Kisah Juru Parkir di Jayapura, Anaknya Jadi Putra Papua Pertama yang Raih Adhi Makayasa AAL

Kompas.com - 25/06/2021, 06:10 WIB
Alex Tiris (baju oranye) tengah menjalani profesinya sebagai juru parkir di pusat Kota Jayapura. Berkat kegigihan dan keikhlasannya dalam bekerja, putra ketiganya, Always Giving Hamonangan Tiris berhasil meraih penghargaan Adi Makayasa AAL, Jayapura, Papua, Rabu (23/6/2021) Dok Penerangan Lantamal X JayapuraAlex Tiris (baju oranye) tengah menjalani profesinya sebagai juru parkir di pusat Kota Jayapura. Berkat kegigihan dan keikhlasannya dalam bekerja, putra ketiganya, Always Giving Hamonangan Tiris berhasil meraih penghargaan Adi Makayasa AAL, Jayapura, Papua, Rabu (23/6/2021)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono menganugerahi gelar Adhi Makayasa kepada Sermatutar (P) Always Giving Hamonangan Tiris, lulusan terbaik Akademi Angkatan Laut (AAL) 2021.

Lulusan AAL angkatan ke-66 itu merupakan putra Papua pertama yang meraih penghargaan tersebut.

Tak ada yang menyangka, Always berasal dari keluarga sederhana di Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Sang ayah, Alex Tiris, berprofesi sebagai juru parkir di Jalan Ahmad Yani, Kota Jayapura. Sementara itu, ibunya berjualan minuman di salah satu sekolah dasar.

Sebelum menjadi juru parkir, Alex Tiris pernah merantau ke Jakarta sekitar 1990-an. Ia menggeluti beragam profesi, mulai dari atlet tinju hingga satpam.

Saat menjadi satpam, Alex Tiris juga banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan gereja. Di rumah ibadah itu ia bertemu dengan istrinya, Dirmawaty Panjaitan.

Mereka menikah pada 1995. Dari pernikahan itu, Alex dan Dirmawaty dikaruniai lima anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 19 Warga di Satu Perumahan Positif Covid-19 Setelah Arisan, 2 di Antaranya Meninggal

Pada 1998, Alex dan Dirmawaty yang baru memiliki dua anak memutuskan kembali ke Jayapura karena kerusuhan yang pecah di Jakarta.

Datang ke Jayapura dengan kondisi keuangan kurang memadai, Alex terpaksa membawa istri dan kedua anaknya tinggal di rumah orangtuanya di kawasan Polimak.

"Jadi di situ kita ada beberapa keluarga tinggal satu rumah," kata Alex di Jayapura, Kamis (24/6/2021).

Alex pun bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ia bekerja sebagai pengumpul besi tua hingga tukang bangunan yang digelutinya hampir tujuh tahun.

Pada 2005, Alex bertemu seorang kawan, Yance Awom, yang mengajaknya menjadi juru parkir.

Tidak terasa sudah 17 tahun profesi tersebut ia jalani dan kelima anaknya kini sudah bertumbuh.

Ketika mendengar bahwa anak ketiganya, Always Giving Hamonangan Tiris, mendapat penghargaan Adhi Makayasa, Alex mengaku terkejut.

 

Ia tak pernah membayangkan anak ketiganya itu mendapat penghargaan lulusan terbaik.

Baginya, ketika Always lulus sebagai taruna AAL pada 2017, itu sudah menjadi anugerah yang tak pernah dimimpikan.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menganugerahi gelar Adhi Makayasa kepada lulusan terbaik Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-66 tahun 2021 asal Papua, Sermatutar (P) Always Giving Hamonangan Tiris.Dispenal Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menganugerahi gelar Adhi Makayasa kepada lulusan terbaik Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-66 tahun 2021 asal Papua, Sermatutar (P) Always Giving Hamonangan Tiris.

Apalagi, anak keduanya, Aldre Bengur Tiris, sudah lebih dulu masuk ke AAL dan lulus pada 2018.

"Sampai yang dapat Adhi Makayasa itu saya tidak bisa berkata-kata, saya hanya bisa menangis bersyukur dan berdoa kepada Tuhan," kata dia.

Sebagai juru parkir, Alex mengaku terus berusaha keras. Selain itu, ia selalu bersyukur dengan penghasilan yang didapatkannya.

Rata-rata, Alex memperoleh uang sekitar Rp 300.000 dalam sehari. Sebagian uang disisihkan untuk keperluan gereja, sebagian untuk retribusi ke Pemkot Jayapura, sisanya diserahkan kepada sang istri.

Sebagai orangtua, Alex hanya ingin anak-anaknya sekolah di tempat terbaik. Ia bersyukur keinginan itu terwujud.

Baca juga: Ikut Vaksinasi Covid-19 Massal di Trenggalek, Warga Bisa Dapat Hadiah Ayam hingga Kambing

Kelima anaknya mengenyam pendidikan di SMAN 5 Jayapura, salah satu sekolah unggulan di kota itu.

Dengan capaian yang ditorehkan Always Giving Hamonangan Tiris, Alex yang berasal dari Kabupaten Sarmi berharap hal tersebut bisa menjadi contoh untuk anak Papua lainnya.

"Ini perhatian negara terhadap Papua, tinggal bagaimana kita menyiapkan putra-putri Papua untuk merespons perhatian negara," kata Alex.

Always Tiris anak berprestasi

Sementara sang ibu, Dirmawaty Panjaitan, mengaku sangat terharu dengan prestasi yang ditorehkan putra ketiga yang lahir pada 15 Maret 1999 itu.

Dirmawaty terlihat beberapa kali mengusap air mata saat bercerita. Kebahagiaan meliputi wajah ibu lima anak itu.

 

Sang ibu mengaku, ia dan suaminya berusaha memberikan yang terbaik buat sang anak.

Sejak 2007, ia ikut membantu perekonomian keluarga dengan berjualan.

"Saya setiap hari bangun jam tiga (subuh) untuk siapkan makanan untuk anak-anak, buat saya tidak ada alasan anak saya tidak masuk sekolah walau hanya satu hari," kata dia.

Namun, hasil yang diperoleh tetap tergantung niat dan kemauan sang anak. 

Menurut Dirmawaty, Always merupakan anak yang disiplin dan berprestasi di sekolah.

"Always sejak SD memang punya prestasi yang luar biasa, SMA dia peringkat enam secara umum (se-Papua) dan menjadi utusan Papua untuk PJTA pada 2015," kata dia.

Baca juga: Polemik Penyekatan Suramadu, Dianggap Diskriminatif, Terjadi Demonstrasi dan Kericuhan hingga Skrining Tes Antigen Dihentikan

Dengan keterbatasan ekonomi kedua orangtuanya, Always selalu berusaha keras untuk mendapatkan sesuatu, termasuk ketika berusaha masuk ke AAL.

Tanpa diarahkan, Always selalu menjaga kondisi fisiknya dengan baik dan terus meningkatkan kemampuan akademiknya secara otodidak.

"Dia selalu berangkat sekolah jam 6.00 pulang jam 17.30, dia di sekolah saja. Kalau sudah pulang dia tidak keluar lagi," kata dia.

Jadi motivasi untuk anak Papua

Apa yang dicapai Always tidak sekadar membanggakan keluarga, tetapi juga bisa menjadi motivasi untuk pemuda Papua lainnya.

"Saya ingin putra kami maju supaya menjadi contoh untuk saudara-saudara kami di Papua. Ada banyak saudara kami di Sarmi tidak mengenal pendidikan," kata Dirmawaty.

Ia pun mengapresiasi pihak Lantamal X Jayapura yang telah memberikan bimbingan bagi anak-anaknya untuk bisa masuk ke AAL.

 

Sementara itu, Komandan Lantamal X Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho mengaku bangga atas prestasi Always Giving Hamonangan Tiris yang mendaftar AAL melalui Lantamal X.

Menurut dia, capaian prestasi Always membuktikan bahwa siapa saja bisa masuk ke AAL dan menjadi yang terbaik.

"Ini adalah bukti bahwa pembinaan TNI AL melalui Lantamal X betul-betul ada bagi masyarakat. Putra-putri Papua punya kesempatan yang sangat luas (masuk AAL), tidak ada diskriminasi dan mereka ternyata mampu menunjukkan ke dunia," kata Yeheskiel.

Baca juga: Penjelasan Polisi soal Sindikat Pencurian Anjing di Jayapura, Dijual Rp 500.000 Per Ekor

Penghargaan Adi Makayasa, kata dia, merupakan penghargaan tertinggi di jenjang pendidikan kemiliteran.

Yeheskiel pun memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada orangtua Always yang dinilai berhasil mendidik sang putra hingga jenjang pendidikan tertinggi saat ini.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ambil Paket Sabu Dalam Termos, 2 Pemuda Sampang Mengaku Dibayar Rp 10 Juta, Diduga Libatkan TKI di Malaysia

Ambil Paket Sabu Dalam Termos, 2 Pemuda Sampang Mengaku Dibayar Rp 10 Juta, Diduga Libatkan TKI di Malaysia

Regional
FAKN 1 Digelar di Sumedang, Ada 'Royal Dinner' Raja-raja Nusantara

FAKN 1 Digelar di Sumedang, Ada "Royal Dinner" Raja-raja Nusantara

Regional
Bank NTB Beri Bantuan Kerja Sama Rp 16 Miliar untuk Infrastruktur Sirkuit Mandalika

Bank NTB Beri Bantuan Kerja Sama Rp 16 Miliar untuk Infrastruktur Sirkuit Mandalika

Regional
'Terima Kasih Nak, Prestasimu Menjadi Sejarah Membanggakan Bagi Masyarakat di Flobamorata'

"Terima Kasih Nak, Prestasimu Menjadi Sejarah Membanggakan Bagi Masyarakat di Flobamorata"

Regional
Kelucuan Pak Siro yang Divaksin di Jalan, Sempat Minta Vaksin Berbentuk Pil karena Takut Disuntik

Kelucuan Pak Siro yang Divaksin di Jalan, Sempat Minta Vaksin Berbentuk Pil karena Takut Disuntik

Regional
Saat Pembagian Telur Gratis di Blitar Berujung Kericuhan, Polisi Turun Tangan

Saat Pembagian Telur Gratis di Blitar Berujung Kericuhan, Polisi Turun Tangan

Regional
Data Terkini Kasus Covid-19 di Riau

Data Terkini Kasus Covid-19 di Riau

Regional
Rusnawi Mengaku Pernah Laporkan Pemalsuan di BKKBN ke Bareskrim

Rusnawi Mengaku Pernah Laporkan Pemalsuan di BKKBN ke Bareskrim

Regional
Pariwisata NTT dan Sejumlah Kegiatan Festival Segera Dibuka, Ini Syaratnya

Pariwisata NTT dan Sejumlah Kegiatan Festival Segera Dibuka, Ini Syaratnya

Regional
Kisah Pak Siro Disuntik Vaksin Covid-19 di Pinggir Jalan Desa Saat Pulang Mencari Pakan Ternak

Kisah Pak Siro Disuntik Vaksin Covid-19 di Pinggir Jalan Desa Saat Pulang Mencari Pakan Ternak

Regional
Terjadi Tabrakan Beruntun di Cianjur, 2 Orang Tewas

Terjadi Tabrakan Beruntun di Cianjur, 2 Orang Tewas

Regional
[POPULER NUSANTARA] Warga Aceh Mengamuk, Rusak Lokasi Vaksin | Penyebab Citilink Mendarat Darurat

[POPULER NUSANTARA] Warga Aceh Mengamuk, Rusak Lokasi Vaksin | Penyebab Citilink Mendarat Darurat

Regional
Saat Puluhan Warga Aceh Hancurkan Gerai Vaksinasi karena Merasa Terganggu

Saat Puluhan Warga Aceh Hancurkan Gerai Vaksinasi karena Merasa Terganggu

Regional
Detik-detik Speedboat Terbakar Usai Isi BBM, Kapolres: Ada yang Menyalakan Api untuk Penerangan

Detik-detik Speedboat Terbakar Usai Isi BBM, Kapolres: Ada yang Menyalakan Api untuk Penerangan

Regional
Konflik karena Tambang di Bolaang Mongondow, 1 Orang Tewas dan 4 Luka-luka

Konflik karena Tambang di Bolaang Mongondow, 1 Orang Tewas dan 4 Luka-luka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.