Angka Kematian Pasien Covid-19 Tinggi, Gali Makam Pakai Alat Berat

Kompas.com - 24/06/2021, 15:49 WIB
Jenazah pasien Covid-19 diangkut menuju liang lahat oleh para petugas pemikul jenazah di TPU Cikadut, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/6/2021). KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANAJenazah pasien Covid-19 diangkut menuju liang lahat oleh para petugas pemikul jenazah di TPU Cikadut, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/6/2021).

BANDUNG, KOMPAS.com - Jumlah kematian akibat Covid-19 di Kota Bandung, Jawa Barat, meningkat tinggi.

Hal ini membuat proses penggalian makam khusus Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut terkendala.

Sekretaris Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung Tajudin mengatakan, sebelum kasus kematian akibat Covid-19 meningkat, dalam satu hari pihaknya menyediakan 15 hingga 20 liang lahad.

"Setelah Idul Fitri, meningkat jumlahnya sampai 20 ke atas. Seperti Senin kemarin sampai 27 jenazah yang harus dimakamkan," kata Tajudin dalam kegiatan Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Ratusan Makam di TPU Cikadut Dibongkar, Sekda: Hanya Tampung Jenazah Covid-19 Ber-KTP Kota Bandung

Tajudin mengatakan, saking banyaknya jumlah jenazah pasien Covid-19 yang harus dimakamkan, 20 orang penggali kubur yang disiagakan setiap harinya masih kewalahan.

"Karena kami menggali liang lahat masih pakai sistem manual," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Supaya proses penggalian liang lahad bisa lebih cepat, Distaru Kota Bandung meminjam satu unit alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung.

"DPU mengirimkan backhoe untuk mempercepat penggalian. Alhamdulillah sekarang penggalian bisa lebih cepat. Kalau pakai manual, satu liang lahad bisa memakan waktu 2 sampai 4 jam. Sekarang sudah berjalan hampir 2 mingguan," kata Tajudin.

Baca juga: Kisah Pengubur Jenazah Covid-19, Menangis Lihat Keluarga Pasien

Selain proses penggalian bisa lebih cepat, dengan bantuan alat berat, jumlah liang lahad yang disediakan untuk jenazah pasien Covid-19 bisa lebih banyak.

"Sekarang bisa 30 liang lahad tersedia setiap hari," kata Tajudin.

Tajudin mengatakan bahwa lahan yang disediakan Pemerintah Kota Bandung di TPU Cikadut untuk memakamkan jenazah Covid-19 bisa mencapai 5.000 liang lahad.

"Yang sudah terpakai 1.723 liang lahad. Sisa luas lahan (untuk) 3.777 makam. Harapannya sih pandemi segera berakhir dan liang lahad yang sudah digali tidak terpakai," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tambah 566, Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19

Tambah 566, Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19

Regional
Gelombang Pantai Selatan Jawa Tinggi, Nelayan di Gunungkidul Pilih Tak Melaut

Gelombang Pantai Selatan Jawa Tinggi, Nelayan di Gunungkidul Pilih Tak Melaut

Regional
Bupati Lindra Temukan Sejumlah Kejanggalan dalam Penyaluran Bansos di Tuban

Bupati Lindra Temukan Sejumlah Kejanggalan dalam Penyaluran Bansos di Tuban

Regional
Pasutri Korban Penganiayaan Satpol PP Bantah Serobot Makam Pahlawan

Pasutri Korban Penganiayaan Satpol PP Bantah Serobot Makam Pahlawan

Regional
Pemuda Ini Ditangkap karena Hina Profesi Wartawan, Polisi: Pelaku Mengakui dan Minta Maaf

Pemuda Ini Ditangkap karena Hina Profesi Wartawan, Polisi: Pelaku Mengakui dan Minta Maaf

Regional
BOR Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Semarang Turun, tapi ICU Masih Penuh

BOR Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Semarang Turun, tapi ICU Masih Penuh

Regional
Polda Jatim Pantau Aktivitas Calo Plasma Konvalesen di Media Sosial

Polda Jatim Pantau Aktivitas Calo Plasma Konvalesen di Media Sosial

Regional
Terlibat Jual Beli Surat PCR Palsu, Oknum PNS Ditangkap, Sudah Beraksi 5 Kali

Terlibat Jual Beli Surat PCR Palsu, Oknum PNS Ditangkap, Sudah Beraksi 5 Kali

Regional
Banyak Warga Termakan Hoaks, Keterisian Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Wonogiri Minim

Banyak Warga Termakan Hoaks, Keterisian Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Wonogiri Minim

Regional
Puluhan Orang di Garut Keracunan, Diduga akibat Makanan

Puluhan Orang di Garut Keracunan, Diduga akibat Makanan

Regional
Nakes Bertumbangan, RSUD Wates Buka Lowongan Perawat Besar-besaran

Nakes Bertumbangan, RSUD Wates Buka Lowongan Perawat Besar-besaran

Regional
Kronologi Seorang Pemuda Tewas Saat Latihan Silat, Berawal Dipukul Pelatih di Bagian Dada

Kronologi Seorang Pemuda Tewas Saat Latihan Silat, Berawal Dipukul Pelatih di Bagian Dada

Regional
Hadiah Rp 100 Juta untuk Desa yang Berhasil Pertahankan Wilayah Bebas Karhutla

Hadiah Rp 100 Juta untuk Desa yang Berhasil Pertahankan Wilayah Bebas Karhutla

Regional
Kisah Bagas, Atlet Panahan Asal Klaten di Olimpiade Tokyo, Warisi Bakat dari Ibu

Kisah Bagas, Atlet Panahan Asal Klaten di Olimpiade Tokyo, Warisi Bakat dari Ibu

Regional
Selama 6 Bulan Terakhir, 17 TKW Cianjur Bermasalah di Luar Negeri

Selama 6 Bulan Terakhir, 17 TKW Cianjur Bermasalah di Luar Negeri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X