Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Varian Delta Masuk Jabar, Bupati Indramayu Minta Masyarakat Waspada

Kompas.com - 22/06/2021, 17:30 WIB
Kontributor Majalengka, Mohamad Umar Alwi,
I Kadek Wira Aditya

Tim Redaksi

INDRAMAYU, KOMPAS.com - Bupati Indramayu, Nina Agustina meminta masyarakat waspada terhadap adanya mutasi Covid-19 dari India.

Meski kasusnya belum ditemukan di Indramayu, namun gejala-gejalanya mulai muncul.

Perlu diketahui, varian Delta dari India kini sudah terdeteksi ada di Jawa Barat.

"Dengan gejala-gejala yang dialami mungkin sudah masuk. Jadi bagaimana pun mau Covid-19 yang varian lama atau baru kita harus hati-hati dan masyarakat harus peduli," kata Nina, saat dimintai keterangan di Pendopo Bupati Indramayu, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Tanah Ambles 3 Meter, Tiga Rumah Warga di Indramayu Rusak Parah

Nina menyebut, mutasi virus dengan nama varian Delta tersebut mudah menyebar dan menular ke anak-anak.

Untuk itu ia berharap pada masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan mengikuti aturan pemerintah.

Baca juga: Sang Legenda Mimi Rasinah dan Tari Topeng Indramayu yang Bertahan Melintasi Zaman

"Untuk Covid-19 anak di Indramayu kita masih belum temuin. Janganlah sampai terjadi. Tapi kita mewaspadai karena katanya varian baru ini bisa kena anak-anak," kata Nina.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Kuswara, mengungkapkan untuk mengetahui pasien terkonfirmasi positif varian Delta harus dilakukan tes Whole Genom Sequencing (WGS)

"Untuk Kasus varian baru harus diperiksa WGS. Di Indonesia sendiri masih sedikit lab WGS," ungkap Deden, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya.

Di Indramayu sendiri, pemerintah daerah setempat terus melakukan penanggulangan penyebaran virus Covid-19.

Saat ini jumlah kasus tersebut telah menembus angka 9.795 positif, 8.353 sembuh, dan 263 meninggal dunia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pembuang Bayi di Toko Laundry Semarang Ditangkap, Ternyata Seorang Pemandu Karaoke

Pembuang Bayi di Toko Laundry Semarang Ditangkap, Ternyata Seorang Pemandu Karaoke

Regional
Penganiaya Santriwati di Inhil Ditangkap, Korban Dipukuli karena Melawan Saat Ingin Diperkosa

Penganiaya Santriwati di Inhil Ditangkap, Korban Dipukuli karena Melawan Saat Ingin Diperkosa

Regional
Ikuti SE Kemendagri, Pemkab Blora Batalkan Pelantikan 22 Pejabat

Ikuti SE Kemendagri, Pemkab Blora Batalkan Pelantikan 22 Pejabat

Regional
Buruh di Palembang soal Tapera: Memberatkan Pekerja

Buruh di Palembang soal Tapera: Memberatkan Pekerja

Regional
Diduga Aniaya Istri, Oknum Polisi di Sulsel Terancam Penjara 5 Tahun

Diduga Aniaya Istri, Oknum Polisi di Sulsel Terancam Penjara 5 Tahun

Regional
2 Santri Klaten Terseret Arus Usai Rafting di Kali Elo Magelang, 1 di Antaranya Tewas Tenggelam

2 Santri Klaten Terseret Arus Usai Rafting di Kali Elo Magelang, 1 di Antaranya Tewas Tenggelam

Regional
Mengapa Aparat TNI/Polri Sempat Menduduki RSUD Paniai Papua Tengah?

Mengapa Aparat TNI/Polri Sempat Menduduki RSUD Paniai Papua Tengah?

Regional
Pecah Ban, Minibus Rombongan Pengantar Jemaah Haji Asal Demak Terguling di Tol Semarang-Solo

Pecah Ban, Minibus Rombongan Pengantar Jemaah Haji Asal Demak Terguling di Tol Semarang-Solo

Regional
Golkar Solo Usung Satu Kandidat Cawalkot 2024, Siapakah Dia?

Golkar Solo Usung Satu Kandidat Cawalkot 2024, Siapakah Dia?

Regional
Pilkada 2024, Bangka Belitung Rawan Isu Sara dan Pelanggaran ASN

Pilkada 2024, Bangka Belitung Rawan Isu Sara dan Pelanggaran ASN

Regional
3 WNI Gagal Selundupkan 2 WN China karena Diadang Tentara Australia

3 WNI Gagal Selundupkan 2 WN China karena Diadang Tentara Australia

Regional
Perundungan Siswi SD di Ambon, Kepsek Harap Tak Terulang Lagi Usai Didamaikan

Perundungan Siswi SD di Ambon, Kepsek Harap Tak Terulang Lagi Usai Didamaikan

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 345 Juta, Kades di Kapuas Hulu Ditangkap Polisi

Korupsi Dana Desa Rp 345 Juta, Kades di Kapuas Hulu Ditangkap Polisi

Regional
Pernah Disebut Gibran Jalannya 'Offroad', Kampung Batik Kauman Ditata Pakai Hibah UEA Rp 4 Miliar

Pernah Disebut Gibran Jalannya "Offroad", Kampung Batik Kauman Ditata Pakai Hibah UEA Rp 4 Miliar

Regional
Ketua KPU Manggarai Barat Dicopot karena Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap PNS

Ketua KPU Manggarai Barat Dicopot karena Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap PNS

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com