Kematian Pasien Covid-19 Membeludak, Pembuatan Peti Mati Dikebut 24 Jam Tanpa Henti

Kompas.com - 23/06/2021, 12:11 WIB
Petugas Kamar Mayat RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya membuat peti mati dadakan untuk jenazah Covid-19 yang meningkat dalam sepekan terakhir ini, Rabu (23/6/2021). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPetugas Kamar Mayat RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya membuat peti mati dadakan untuk jenazah Covid-19 yang meningkat dalam sepekan terakhir ini, Rabu (23/6/2021).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Petugas kamar jenazah RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya sampai harus membuat peti mati khusus jenazah pasien Covid-19 secara dadakan akibat jumlah kematian yang membludak beberapa hari terakhir.

Jenazah pasien Covid-19 pun terpaksa antre dimakamkan karena sesuai protokol kesehatan wajib memakai peti.

Baca juga: Daftar Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Massal Serentak di Kabupaten Tangerang

Baca juga: Jenazah Pasien Covid-19 Terus Berdatangan hingga Liang Lahad Habis

"Ini kami membuat peti mati dadakan sesuai anjuran protokol kesehatan bagi jenazah Covid-19 muslim. Soalnya stok persediaan habis setelah banyak pasien corona meninggal. Hampir tiap hari ada yang meninggal akibat Covid-19. Kemarin saja enam orang, kemarinnya lagi 10 orang, tadi malam juga ada lagi lebih satu orang," ujar salah seorang petugas kamar mayat RSUD Soekardjo Tasikmalaya, Dona Dermawan, kepada wartawan di tempat kerjanya, Rabu (23/6/2021).

Dona menjelaskan, pembuatan peti mati dikebut 24 jam tanpa henti.

Ini karena mereka bertanggung jawab sampai ke proses pemakaman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami terus bekerja cepat, karena jenazah harus dimakamkan secara cepat dan aman sesuai protokol kesehatan dan tentunya secara agama juga," ucap dia.

Kematian meningkat

Dalam sepekan terakhir ini, jumlah kematian akibat Covid-19 meningkat drastis.

"Kalau sebelumnya itu paling satu atau dua orang kadang tidak ada. Tapi, sepekan ini jumlah kematian sangat banyak setiap harinya," ujar dia.

 

Meski demikian, tugas dan tanggung jawab harus dilakukan meski lembur selama 24 jam dengan beberapa orang pakai shif kerja.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf, membenarkan jumlah kematian pasien Covid-19 meningkat dalam sepekan ini.

Bahkan, jumlah pasien yang meninggal dalam sehari mencapai 9 atau 10 pasien.

"Total dari awal bulan sampai hari ini sudah ada 67 pasien meninggal akibat Covid-19. Kami harap warga waspada dan meningkatkan protokol kesehatan secara benar. Kami pemerintah sedang berjibaku melakukan berbagai upaya supaya kondisi ini cepat berlalu," ucap Yusuf dia.

Sesuai data Gugus Tugas Covid-19 lewat publikasi Diskominfo Kota Tasikmalaya, hingga Rabu (23/6/2021), total data kasus aktif Covid-19 di Kota Tasikmalaya berjumlah 731 kasus.

Pada bulan sebelumnya, jumlah pasien aktif di Tasik tercatat di angka 150 kasus.

Hingga hari ini total pasien meninggal 186 orang dan bulan ini terjadi kenaikan yang drastis.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Penderita Stroke yang Tak Mampu Berobat Didatangi Gubernur

Cerita Penderita Stroke yang Tak Mampu Berobat Didatangi Gubernur

Regional
Sempat Diamputasi, KKB Pecatan TNI Senat Soll Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Dokter

Sempat Diamputasi, KKB Pecatan TNI Senat Soll Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Dokter

Regional
Kronologi Pencurian Truk yang Gagal karena Mogok di Jalan, Pelaku Panik dan Tinggalkan Mobil Sewaan

Kronologi Pencurian Truk yang Gagal karena Mogok di Jalan, Pelaku Panik dan Tinggalkan Mobil Sewaan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Kolonel TNI AU Tertipu Jabatan di BKKBN | Jaguar, Merpati Kolong Harga Miliaran

[POPULER NUSANTARA] Mantan Kolonel TNI AU Tertipu Jabatan di BKKBN | Jaguar, Merpati Kolong Harga Miliaran

Regional
Heboh Dugaan Pelecehan Mahasiswa, Purek 3 Unsri: Kabar Itu Masih Abstrak

Heboh Dugaan Pelecehan Mahasiswa, Purek 3 Unsri: Kabar Itu Masih Abstrak

Regional
Rancang Layanan 'Medical Tourism', Eri Cahyadi Ingin Surabaya Jadi Rujukan Wisata Kesehatan

Rancang Layanan "Medical Tourism", Eri Cahyadi Ingin Surabaya Jadi Rujukan Wisata Kesehatan

Regional
Hasil Pemeriksaan Jiwa Keluar, Penyerang Ustaz di Batam Jadi Tersangka

Hasil Pemeriksaan Jiwa Keluar, Penyerang Ustaz di Batam Jadi Tersangka

Regional
Aksi Keprihatinan, Peternak di Blitar Bagikan 25.000 Butir Telur Gratis Pagi Ini

Aksi Keprihatinan, Peternak di Blitar Bagikan 25.000 Butir Telur Gratis Pagi Ini

Regional
'Nomor Kepegawaian yang Saya Terima Setelah Menjabat Kepala BKKBN Ternyata Bodong'

"Nomor Kepegawaian yang Saya Terima Setelah Menjabat Kepala BKKBN Ternyata Bodong"

Regional
Tradisi Maranggir, Menyucikan Diri di Bah Damanik Simalungun, Konon Tempat Mandi Raja

Tradisi Maranggir, Menyucikan Diri di Bah Damanik Simalungun, Konon Tempat Mandi Raja

Regional
Pencuri di Surabaya Tinggalkan Truk Rampasan di Jalan gara-gara Mogok

Pencuri di Surabaya Tinggalkan Truk Rampasan di Jalan gara-gara Mogok

Regional
Soal Perseteruan Bupati dan Wabup Bojonegoro, Ini Langkah PDI-P Jatim

Soal Perseteruan Bupati dan Wabup Bojonegoro, Ini Langkah PDI-P Jatim

Regional
Kisah Rusnawi, Tanggalkan Pangkat Kolonel TNI demi Jabatan Kepala BKKBN, tapi Kini Malah Jadi Pegawai Kontrak

Kisah Rusnawi, Tanggalkan Pangkat Kolonel TNI demi Jabatan Kepala BKKBN, tapi Kini Malah Jadi Pegawai Kontrak

Regional
Modus Tersangka Kasus Korupsi Studi Kelayakan Lahan SMA/SMK, Pecah Paket Pengerjaan Proyek Agar Tak Dilelang

Modus Tersangka Kasus Korupsi Studi Kelayakan Lahan SMA/SMK, Pecah Paket Pengerjaan Proyek Agar Tak Dilelang

Regional
Viral, Video Muazin Masjid Dianiaya Seorang Pria di Medan, Korban dan Pelaku Kini Saling Lapor

Viral, Video Muazin Masjid Dianiaya Seorang Pria di Medan, Korban dan Pelaku Kini Saling Lapor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.