Tarik Semua Petugas di Posko Penyekatan Suramadu, Bupati Bangkalan Fokus di Kecamatan Zona Merah

Kompas.com - 24/06/2021, 09:40 WIB
Petugas Gabungan Saat Melakukan Tugas di Pos penyekatan Jembatan Suramadu sisi Bangkalan Madura, Kamis (17/6/2021). KOMPAS.COM/MUCHLISPetugas Gabungan Saat Melakukan Tugas di Pos penyekatan Jembatan Suramadu sisi Bangkalan Madura, Kamis (17/6/2021).

SURABAYA, KOMPAS.com – Bupati Bangkalan RK. Abdul Latif Amin Imron, memilih menarik semua tenaga kesehatan dan petugas yang bertugas di posko penyekatan Suramadu sisi Bangkalan.

Selanjutnya, Bupati memilih fokus menangani lima kecamatan dan delapan desa zona merah kasus Covid-19 di Bangkalan.

Ra Latif menjelaskan, para petugas dialihkan agar bisa maksimal menurunkan lonjakan angka kasus Covid-19 di kecamatan, desa serta tingkat dusun atau RT RW di zona merah tersebut.

“Istilahnya PPKM mikro ini yang ada di tingkat RT RW tingkat dusun, ini kita lakukan pengetatan pengawasan secara masif sehingga seluruh nakes penjagaan yang jaga di Suramadu kita fokuskan di sana zona merah,” kata Ra Latif saat dikonfirmasi, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Tes Antigen dan Screening di Pos Penyekatan Suramadu Resmi Ditiadakan, Bergeser ke 8 Desa Zona Merah Covid-19 Bangkalan

Ra Latif beserta jajaran Forkopimda Bangkalan memiliki pertimbangan ingin menyelesaikan lebih dulu sejumlah kecamatan yang menjadi episentrum awal kasus Covid-19.

”Sekarang sudah jadi lima kecamatan, menilai penting Forkopimda Bangkalan mengambil langkah untuk menyelesaikan dulu dan penaganannya bisa maksimal,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bupati Ra Latif memberikan istilah mini lockdown pada lima kecamatan tersebut.

Artinya, kinerja para petugas dan nakes berfokus mengawasi secara ketat zona merah itu.

Diharapkan, masyarakat pun bisa disiplin menerapkan prokes hingga menjalankan isolasi.

Baca juga: Polemik Penyekatan Suramadu, Dianggap Diskriminatif, Terjadi Demonstrasi dan Kericuhan hingga Skrining Tes Antigen Dihentikan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bidan Desa di Lembata Turun ke Kebun Ajak Pengungsi Badai Seroja Ikut Vaksinasi Covid-19

Bidan Desa di Lembata Turun ke Kebun Ajak Pengungsi Badai Seroja Ikut Vaksinasi Covid-19

Regional
Mayat Pria Ini Tergeletak di Jalan, Diduga Korban Penikaman

Mayat Pria Ini Tergeletak di Jalan, Diduga Korban Penikaman

Regional
Petani Kopi Asal Sumsel Jadi Pencuri Spesialis Ganjal ATM, Pasang Stiker Call Center Palsu

Petani Kopi Asal Sumsel Jadi Pencuri Spesialis Ganjal ATM, Pasang Stiker Call Center Palsu

Regional
Diguyur Hujan Deras, 8 Kecamatan di Lubuk Linggau Diterjang Banjir Bandang

Diguyur Hujan Deras, 8 Kecamatan di Lubuk Linggau Diterjang Banjir Bandang

Regional
Kerugian akibat Kebakaran di Gedung Meranti RSKD Dadi Makassar Ditaksir Capai Rp 300 Juta

Kerugian akibat Kebakaran di Gedung Meranti RSKD Dadi Makassar Ditaksir Capai Rp 300 Juta

Regional
Cemburu, Pria Ini Siram Pacar dengan Air Keras hingga Tewas, Berbohong jika Korban Diserang Orang Tak Dikenal

Cemburu, Pria Ini Siram Pacar dengan Air Keras hingga Tewas, Berbohong jika Korban Diserang Orang Tak Dikenal

Regional
Video Viral Debt Collector di Lombok Tagih Nasabah Pakai Senjata Api, Oknum Polisi Terlibat?

Video Viral Debt Collector di Lombok Tagih Nasabah Pakai Senjata Api, Oknum Polisi Terlibat?

Regional
Polisi Tutup 2 Pabrik Obat-obatan Terlarang di Bantul dan Sleman, Produksi 420 Juta Butir Per Bulan

Polisi Tutup 2 Pabrik Obat-obatan Terlarang di Bantul dan Sleman, Produksi 420 Juta Butir Per Bulan

Regional
Ini Temuan dari Struktur Kuno di Blitar yang Diduga Kompleks Bangsawan Era Majapahit

Ini Temuan dari Struktur Kuno di Blitar yang Diduga Kompleks Bangsawan Era Majapahit

Regional
Sekitar 7.000 Anak di Jabar Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Sekitar 7.000 Anak di Jabar Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Regional
Gadis 13 Tahun di Tanah Bumbu Kalsel Dicabuli 3 Pemuda secara Bergilir

Gadis 13 Tahun di Tanah Bumbu Kalsel Dicabuli 3 Pemuda secara Bergilir

Regional
Bharada Muhammad Kurniadi Korban KKB Dimakamkan di TMP Aceh Tamiang, Kapolres: Kami Kehilangan Salah Satu Putra Terbaik

Bharada Muhammad Kurniadi Korban KKB Dimakamkan di TMP Aceh Tamiang, Kapolres: Kami Kehilangan Salah Satu Putra Terbaik

Regional
Kantor Bank Sinarmas Pontianak Diduga Ditembaki Orang Tak Dikenal, Ada Belasan Lubang Bekas Tembakan

Kantor Bank Sinarmas Pontianak Diduga Ditembaki Orang Tak Dikenal, Ada Belasan Lubang Bekas Tembakan

Regional
Bersiap Buka Pariwisata Bali, Pemprov Targetkan Wisman dari 4 Negara Ini

Bersiap Buka Pariwisata Bali, Pemprov Targetkan Wisman dari 4 Negara Ini

Regional
Sidang Lanjutan Sate Sianida, Penasihat Hukum Menilai Nani Tidak Berencana Membunuh

Sidang Lanjutan Sate Sianida, Penasihat Hukum Menilai Nani Tidak Berencana Membunuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.