Kompas.com - 25/06/2021, 12:16 WIB
Ilustrasi gempa SHUTTERSTOCK/Andrey VPIlustrasi gempa

KUPANG, KOMPAS.com - BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat puluhan gempa bumi terjadi di wilayah itu dalam 25 hari.

"Terhitung dari tanggal 1-25 Juni hari ini, telah terjadi 89 kali gempa bumi di wilayah NTT dan sekitarnya," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Margiono, kepada Kompas.com, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Tangis Penjaja Minuman Mengetahui Putranya Raih Adhi Makayasa dari Presiden: Semua Anak Papua Pasti Bisa

Rata-rata sehari berlangsung tiga kali

Margiono, menyebut, kejadian gempa didominasi oleh gempa dangkal kurang dari 60 kilometer, dengan magnitudo juga kurang dari 4.

Dia mengatakan, aktivitas gempa sehari rata-rata berlangsung tiga kali.

"Aktivitas gempa tertinggi terjadi tanggal 7 Juni 2021, yakni delapan kejadian," ungkap Margiono.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara untuk daerah yang paling banyak terjadi gempa berada di wilayah barat NTT, atau tepatnya di Pulau Sumba.

"Kami akan selalu update informasinya," ujar Margiono. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjadi Tabrakan Beruntun di Cianjur, 2 Orang Tewas

Terjadi Tabrakan Beruntun di Cianjur, 2 Orang Tewas

Regional
[POPULER NUSANTARA] Warga Aceh Mengamuk, Rusak Lokasi Vaksin | Penyebab Citilink Mendarat Darurat

[POPULER NUSANTARA] Warga Aceh Mengamuk, Rusak Lokasi Vaksin | Penyebab Citilink Mendarat Darurat

Regional
Saat Puluhan Warga Aceh Hancurkan Gerai Vaksinasi karena Merasa Terganggu

Saat Puluhan Warga Aceh Hancurkan Gerai Vaksinasi karena Merasa Terganggu

Regional
Detik-detik Speedboat Terbakar Usai Isi BBM, Kapolres: Ada yang Menyalakan Api untuk Penerangan

Detik-detik Speedboat Terbakar Usai Isi BBM, Kapolres: Ada yang Menyalakan Api untuk Penerangan

Regional
Konflik karena Tambang di Bolaang Mongondow, 1 Orang Tewas dan 4 Luka-luka

Konflik karena Tambang di Bolaang Mongondow, 1 Orang Tewas dan 4 Luka-luka

Regional
Peringati 3 Tahun Tsunami Palu, Ratusan Warga Gelar Doa Bersama dan Tabur Bunga

Peringati 3 Tahun Tsunami Palu, Ratusan Warga Gelar Doa Bersama dan Tabur Bunga

Regional
Seorang Petani Temukan Mayat di Parit, Awalnya Dikira Pakaian yang Dibuang

Seorang Petani Temukan Mayat di Parit, Awalnya Dikira Pakaian yang Dibuang

Regional
Viral Video Bocah SD Seberangi Sungai Naik 'Styrofoam', Gubernur Sumsel Geram ke Perekam: Bukannya Diimbau Naik Sampan...

Viral Video Bocah SD Seberangi Sungai Naik "Styrofoam", Gubernur Sumsel Geram ke Perekam: Bukannya Diimbau Naik Sampan...

Regional
Datangi Gedung DPRD, Nelayan Brebes Protes PNBP Naik 4 Kali Lipat

Datangi Gedung DPRD, Nelayan Brebes Protes PNBP Naik 4 Kali Lipat

Regional
Pria Asal Jakarta Dibunuh Anak Sendiri di Lampung, Jasadnya Direkayasa agar Dikira Bunuh Diri

Pria Asal Jakarta Dibunuh Anak Sendiri di Lampung, Jasadnya Direkayasa agar Dikira Bunuh Diri

Regional
Tergiur Upah Rp 10 Juta, 2 Pemuda Asal Sampang Nekat Jadi Kurir Sabu Jaringan Internasional

Tergiur Upah Rp 10 Juta, 2 Pemuda Asal Sampang Nekat Jadi Kurir Sabu Jaringan Internasional

Regional
Hutan Banyak Ditanami Porang, Kota Madiun Terancam Bencana Banjir Kiriman

Hutan Banyak Ditanami Porang, Kota Madiun Terancam Bencana Banjir Kiriman

Regional
Karena Masalah Arisan Online Fiktif, Pria di Wonogiri Jadi Korban Penikaman

Karena Masalah Arisan Online Fiktif, Pria di Wonogiri Jadi Korban Penikaman

Regional
Kakak Beradik Pukuli Polisi gara-gara Saling Tatap di Jalan, Bilang ke Korban: Apa Mata Kau

Kakak Beradik Pukuli Polisi gara-gara Saling Tatap di Jalan, Bilang ke Korban: Apa Mata Kau

Regional
Diduga Depresi, Seorang Kakek Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Diduga Depresi, Seorang Kakek Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.