Kompas.com - 24/06/2021, 07:02 WIB
Ilustrasi virus corona SHUTTERSTOCK/ker_viiIlustrasi virus corona

SURABAYA, KOMPAS.com – Lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan meledak pascalibur panjang, tepatnya dua minggu setelah lebaran ketupat 2021.

Sebelumnya, hari Kamis (3/6/2021), hanya terdapat 7 kasus baru Covid-19, 5 kasus pada Jumat (4/6/2021), dan 4 kasus pada Sabtu (5/6/2021). Jumlah tersebut masih relatif landai dan normal.

Baca juga: Polemik Penyekatan Suramadu, Dianggap Diskriminatif, Terjadi Demonstrasi dan Kericuhan hingga Skrining Tes Antigen Dihentikan

Lonjakan kasus saat itu terjadi pada Hari Minggu (6/6/2021).

Tercatat, terdapat 25 kasus Covid-19 dan dua pasien Covid-19 meninggal dunia.

Sementara pada Senin (7/6/2021), kasus Covid-19 harian di Bangkalan bertambah menjadi 40 kasus sehingga menjadi 1.819 kasus.

Sehingga saat itu total kasus sembuh tercatat 1.520 kasus, 184 pasien meninggal dunia dan 115 dirawat di rumah sakit rujukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Semua RS di Pamekasan Sudah Tak Bisa Menerima Pasien Covid-19 karena Tak Ada Ruang Isolasi

Sempat ajukan penutupan sementara IGD RSUD Bangkalan

Ilustrasi medical formSHUTTERSTOCK Ilustrasi medical form

Pihak manajemen RSUD Bangkalan saat itu sempat berencana menutup sementara IGD Rumah Sakit Umum Daerah Syarifah Ambami Rato Ebhu Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Pengajuan penutupan tersebut dilakukan setelah ada salah satu dokter meninggal akibat terpapar Covid-19.

Penutupan sementara mulanya akan dilakukan tanggal 5-8 Juni 2021, dengan alasan petugas ingni melakukan sterilisasi ruangan.

Jubir Satgas Covid-19 Bangkalan Agus Sugianto Zein menjelaskan, bahwa pihak manajemen RSUD Bangkalan telah mengajukan dan mengirimkan surat ke Bupati Bangkalan terkait permohonan penutupan ruang IGD. 

Baca juga: Pos Penyekatan Suramadu Sisi Bangkalan Ditiadakan, Begini Kata Warga yang Melintas

"Memang pihak menajemen mengirimkan surat ke Pak Bupati Bangkalan untuk melakukan lockdown khusus di IGD saja itu, Karena ada staf nakes yang meninggal, sehingga ibu direktur itu ingin sterilisasi untuk petugas dan ruangan IGD selama tiga hari ke depan," kata Agus saat, Minggu (6/6/2021).

Selain melakukan sterilisasi, pihak pemkab melakukan tracing dan tracking kepada tenaga medis di rumah sakit tersebut sebagai upaya deteksi dini dan perlindungan kepada tenaga kesehatan yang bertugas.

Pada saat itu, status surat permohonan penutupan masih belum disetujui oleh Bupati Bangkalan RK. Abdul Latif Amin Imron.

Baca juga: Tes Antigen dan Screening di Pos Penyekatan Suramadu Resmi Ditiadakan, Bergeser ke 8 Desa Zona Merah Covid-19 Bangkalan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bejat, Ayah di Sleman Tega Setubuhi 2 Anak Kandungnya Selama 8 Tahun

Bejat, Ayah di Sleman Tega Setubuhi 2 Anak Kandungnya Selama 8 Tahun

Regional
Pria Asal Pangkalpinang Meninggal di Kamar Saat Isoman di Penginapan

Pria Asal Pangkalpinang Meninggal di Kamar Saat Isoman di Penginapan

Regional
Kisah Pria Difabel di Mamasa, Jadi Pandai Besi demi Nafkahi Istri dan 8 Anaknya

Kisah Pria Difabel di Mamasa, Jadi Pandai Besi demi Nafkahi Istri dan 8 Anaknya

Regional
Pak Presiden, Coba Lihat Bu Guru Imas, 17 Tahun Mengabdi, Umur 53 Tahun Kena Strok, tapi Tetap Ikut Ujian PPPK

Pak Presiden, Coba Lihat Bu Guru Imas, 17 Tahun Mengabdi, Umur 53 Tahun Kena Strok, tapi Tetap Ikut Ujian PPPK

Regional
Operasi Patuh Lodaya di Tasikmalaya Tidak Ada Penilangan, Ini Penjelasan Polisi

Operasi Patuh Lodaya di Tasikmalaya Tidak Ada Penilangan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB Saat Jaga Proses Evakuasi Jenazah Suster Gabriela di Kiwirok

Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB Saat Jaga Proses Evakuasi Jenazah Suster Gabriela di Kiwirok

Regional
Modus Teller Bank BUMN Curi Uang Nasabah Rp 1,2 Miliar, Palsukan Tanda Tangan hingga Pakai Rekening Teman

Modus Teller Bank BUMN Curi Uang Nasabah Rp 1,2 Miliar, Palsukan Tanda Tangan hingga Pakai Rekening Teman

Regional
Teller Bank BUMN Curi Uang Nasabah Rp 1,2 M gara-gara Terjerat Utang Pinjol

Teller Bank BUMN Curi Uang Nasabah Rp 1,2 M gara-gara Terjerat Utang Pinjol

Regional
Kronologi Perampokan Toko Emas di Bandung, Berawal Korban Minta Pasang CCTV kepada Pelaku

Kronologi Perampokan Toko Emas di Bandung, Berawal Korban Minta Pasang CCTV kepada Pelaku

Regional
Kakek yang Dibacok Tetangganya Usai Antar Cucu Sekolah Diduga Bawa Kabur Istri Pelaku

Kakek yang Dibacok Tetangganya Usai Antar Cucu Sekolah Diduga Bawa Kabur Istri Pelaku

Regional
Warga Temukan Tengkorak Manusia di Pantai Parangkusumo Bantul

Warga Temukan Tengkorak Manusia di Pantai Parangkusumo Bantul

Regional
25 ABK KM Hentri Masih Hilang di Laut Maluku, Pencarian Dihentikan

25 ABK KM Hentri Masih Hilang di Laut Maluku, Pencarian Dihentikan

Regional
Pesan Jokowi di Cilegon Banten: Terus Lakukan Transformasi BUMN, Kurangi Impor Baja

Pesan Jokowi di Cilegon Banten: Terus Lakukan Transformasi BUMN, Kurangi Impor Baja

Regional
Alasan Pasutri yang Ajak 7 Anaknya Tidur di Warung Angkringan Tolak Pindah Rusunawa

Alasan Pasutri yang Ajak 7 Anaknya Tidur di Warung Angkringan Tolak Pindah Rusunawa

Regional
Soal Belajar Tatap Muka, Wali Kota Ambon: Kalau Sudah PPKM Level 2, Baru Kita Evaluasi...

Soal Belajar Tatap Muka, Wali Kota Ambon: Kalau Sudah PPKM Level 2, Baru Kita Evaluasi...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.