan sejumlah barang yang diduga milik kelompok MIT.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah barang bukti yang ditemukan Tim Satgas Madago Raya, saat menggeledah sebuah pondok yang diduga menjadi tempat persembunyian, Minggu (27/6/2021).Satgas Madago Raya Sejumlah barang bukti yang ditemukan Tim Satgas Madago Raya, saat menggeledah sebuah pondok yang diduga menjadi tempat persembunyian, Minggu (27/6/2021).

Dugaan pondok itu merupakan tempat persembunyian kelompok MIT diperkuat dengan temuan barang bukti seperti pakaian, selimut, ransel, hammock, dan perlengkapan lain.

Farid mengatakan, kelompok MIT telah pecah menjadi dua kubu saat ini. Saat kontak tembak pada 22 Juni, kelompok tersebut dipimpin Katar.

 

Sementara Ali Kalora belum diketahui keberadaan dan pergerakannya. 

Namun, Farid mengatakan, berdasarkan data intelijen, Ali Kalora sedang mnderita sakit.

Baca juga: Tanggapi Seruan Demo soal Plh Gubernur Papua, Kapolda: Masyarakat yang Unjuk Rasa Akan Ditangkap

"Data intelijen, Ali katanya sedang sakit. Ali dan sejumlah pendukungnya mengaku sudah ingin menyerahkan diri. Namun kelompok Katar mengancam akan meneror keluarga Ali," kata Farid.

Untuk mempercepat penangkapan kelompok tersebut, Farid mengimbau masyarakat tak memberikan bantuan apa pun kepada mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gibran Sebut Pernyataan FX Rudy Tenangkan Kisruh Banteng Vs Celeng di PDI-P

Gibran Sebut Pernyataan FX Rudy Tenangkan Kisruh Banteng Vs Celeng di PDI-P

Regional
Diduga Aniaya Seorang Pendeta, Anggota DPRD Sumba Tengah Dilaporkan ke Polisi

Diduga Aniaya Seorang Pendeta, Anggota DPRD Sumba Tengah Dilaporkan ke Polisi

Regional
11 dari 150 Siswa MTs Harapan Baru Ciamis Tewas Tenggelam Saat Susur Sungai Kegiatan Pramuka

11 dari 150 Siswa MTs Harapan Baru Ciamis Tewas Tenggelam Saat Susur Sungai Kegiatan Pramuka

Regional
Harapan Keluarga TKW Asal Sulbar yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Harapan Keluarga TKW Asal Sulbar yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Regional
Khofifah Siapkan Bonus bagi Peraih Medali PON XX Papua, Besaran Masih Dihitung dengan DPRD

Khofifah Siapkan Bonus bagi Peraih Medali PON XX Papua, Besaran Masih Dihitung dengan DPRD

Regional
Polda Banten Tahan Brigadir NP yang Banting Mahasiswa hingga Kejang

Polda Banten Tahan Brigadir NP yang Banting Mahasiswa hingga Kejang

Regional
Jatim Peringkat 3 di PON Papua, Khofifah: Saya Tetap Bangga Atas Kerja Keras Atlet dan Pelatih

Jatim Peringkat 3 di PON Papua, Khofifah: Saya Tetap Bangga Atas Kerja Keras Atlet dan Pelatih

Regional
Solo Terima Hibah 8 Mobil Listrik Senilai Rp 1,4 M, Gibran Sebut untuk Wisata

Solo Terima Hibah 8 Mobil Listrik Senilai Rp 1,4 M, Gibran Sebut untuk Wisata

Regional
Peringati HUT Ke-76 Jatim, Khofifah Bagikan Ratusan Paket Sembako

Peringati HUT Ke-76 Jatim, Khofifah Bagikan Ratusan Paket Sembako

Regional
Gara-gara Barang Tak Dikembalikan, Pria Ini Bacok Rekannya hingga Luka Parah

Gara-gara Barang Tak Dikembalikan, Pria Ini Bacok Rekannya hingga Luka Parah

Regional
11 Siswa MTs Harapan Baru Ciamis Tewas Saat Susur Sungai Kegiatan Pramuka

11 Siswa MTs Harapan Baru Ciamis Tewas Saat Susur Sungai Kegiatan Pramuka

Regional
Kronologi Wanita asal Ponorogo Tewas di Pangkuan Putranya, Diduga Dibunuh Suami

Kronologi Wanita asal Ponorogo Tewas di Pangkuan Putranya, Diduga Dibunuh Suami

Regional
Kasus Istri Siri Dibunuh Suami di Surabaya, Dipicu Cekcok Dugaan Perselingkuhan, Korban Sempat Hubungi Putranya

Kasus Istri Siri Dibunuh Suami di Surabaya, Dipicu Cekcok Dugaan Perselingkuhan, Korban Sempat Hubungi Putranya

Regional
Oknum Guru SMA Diduga Lecehkan Siswi di Minahasa Selatan Ditahan Polisi

Oknum Guru SMA Diduga Lecehkan Siswi di Minahasa Selatan Ditahan Polisi

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi di Pasar, Sasar Pedagang dan Pengunjung, Warga Luar Daerah Boleh Ikut

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi di Pasar, Sasar Pedagang dan Pengunjung, Warga Luar Daerah Boleh Ikut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.