Tawarkan Jasa di Media Sosial, Komplotan Pembuat Ijazah Palsu Diringkus Polisi

Kompas.com - 22/06/2021, 23:21 WIB
Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko dan Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendy saat melakukan Pers Rilis di Mapolda Jawa Timur, Selasa (22/6/2021). KOMPAS.COM/MUCHLISKabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko dan Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendy saat melakukan Pers Rilis di Mapolda Jawa Timur, Selasa (22/6/2021).

SURABAYA, KOMPAS.com- Polda Jatim membekuk komplotan pembuat ijazah palsu di Kota Surabaya. Mereka adalah MW (32), warga Bangkalan, dan BP (26), warga Surabaya.

Mereka berdua nekat memalsukan ijazah sekolah dasar (SD) hingga strata 2 (S2).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, kedua pelaku nekat melakukan tindakan itu dengan dalih membantu warga yang membutuhkan dokumen.

Mereka memasarkan dokumen palsu itu di sejumlah media sosial, seperti Instagram, WhatsApp, dan Facebook.

"Dari pengakuan kedua pelaku, hasilnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi," kata Gatot di Surabaya, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Video Viral Petugas di Pos Penyekatan Suramadu Diserang Pakai Petasan, Begini Penjelasan Polisi...

Sementara itu, Wadir Reskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendy menyatakan, MW dan BP telah memalsukan ijazah sejak akhir 2019.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka memasang tarif berbeda-beda, dilihat dari keperluan dan kebutuhan pemesan. Semakin tinggi tingkatan pendidikan yang dipesan, semakin mahal harga yang dipatok.

Zulham memerinci, pelaku memasang tarif Rp 500.000 untuk ijazah Sd, Rp 700.000 untuk ijazah SD, Rp 800.000 untuk ijazah SMA atau SMK, Rp 2 juta untuk ijazah Strata 1, dan Rp 2,5 juta untuk ijazah S2.

Tak hanya memalsukan ijazah, pelaku menerima pesanan pemalsuan dokumen lain seperti kartu tanda penduduk (KTP), akta kelahiran, hingga sertifikat lainnya.

"KTP Rp 300.000, KK (Kartu Keluarga) Rp 300.000, akta kelahiran Rp 250.000, dan sertifikat pelatihan satpam Rp 500.000," ujar Zulham.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Riau Ingin PPKM Diperpanjang, Ini Alasannya

Dinkes Riau Ingin PPKM Diperpanjang, Ini Alasannya

Regional
Dinkes Solo Sebut Penanganan Covid-19 Harus Terintegrasi dari Hulu sampai ke Hilir

Dinkes Solo Sebut Penanganan Covid-19 Harus Terintegrasi dari Hulu sampai ke Hilir

Regional
Batalkan Jual Beli Tanah, Kakek 63 Tahun Asal Semarang Dijebloskan Tetangga ke Penjara

Batalkan Jual Beli Tanah, Kakek 63 Tahun Asal Semarang Dijebloskan Tetangga ke Penjara

Regional
Donasi untuk Vino yang Yatim Piatu karena Covid-19 Tembus Rp 200 Juta, Termasuk dari Pembaca Kompas.com

Donasi untuk Vino yang Yatim Piatu karena Covid-19 Tembus Rp 200 Juta, Termasuk dari Pembaca Kompas.com

Regional
Nakes di Malang Mulai Disuntik Vaksin Dosis Ketiga, Khofifah: Harus Pakai Pakta Integritas

Nakes di Malang Mulai Disuntik Vaksin Dosis Ketiga, Khofifah: Harus Pakai Pakta Integritas

Regional
5 Pelaku Penyiraman Air Keras di Medan Ditangkap

5 Pelaku Penyiraman Air Keras di Medan Ditangkap

Regional
Kasus Perawat Puskesmas Dikeroyok, Pelaku Perebut Tabung Oksigen Ditetapkan Tersangka Penganiayaan

Kasus Perawat Puskesmas Dikeroyok, Pelaku Perebut Tabung Oksigen Ditetapkan Tersangka Penganiayaan

Regional
Pengakuan Orangtua yang Anaknya Terima Wafer Berisi Silet, Sempat Digigit Lalu Dimuntahkan

Pengakuan Orangtua yang Anaknya Terima Wafer Berisi Silet, Sempat Digigit Lalu Dimuntahkan

Regional
Kabar Baik, BOR Isolasi RS di Banten Turun Signifikan Jadi 55 Persen

Kabar Baik, BOR Isolasi RS di Banten Turun Signifikan Jadi 55 Persen

Regional
Warga Diduga Tertembak, Massa di Papua Mengamuk dan Bakar Kantor Polsek Nimboran

Warga Diduga Tertembak, Massa di Papua Mengamuk dan Bakar Kantor Polsek Nimboran

Regional
Tingkat Kematian akibat Covid-19 Tinggi, Kabupaten Garut Jadi Level 4

Tingkat Kematian akibat Covid-19 Tinggi, Kabupaten Garut Jadi Level 4

Regional
Pria Tak Dikenal Beri Wafer Berisi Silet dan Paku ke Anak-anak, Begini Modusnya

Pria Tak Dikenal Beri Wafer Berisi Silet dan Paku ke Anak-anak, Begini Modusnya

Regional
Bupati Yasin Payapo Meninggal, Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Bupati Yasin Payapo Meninggal, Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Regional
Pesepeda Korban Tabrak Lari Mobil Rescue di Makassar Terima Bantuan dari Mensos Risma

Pesepeda Korban Tabrak Lari Mobil Rescue di Makassar Terima Bantuan dari Mensos Risma

Regional
Capaian Vaksinasi Rendah, Bupati Sumedang: Pemerintah Pusat Prioritaskan Vaksin ke Daerah Zona Merah

Capaian Vaksinasi Rendah, Bupati Sumedang: Pemerintah Pusat Prioritaskan Vaksin ke Daerah Zona Merah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X