Sederet Kericuhan di Pos Penyekatan Suramadu, Pagar Pembatas Dirusak hingga Petugas Dilempar Petasan

Kompas.com - 23/06/2021, 06:09 WIB
Screenshot Video Viral yang melakukan pengrusakan beberapa pagar di Jembatan Suramadu sisi Surabaya. KOMPAS.COM/MUCHLISScreenshot Video Viral yang melakukan pengrusakan beberapa pagar di Jembatan Suramadu sisi Surabaya.

KOMPAS.com - Sejumlah kericuhan terjadi saat penyekatan di Jembatan Suramadu dalam beberapa waktu terakhir.

Aksi tersebut dilakukan oleh pengendara yang diduga keberatan dengan pemberlakuan wajib swab antigen saat melintasi jembatan penghubung Surabaya dan Madura itu.

Baca juga: Massa Rusak Pagar Pembatas Jembatan Suramadu Sisi Surabaya, Polisi: Akan Diproses Hukum

Rusak meja, berebut KTP

Potongan video suasana posko penyekatan Suramadu yang dirusak warga.istimewa Potongan video suasana posko penyekatan Suramadu yang dirusak warga.

Pada Jumat (18/6/2021), kericuhan terjadi di Jembatan Suramadu sisi Surabaya.

Warga berteriak hingga merusak meja dan berebut Kartu Tanda Penduduk (KTP). Mereka melakukan hal tersebut lantaran terburu-buru untuk melintas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, kericuhan terjadi saat volume kendaraan sedang tinggi, khususnya roda dua sejak pukul 02.00 WIB.

Satu jam kemudian, kendaraan roda dua menumpuk untuk melakukan layanan tes antigen.

"Karena kondisinya crowded, lalu ada pengendara yang membunyikan klakson sehingga memperparah suasana dan terjadilah kericuhan," kata Ganis dikonfirmasi Jumat siang.

Baca juga: Viral, Video 100 Pengendara Terobos Pemeriksaan Swab dan Dorong Petugas di Pos Penyekatan Suramadu, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Dia menyebut, kericuhan terjadi karena pengguna jalan sedang terburu-buru untuk bekerja.

"Tidak ada penyerangan terhadap petugas. Semuanya bisa dikendalikan," jelasnya.

Aksi tersebut direkam dalam video dan viral di media sosial.

"Swab di Surabaya kisuh, KTP hilang semua. Semua orang mencari KTP. Aparatnya kurang adil, kurang tegas," kata suara dalam video tersebut.

Baca juga: Begini Awal Mula Kebijakan Skrining dan Tes Antigen di Pos Penyekatan Suramadu

 

Massa rusak pagar pembatas

Beberapa hari setelahnya, sekelompok massa tiba-tiba mendatangi lokasi penyekatan sisi Surabaya dan  melakukan perusakan terhadap jembatan pembatas.

Kejadian itu diunggah dalam bentuk video oleh akun instagram resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya @sehatsurabayaku pada Selasa (22/6/2021) pagi.

"Sekelompok massa tiba-tiba datang ke pos penyekatan dan swab yang berada di pintu keluar Jembatan Suramadu arah Surabaya, pagi tadi, pukul 05.00 WIB," tulis keterangan dalam unggahan video @sehatsurabayaku seperti dilihat Kompas.com Selasa (21/6/2021).

Baca juga: Pemprov Jatim Berlakukan Pengetatan PPKM Mikro di 8 Desa di Bangkalan

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan kejadian bermula saat kendaraan roda dua di sisi timur depan gate Jembatan Suramadu menumpuk pukul 04.30 WIB hingga 05.30 WIB.

"Kemudian rombongan pengendara R2 melakukan perusakan pagar pembatas gate Jembatan Suramadu hingga jebol, berjalan putar balik dengan rute sisi barat - bawah Jembatan Suramadu - Jl. Jalur Lambat depan BPWS belakang," ujar Irvan.

Akibatnya, kendaraan bisa menerobos penyekatan sehingga lolos dari tes swab antigen.

Perusakan pagar tersebut dilakukan saat petugas kepolisian lelah dan sebagian hendak menunaikan shalat subuh.

"Kejadiannya pas azan Subuh anggota kami sedang persiapan shalat itu, Saya di atas pos lalu lintas itu saya merekam juga," kata Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Eko Adi Wibowo saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: 900 Tempat Tidur Tambahan Disiapkan oleh Pemprov Jatim, Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Massa lempar petasan

Tangkapan layar video viral yang memperlihatkan petugas di pos penyekatan Jembatan Suramadu diserang pakai petasan.TANGKAPAN LAYAR VIDEO Tangkapan layar video viral yang memperlihatkan petugas di pos penyekatan Jembatan Suramadu diserang pakai petasan.

Masih dalam akun Instagram resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya @sehatsurabayaku pada Selasa (22/6/2021) pagi, disebutkan pula bahwa beberapa oknum melemparkan petasan ke arah petugas.

"Beberapa oknum massa tersebut membawa petasan yang diarahkan ke petugas. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui adanya korban jiwa/luka. Dan kondisi kembali kondusif," tulisnya.

AKP Eko menjelaskan lemparan petasan terjadi saat petugas berusaha menangani kericuhan.

Menurutnya ada kejanggalan dalam aksi tersebut karena mayoritas massa adalah anak di bawah umur, bukan pengendara yang terjaring penyekatan.

"Itu anak-anak tanggung belum genap 17 tahun, mau diperiksa pun masih anak di bawah umur. Dia pengendara sepeda motor perotolan itu yang numpuk di bawah jembatan itu knalpotnya yang enggak karuan itu," ucap Eko saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Pemprov Jatim Berlakukan Pengetatan PPKM Mikro di 8 Desa di Bangkalan

 

Ilustrasi Polisi KOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi Polisi
Polisi kejar pelaku

Pihak kepolisian Polres Tanjung Perak pun menelusuri dan mencari identitas pelaku perusakan di Jembatan Suramadu.

"Sudah ditangani tinggal tunggu saja, sudah ada anggota preman yang kita lacak, tetap ini akan diproses secara hukum," kata Kasat Lantas Eko.

Eko mengimbau kepada para pengendara dari arah Madura agar memanfaatkan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) yang sudah diberlakukan sejak kemarin.

"Imbauan saya kan sudah ada keputusan bersama dari pemkab dan Pemprov Jatim, mengeluarkan SIKM sejak kemarin berlaku untuk pegawai karyawan, PNS pedagang yang setiap hari keluar masuk. Bisa minta ke kecamatannya masing-masing dan ini berlaku 7 hari," ujar dia.

(KOMPAS.COM/ Muchlis, Ghinan Salman, Achmad Faizal)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Maybrat Beri Jaminan Keamanan bagi 7 Guru yang Dikirim untuk Mengajar di Papua Barat

Bupati Maybrat Beri Jaminan Keamanan bagi 7 Guru yang Dikirim untuk Mengajar di Papua Barat

Regional
Pemkot Lhokseumawe Ingatkan Tim Dokter Teliti Periksa Calon Peserta Vaksinasi

Pemkot Lhokseumawe Ingatkan Tim Dokter Teliti Periksa Calon Peserta Vaksinasi

Regional
Suami Siri Bandar Arisan Online Fiktif Salatiga Ditangkap di Surabaya

Suami Siri Bandar Arisan Online Fiktif Salatiga Ditangkap di Surabaya

Regional
Kronologi Citilink Mendarat Darurat di Palembang, Berawal Seorang Anak Lepas Penutup Tuas Pintu Darurat

Kronologi Citilink Mendarat Darurat di Palembang, Berawal Seorang Anak Lepas Penutup Tuas Pintu Darurat

Regional
Kronologi BD Pukuli Tetangga dengan Kayu hingga Tewas, Mengaku Dapat Bisikan Gaib Saat Tidur

Kronologi BD Pukuli Tetangga dengan Kayu hingga Tewas, Mengaku Dapat Bisikan Gaib Saat Tidur

Regional
Update Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Banten

Update Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Banten

Regional
Hindari Kedip Listrik Selama PON XX, PLN Siapkan 4 Skenario Gangguan

Hindari Kedip Listrik Selama PON XX, PLN Siapkan 4 Skenario Gangguan

Regional
Puluhan Ton Ikan Mati di Cianjur Sepekan Terakhir, Petambak Rugi hingga Ratusan Juta Rupiah

Puluhan Ton Ikan Mati di Cianjur Sepekan Terakhir, Petambak Rugi hingga Ratusan Juta Rupiah

Regional
Seorang IRT di Makassar Terkena Peluru Nyasar Saat Tidur di Rumahnya

Seorang IRT di Makassar Terkena Peluru Nyasar Saat Tidur di Rumahnya

Regional
Sekolah Kembali Dibuka, Pedagang Jajanan: Seperti Dapat Nyawa Lagi

Sekolah Kembali Dibuka, Pedagang Jajanan: Seperti Dapat Nyawa Lagi

Regional
Ditolak Masuk Tim PON NTT, Pria Ini Nekat Pakai Dana Sendiri ke Papua dan Raih 2 Medali

Ditolak Masuk Tim PON NTT, Pria Ini Nekat Pakai Dana Sendiri ke Papua dan Raih 2 Medali

Regional
Atlet Maizir Riyondra Sumbang Medali Emas PON Pertama untuk Riau

Atlet Maizir Riyondra Sumbang Medali Emas PON Pertama untuk Riau

Regional
Cerita Para Peternak Ayam Saat Harga Telur Anjlok, Rugi Rp 2 Juta dalam Sehari hingga Sulit Bayar Cicilan Bank

Cerita Para Peternak Ayam Saat Harga Telur Anjlok, Rugi Rp 2 Juta dalam Sehari hingga Sulit Bayar Cicilan Bank

Regional
Didatangi Ribuan Orang, Polisi Bubarkan Aksi Bagi-bagi Telur Gratis di Blitar

Didatangi Ribuan Orang, Polisi Bubarkan Aksi Bagi-bagi Telur Gratis di Blitar

Regional
Kota Palembang Diselimuti Kabut, Ini Penyebabnya

Kota Palembang Diselimuti Kabut, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.