Bahar bin Smith Dihukum 3 Bulan Penjara, Dianggap Emosional dan Rusak Citra Ulama

Kompas.com - 22/06/2021, 16:12 WIB
ILUSTRASI -- Habib Bahar bin Smith menjalani persidangan perdana kasus penganiyaan sopir taksi online. Protes kasus dilanjutkan padahal sudah damai. (Tribun Jabar/Mega Nugraha) ILUSTRASI -- Habib Bahar bin Smith menjalani persidangan perdana kasus penganiyaan sopir taksi online. Protes kasus dilanjutkan padahal sudah damai. (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

KOMPAS.com - Bahar bin Smith dijatuhi hukuman 3 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (22/6/2021).

Hukuman itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, yang menuntut Bahar lima bulan penjara.

Dalam pembacaan vonis, Hakim Surachmat menjelaskan, Bahar bin Smith terbukti bersalah telah menganiaya sopir taksi online bernama Ardiansyah dan melanggar Pasal 351 KUHP.

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa habib Bahar selama tiga bulan," kata Surachmat saat sidang.

Baca juga: Kronologi Massa Rusak Pagar Jembatan Suramadu, Polisi Buru Pelaku

Hal meringankan dan memberatkan

Sementara itu, menurut Surachmat, hal yang memberatkan hukuman Bahar yaitu karena terdakwa memberikan citra negatif sebagai ulama dan tidak bisa mengendalikan emosi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan hal yang meringankan adalah sikap kooperatif dan terus terang selama menjalani persidangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bahar terjerat kasus penganiayaan pada bulan September 2018.

Baca juga: Bahar bin Smith Divonis 3 Bulan Penjara, Terbukti Aniaya Sopir Taksi Online

Saat itu, aksi pemukulan dilakukan Bahar usai Ardiansyah mengantar istri Bahar pulang.

Adapun alasan pemukulan tersebut diduga karena Ardiansyah menggoda istrinya. Namun, hal tersebut dibantah Ardiansyah.

Atas perbuatannya itu, Bahar dijerat dengan Pasal 351 KUHP ayat 1 juncto Pasal 55.

Namun, untuk dakwaan primer yakni Pasal 170 tak terbukti.

(Penulis: Kontributor Bandung, Agie Permadi | Editor: David Oliver Purba)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kakek yang Kayuh Sepeda 15 Kilometer demi Vaksin Dapat Hadiah Motor

Kakek yang Kayuh Sepeda 15 Kilometer demi Vaksin Dapat Hadiah Motor

Regional
Oknum TNI Diduga Aniaya 2 Pelajar yang Langgar Prokes Covid-19 hingga Babak Belur

Oknum TNI Diduga Aniaya 2 Pelajar yang Langgar Prokes Covid-19 hingga Babak Belur

Regional
Jokowi Minta Porang Tak Lagi Diekspor Dalam Bentuk Umbi, Ini Alasannya

Jokowi Minta Porang Tak Lagi Diekspor Dalam Bentuk Umbi, Ini Alasannya

Regional
Titik Terang Kasus TKW Cianjur yang Diduga Dianiaya Majikan di Arab Saudi

Titik Terang Kasus TKW Cianjur yang Diduga Dianiaya Majikan di Arab Saudi

Regional
Gara-gara Tersinggung Ditegur, Pria Ini Aniaya 4 Orang, 1 Tewas, 3 Luka-luka

Gara-gara Tersinggung Ditegur, Pria Ini Aniaya 4 Orang, 1 Tewas, 3 Luka-luka

Regional
Jawab Tantangan Ganjar Pranowo, Mahasiswa Unsoed Ciptakan Yoghurt Jamu untuk Suplemen Peningkat Imun Pasien Covid-19

Jawab Tantangan Ganjar Pranowo, Mahasiswa Unsoed Ciptakan Yoghurt Jamu untuk Suplemen Peningkat Imun Pasien Covid-19

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemprov Banten Minta Masyarakat Mau Divaksin Jenis Apapun

Percepat Herd Immunity, Pemprov Banten Minta Masyarakat Mau Divaksin Jenis Apapun

Regional
Kisah Korik Akbar, Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Salah Satunya Mantan Pacar

Kisah Korik Akbar, Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Salah Satunya Mantan Pacar

Regional
Alasan Sopir Mobil Rescue Kabur Setelah Tabrak Pesepeda di Makassar

Alasan Sopir Mobil Rescue Kabur Setelah Tabrak Pesepeda di Makassar

Regional
Satgas Covid-19 Banten Sebut Masyarakat Mulai Jenuh Pakai Masker

Satgas Covid-19 Banten Sebut Masyarakat Mulai Jenuh Pakai Masker

Regional
Fakta Tewasnya Plt Kepala BPBD Merangin, Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi, Ada Linggis di Lokasi

Fakta Tewasnya Plt Kepala BPBD Merangin, Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi, Ada Linggis di Lokasi

Regional
Apindo Sebut Warga Batam Meninggal Disebabkan Covid-19, Bukan karena Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus

Apindo Sebut Warga Batam Meninggal Disebabkan Covid-19, Bukan karena Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus

Regional
5.610 Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Warga Banten Siap-siap Vaksinasi Kedua

5.610 Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Warga Banten Siap-siap Vaksinasi Kedua

Regional
Cerita 3 Anak di Purwakarta, Yatim Piatu Setelah Ayah Ibunya Meninggal, Kini Tinggal dengan Sang Paman

Cerita 3 Anak di Purwakarta, Yatim Piatu Setelah Ayah Ibunya Meninggal, Kini Tinggal dengan Sang Paman

Regional
Apa yang Akan Terjadi jika Terlambat Vaksin Kedua?

Apa yang Akan Terjadi jika Terlambat Vaksin Kedua?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X