Pemkot Pekanbaru Izinkan Belajar Tatap Muka di Sekolah, Ini Syaratnya

Kompas.com - 25/06/2021, 20:01 WIB
Wali Kota Pekanbaru Firdaus Dok Pemko PekanbaruWali Kota Pekanbaru Firdaus

PEKANBARU, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Pekanbaru menyatakan belajar tatap muka terbatas di sekolah tetap digelar di tahun ajaran baru pada Juli 2021 mendatang.

Namun, sekolah tatap muka terbatas hanya diizinkan di sekolah yang berada di zona kuning dan zona hijau.

Baca juga: Uang Nasabah Rp 3,2 Miliar Ditilap Seorang Manajer Bank di Pekanbaru

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus mengatakan, belajar tatap muka terbatas tetap dilaksanakan di wilayah zona kuning dan zona hijau di tahun ajaran baru.

Sedangkan sekolah yang berada di zona merah dan oranye tidak dilakukan belajar tatap muka. 

Baca juga: Jadwal Pendaftaran dan Pengumuman PPDB di Riau

"Jadi, hanya zona kuning dan hijau yang diberi izin untuk belajar tatap muka, sebagaimana yang pernah kami laksanakan beberapa bulan lalu," sebut Firdaus dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (25/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski kebijakan sekolah tatap muka terbatas telah diperbolehkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), kata dia, keputusan tetap pada kepala daerah.

Karena, kepala daerah yang tahu situasi dan kondisi pada masa pandemi Covid-19.

"Meski para guru sudah divaksinasi, sekolah tatap muka di zona merah dan oranye tetap dilarang. Sehingga sekolah yang berada di zona merah dan oranye tak diizinkan walau kegiatan belajar mengajar sudah memasuki tahun ajaran baru," sebut Firdaus.



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pilu S, Tempuh 100 Km dari Blitar ke Malang Cari Pengobatan, Ditolak RS dan Meninggal di Jalan

Kisah Pilu S, Tempuh 100 Km dari Blitar ke Malang Cari Pengobatan, Ditolak RS dan Meninggal di Jalan

Regional
Cerita Aiptu Paleweri, Jual Motor Antiknya demi Biayai 10 Anak Putus Sekolah karena Pandemi

Cerita Aiptu Paleweri, Jual Motor Antiknya demi Biayai 10 Anak Putus Sekolah karena Pandemi

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya Turun Drastis, Ini Angkanya

Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya Turun Drastis, Ini Angkanya

Regional
3 Kapolres dan Kabid Humas Polda Banten Diganti

3 Kapolres dan Kabid Humas Polda Banten Diganti

Regional
Wali Kota Kediri: Berkat Almarhum Digma, 'Tracing' Bisa Nomor 1 Se-Jatim

Wali Kota Kediri: Berkat Almarhum Digma, "Tracing" Bisa Nomor 1 Se-Jatim

Regional
Cara Mudah Ikut Vaksinasi Covid-19 di Aceh Utara dan Lhokseumawe

Cara Mudah Ikut Vaksinasi Covid-19 di Aceh Utara dan Lhokseumawe

Regional
Terungkap Kasus Orangtua yang Buang Janin ke Sumur di Riau

Terungkap Kasus Orangtua yang Buang Janin ke Sumur di Riau

Regional
Datang ke Kuburan, Bobby Nasution: Belum 30 Menit, Sudah 3 Ambulans

Datang ke Kuburan, Bobby Nasution: Belum 30 Menit, Sudah 3 Ambulans

Regional
Walhi NTT Minta UNESCO Turun Langsung ke TN Komodo Terkait Penghentian Pembangunan Proyek

Walhi NTT Minta UNESCO Turun Langsung ke TN Komodo Terkait Penghentian Pembangunan Proyek

Regional
Tindakan Ketua Akar Jabar Melukai Diri Diduga Terkait Aksi Bendera Putih

Tindakan Ketua Akar Jabar Melukai Diri Diduga Terkait Aksi Bendera Putih

Regional
Mengenang Gempa Lombok 2018, Ratusan Orang Meninggal dan Ribuan Bangunan Rusak Berat

Mengenang Gempa Lombok 2018, Ratusan Orang Meninggal dan Ribuan Bangunan Rusak Berat

Regional
Kegembiraan Difabel Tuli di Wonogiri Saat Divaksinasi Covid-19

Kegembiraan Difabel Tuli di Wonogiri Saat Divaksinasi Covid-19

Regional
5 Hari Dirawat, Pelajar Korban Penganiayaan Oknum TNI Pulang dari RS

5 Hari Dirawat, Pelajar Korban Penganiayaan Oknum TNI Pulang dari RS

Regional
Kisah Lurah di Denpasar Tangani Covid-19, Tak Ragu Ambil Keputusan Lockdown di Awal Pandemi

Kisah Lurah di Denpasar Tangani Covid-19, Tak Ragu Ambil Keputusan Lockdown di Awal Pandemi

Regional
Diduga Tersesat, 3 Pendaki Hilang di Gunung Ungaran

Diduga Tersesat, 3 Pendaki Hilang di Gunung Ungaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X