Kompas.com - 24/06/2021, 21:07 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Boney. KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATINKepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Boney. KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN

 

KENDAL, KOMPAS.com-Semua kamar untuk pasien Covid-19 di rumah sakit yang ada di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yaitu RSUD Soewondo, RSI Weleri, RS Darul Istiqomah, RS Baitul Hikmah, RS Charly sudah penuh.

Dalam minggu ini, 5 rumah sakit itu rencananya akan menambah kamar.

Seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, Kamis (24/6/2021).

Menurut Feri, jumlah kamar untuk pasien Covid-19 di RSUD Soewondo Kendal ada 77, RSI Weleri 46 kamar, RS Darul Istiqomah 23 kamar, RS Baitul Hikmah ada 41 kamar, dan RS Charly 22 kamar.

“Semua kamar itu sudah penuh. Nanti RSUD Soewondo akan menambah 20 kamar, RSI Weleri 14 kamar, RS Darul Istiqomah 1 kamar, RS Baitul Hikmah 10 kamar, dan RS Charly akan menambah 3 kamar,” ujar Feri.

Baca juga: Dengar Orkestra Sound of Borobudur, Sandiaga Uno Merinding...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Feri menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kendal juga sudah mempersiapkan 200 kamar di Wisma Atlet dan MAN untuk pasien Covid-19.

Kamar itu dipersiapkan untuk pasien yang dalam taraf pemulihan kesehatannya.

“Untuk pasien yang  tinggal pemulihan kesehatannya setelah dirawat di rumah sakit, nanti dipindah di Wisma Atlet dan MAN. Sehingga kamar di rumah sakit tersebut bisa ditempati pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit,” katanya.

Dari data Dinas Kesehatan Kendal pada Rabu (23/6/2021), jumlah penderita Covid-19 yang dirawat di rumah sakit 191 pasien, dan yang melakukan isolasi mandiri ada 1.107 orang.

Feri meminta kepada masyarakat Kendal supaya tetap mentaati protokol kesehatan dan tetap memakai masker walaupun di rumah.

Terkait dengan hal itu, sebelumnya Bupati Kendal Jawa Tengah  Dico M Ganinduto telah menandatangani Surat Edaran Bupati No.443.5/1876/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Coronavirus Disease 2019 di Tingkat Desa, dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 di Kabupaten Kendal.

Tujuannya, menurut Dico, untuk  mencegah dan menangani penyebaran virus corona yang semakin melonjak di Kabupaten Kendal. 

Baca juga: Terekam CCTV, Pria Bertopeng Sarung Cabuli Jemaah Wanita di Masjid

 

Dalam surat edaran tersebut terdapat beberapa hal esensial, seperti pemberlakuan work from home (WFH) bagi pekerja kantoran dan pegawai negeri sipil (PNS), penghentian pembelajaran tatap muka (PTM), pemberlakuan pembatasan waktu operasional dan kapasitas restaurant, pasar tradisional dan pusat perbelanjaan, penutupan tempat hiburan, destinasi wisata dan ruang terbuka umum, pembatasan kegiatan keagamaan dan hajatan, serta memperketat  pemberlakuan protokol kesehatan 5M.

“Surat edaran tersebut  untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kendal,  agar tidak terdampak efek jangka panjang virus Covid-19. Saya berharap, kebijakan tersebut supaya dipahami dan dijalankan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh masyarakat Kendal,”  kata Dico. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Bantah Amankan 2 Orang Saat Kunjungan Presiden Jokowi di Cilacap

Polisi Bantah Amankan 2 Orang Saat Kunjungan Presiden Jokowi di Cilacap

Regional
Diduga Korupsi Dana Desa hingga Rugikan Negara Rp 600 Juta, Mantan Kades Bonder Lombok Tengah Ditahan

Diduga Korupsi Dana Desa hingga Rugikan Negara Rp 600 Juta, Mantan Kades Bonder Lombok Tengah Ditahan

Regional
Ini Kesaksian Siswi SMK di Palangkaraya yang Kena Peluru Nyasar: Saya Kaget Sampai Teriak

Ini Kesaksian Siswi SMK di Palangkaraya yang Kena Peluru Nyasar: Saya Kaget Sampai Teriak

Regional
Wabup Adukan Bupati Bojonegoro ke Polisi karena 'Chat' WhatsApp, PKB Jatim: Hanya Miskomunikasi

Wabup Adukan Bupati Bojonegoro ke Polisi karena "Chat" WhatsApp, PKB Jatim: Hanya Miskomunikasi

Regional
Tolak Proyek 'Malioboro' Tegal,  PKL Hingga Sopir Angkot Geruduk DPRD

Tolak Proyek "Malioboro" Tegal, PKL Hingga Sopir Angkot Geruduk DPRD

Regional
Langkah Bupati Semarang Antisipasi Klaster Covid-19 di Sekolah

Langkah Bupati Semarang Antisipasi Klaster Covid-19 di Sekolah

Regional
Hilang Selama Dua Hari, Seorang Warga Ditemukan di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Selama Dua Hari, Seorang Warga Ditemukan di Pulau Tak Berpenghuni

Regional
Ini Isi 'Chat' WhatsApp Bupati Bojonegoro hingga Diadukan Wabup ke Polisi

Ini Isi "Chat" WhatsApp Bupati Bojonegoro hingga Diadukan Wabup ke Polisi

Regional
Bertemu Anak yang Yatim Piatu akibat Covid-19, Mensos Risma: Mulai Sekarang Sayalah Pengganti Orangtuamu

Bertemu Anak yang Yatim Piatu akibat Covid-19, Mensos Risma: Mulai Sekarang Sayalah Pengganti Orangtuamu

Regional
4 Ekor Paus Mati Terdampar dalam 2 Pekan di Pantai Bima, BKSDA Sebut Fenomena Baru

4 Ekor Paus Mati Terdampar dalam 2 Pekan di Pantai Bima, BKSDA Sebut Fenomena Baru

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kades Nyentrik Sulap Bekas Tambang Jadi Destinasi Wisata | Perumahan Angling Dharma yang Dikira Kerajaan

[POPULER NUSANTARA] Kades Nyentrik Sulap Bekas Tambang Jadi Destinasi Wisata | Perumahan Angling Dharma yang Dikira Kerajaan

Regional
Pekan Depan, Wabup Lombok Utara Diperiksa sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan IGD dan ICU RSUD KLU

Pekan Depan, Wabup Lombok Utara Diperiksa sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan IGD dan ICU RSUD KLU

Regional
'Kalau KKP Tak Bisa Bantu Nelayan, Minimal Jangan Mempersulit'

"Kalau KKP Tak Bisa Bantu Nelayan, Minimal Jangan Mempersulit"

Regional
Sempat Berkilah, Ibu yang Jambak Anaknya Langsung Pucat Saat Polisi Datang dan Perlihatkan Video yang Viral

Sempat Berkilah, Ibu yang Jambak Anaknya Langsung Pucat Saat Polisi Datang dan Perlihatkan Video yang Viral

Regional
Adukan Bupati Bojonegoro ke Polisi karena 'Chat' WhatsApp, Wabup: Isinya Fitnah, Menyerang Pribadi dan Keluarga Saya

Adukan Bupati Bojonegoro ke Polisi karena "Chat" WhatsApp, Wabup: Isinya Fitnah, Menyerang Pribadi dan Keluarga Saya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.