Eri Cahyadi Temui Khofifah Setelah Dengar Aspirasi Warga yang Tolak Penyekatan Suramadu

Kompas.com - 21/06/2021, 21:47 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah menyampaikan aspirasi warga Madura yang menolak adanya penyekatan di Suramadu di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Senin (21/6/2021). DOK. PEMKOT SURABAYAWali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah menyampaikan aspirasi warga Madura yang menolak adanya penyekatan di Suramadu di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Senin (21/6/2021).

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi langsung mengambil sikap usai menemui massa Koalisi Masyarakat Madura Bersatu yang menggelar aksi di Balai Kota Surabaya.

Eri menepati janjinya kepada para demonstran dengan menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Senin (21/6/2021).

Saat bertemu dengan Khofifah bersama sejumlah pejabat Pemprov Jatim, Eri menyampaikan semua aspirasi warga Madura atau aspirasi dari massa Koalisi Masyarakat Madura Bersatu.

Eri menjelaskan, keinginan massa Koalisi Masyarakat Madura Bersatu itu sama dengan arahan Khofifah, yakni fokus pada pengamanan di tingkat desa atau kecamatan.

"Sehingga nanti melakukan pengamanan daerah itu dengan sifat ke desa atau kecamatan, dan itu sudah dilakukan di Surabaya, dan di Surabaya dilakukan di kelurahan, jadi di kelurahan-kelurahan itu dijaga," kata Eri usai bertemu Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Senin.

Baca juga: Wali Kota Surabaya: Orangtua Saya dari Bangkalan, Saya Sedih Ada yang Bilang Diskriminasi

Menurut Eri, jika penanganan itu bisa berjalan di Bangkalan dan kasus Covid-19 mulai landai, penyekatan di Suramadu tak perlu lagi dilakukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, ia memastikan seluruh penanganan itu dirapatkan lebih lanjut.

"Insya Allah akan diambil keputusannya oleh Pak Panglima TNI harus seperti apa, apakah harus tetap dilakukan penyekatan dulu atau sudah dikuatkan mulai hari ini di tingkat desa, setelah itu tidak perlu lagi penyekatan. Jadi, kita tunggu arahan dari Pak Panglima, Insya Allah kita akan siap jalankan," ujar Eri.

Sebenarnya, kata Eri, Pemkab Bangkalan bisa menerapkan penanganan Covid-19 seperti Surabaya. Sehingga ia meyakini pengamanan bisa berjalan di masing-masing daerah.

"Alhamdulillah teman-teman (massa aksi) yang tadi saya temui juga ingin ikut membantu, karena mereka juga menyampaikan bahwa sebenarnya itu bisa dilakukan di tingkat desa, sehingga tidak perlu lagi dilakukan di jalan utama. Saya sepakat itu, sehingga yang menjaga adalah warganya sendiri," kata Eri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPC PDI-P Blitar Yakin Vandalisme Baliho Puan Maharani Bermuatan Politis

DPC PDI-P Blitar Yakin Vandalisme Baliho Puan Maharani Bermuatan Politis

Regional
Kota Tasikmalaya Terapkan PPKM Level 4, Ada Beberapa Perubahan

Kota Tasikmalaya Terapkan PPKM Level 4, Ada Beberapa Perubahan

Regional
PPKM Level 3 di Ambon Diperpanjang, Sejumlah Kegiatan Ini Masih Dilarang

PPKM Level 3 di Ambon Diperpanjang, Sejumlah Kegiatan Ini Masih Dilarang

Regional
Seluruh ASN di Pekanbaru Sumbang Sebagian Gaji untuk Bantu Penanganan Covid-19

Seluruh ASN di Pekanbaru Sumbang Sebagian Gaji untuk Bantu Penanganan Covid-19

Regional
Muncul 2 Titik Api di Lereng Barat Gunung Merapi

Muncul 2 Titik Api di Lereng Barat Gunung Merapi

Regional
Banyak Vaksinator Kelelahan, Begini Strategi Pemkab Karawang

Banyak Vaksinator Kelelahan, Begini Strategi Pemkab Karawang

Regional
'Kalau Kritik Dibalas Penjara, Ini Bahaya bagi Demokrasi'

"Kalau Kritik Dibalas Penjara, Ini Bahaya bagi Demokrasi"

Regional
Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun, Akan Digunakan untuk Apa?

Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun, Akan Digunakan untuk Apa?

Regional
Soal Penangkapan Aktivis HMI, Kuasa Hukum: Ada Upaya Pembungkaman Demokrasi

Soal Penangkapan Aktivis HMI, Kuasa Hukum: Ada Upaya Pembungkaman Demokrasi

Regional
Gempa M 6,5 di Tojo Una-una, BMKG Minta Warga Jauhi Pantai

Gempa M 6,5 di Tojo Una-una, BMKG Minta Warga Jauhi Pantai

Regional
PPKM Level 4 Kota Blitar Diperpanjang, Polisi Kaji Sistem Ganjil Genap untuk Tekan Mobilitas Warga

PPKM Level 4 Kota Blitar Diperpanjang, Polisi Kaji Sistem Ganjil Genap untuk Tekan Mobilitas Warga

Regional
23 Rumah Sehat di Jombang Siap Tampung Pasien Covid-19 Bergejala Ringan

23 Rumah Sehat di Jombang Siap Tampung Pasien Covid-19 Bergejala Ringan

Regional
Daftar 23 Tempat Isolasi Mandiri Terpusat di Kabupaten Jombang

Daftar 23 Tempat Isolasi Mandiri Terpusat di Kabupaten Jombang

Regional
Siapa Akidi Tio, Pengusaha Aceh Penyumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel Terdampak Pandemi

Siapa Akidi Tio, Pengusaha Aceh Penyumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel Terdampak Pandemi

Regional
Diguncang Gempa M 6,5, Listrik di Tojo Una-una Sulteng Padam

Diguncang Gempa M 6,5, Listrik di Tojo Una-una Sulteng Padam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X