Banten Darurat Covid-19, Bupati Lebak Minta Keluarga Beda Rumah Tidak Kumpul-kumpul

Kompas.com - 23/06/2021, 05:41 WIB
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya di Pendopo Lebak, Selasa (22/6/2021) KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINBupati Lebak Iti Octavia Jayabaya di Pendopo Lebak, Selasa (22/6/2021)

LEBAK, KOMPAS.com - Kasus Covid-19 di Kabupaten Lebak mengalami lonjakan. Dalam sepekan terakhir bertambah lebih dari 200 orang dengan total konfirmasi 3.931 orang.

Lonjakan jumlah kasus juga membuat Lebak berubah status dari zona kuning menjadi oranye.

Bupati Iti Octavia Jayabaya meminta masyarakat untuk kembali waspada dengan terus memperketat protokol kesehatan saat beraktivitas sehari-hari. Apalagi, kata dia, saat ini telah ada varian baru Covid-19 yakni varian delta.

"Untuk warga, virus delta ini baru gejala tidak terasa karena flu biasa, masih normal, tapi melalukan swab positif. Ini penyebarannya di lingkungan keluarga, jadi saya mohon walaupun satu keluarga beda rumah mohon tahan untuk kumpul-kumpulnya," kata Iti kepada wartawan di Pendopo Lebak di Rangkasbitung, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Bupati Serang: Kalau Lockdown Berat, Fokus Saja PPKM Mikro

Dilarang kumpul-kumpul dengan keluarga beda rumah

Iti mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan teknologi saat hendak berinteraksi dengan kerabat dan keluarga beda rumah, misalnya dengan video call.

Hal tersebut, kata Iti, juga dilakukan oleh dirinya. Iti mengaku sejak pandemi tidak melakukan kumpul-kumpul dengan keluarga di luar rumahnya hingga disebut sombong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada keluarga, sepupu saya, karena saya tidak ngumpul-ngumpul mangkanya saya disebut sombong, mentang-mentang bupati tidak mau kumpul sama keluarga, padahal hal itu saya lakukan untuk jadi contoh kepada masyarakat," kata dia.

Baca juga: Jabar dan Banten Darurat Covid-19!

Kasus Covid-19 melonjak karena kumpul-kumpul silaturahmi

Soal peningkatan kasus Covid-19 di Lebak, kata Iti, ini terjadi karena imbas dari libur Lebaran beberapa waktu lalu.

Kata dia, mayoritas masyarakat Lebak memang mematuhi aturan untuk di rumah saja saat Lebaran. Namun setelah larangan mudik dicabut, malah pergi liburan hingga kunjungan ke keluarga lain.

"Memang waktu libur kemarin ditiadakan disiplin, setelah libur Sabtu Minggu pada liar semua, itu mungkin ngumpul-ngumpul karena silaturahmi, akhirnya terjadi virus Covid," kata Iti.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Bali Dihukum Pakai Baju Hazmat 2 Jam dan Denda Rp 1 Juta, Ini Penyebabnya

Pria di Bali Dihukum Pakai Baju Hazmat 2 Jam dan Denda Rp 1 Juta, Ini Penyebabnya

Regional
Siswa SMP Usia 16 Tahun di Sleman Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Korban Kekerasan

Siswa SMP Usia 16 Tahun di Sleman Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Korban Kekerasan

Regional
Lahan Pemakaman Khusus Covid-19 di Macanda Gowa Tersisa 80 Liang Lahat

Lahan Pemakaman Khusus Covid-19 di Macanda Gowa Tersisa 80 Liang Lahat

Regional
Wali Kota Blitar: Saat Pandemi, Mana Kepedulian Perusahaan yang Cari Untung di Sini?

Wali Kota Blitar: Saat Pandemi, Mana Kepedulian Perusahaan yang Cari Untung di Sini?

Regional
Bangun Tembok di Pintu Rumah Tahfiz, Anggota DPRD Ini Minta Maaf

Bangun Tembok di Pintu Rumah Tahfiz, Anggota DPRD Ini Minta Maaf

Regional
DPRD Jember Sebut Biaya Pemulasaraan Jenazah Covid-19 yang Isoman Rp 4 Juta

DPRD Jember Sebut Biaya Pemulasaraan Jenazah Covid-19 yang Isoman Rp 4 Juta

Regional
Penyebaran Covid-19 di Sulsel Mengganas, Lahan Pemakaman Melebihi Kapasitas

Penyebaran Covid-19 di Sulsel Mengganas, Lahan Pemakaman Melebihi Kapasitas

Regional
Dinas Pendidikan Solo Siapkan 75.315 Anak untuk Divaksin Covid-19

Dinas Pendidikan Solo Siapkan 75.315 Anak untuk Divaksin Covid-19

Regional
Banyak Warga Lakukan Aksi Borong, Stok Obat dan Vitamin di Karimun Menipis

Banyak Warga Lakukan Aksi Borong, Stok Obat dan Vitamin di Karimun Menipis

Regional
Sidak Gudang Dinkes dan Apotek Cari Obat Covid-19, Kejari Tulang Bawang Hanya Temukan Ini

Sidak Gudang Dinkes dan Apotek Cari Obat Covid-19, Kejari Tulang Bawang Hanya Temukan Ini

Regional
Pemilik Warkop Korban Penganiayaan Satpol PP di Gowa: Sudah Puluhan Tahun, Baru Ditanya Izinnya

Pemilik Warkop Korban Penganiayaan Satpol PP di Gowa: Sudah Puluhan Tahun, Baru Ditanya Izinnya

Regional
Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan Wafat 24 Hari Setelah Sang Istri Meninggal

Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan Wafat 24 Hari Setelah Sang Istri Meninggal

Regional
Dendam Terpendam, Petani Bunuh Tetangganya di Tengah Sawah, Ini Kronologinya

Dendam Terpendam, Petani Bunuh Tetangganya di Tengah Sawah, Ini Kronologinya

Regional
Kisah Dewa Selamatkan 120 Warga Saat Badai Seroja, Terima Penghargaan dari BMKG

Kisah Dewa Selamatkan 120 Warga Saat Badai Seroja, Terima Penghargaan dari BMKG

Regional
Curhat Siswi Pemenang Kontes Poster 3M: Sudah Rindu Kembali ke Sekolah

Curhat Siswi Pemenang Kontes Poster 3M: Sudah Rindu Kembali ke Sekolah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X