Di Tengah Kontroversi, Bupati Banjarnegara Nobar Wayang Kulit: Semua Maskeran Kecuali Wayangnya

Kompas.com - 21/06/2021, 18:56 WIB
Bupati Banjarnegara menyaksikan acara kesenian wayang kulit di Desa Gembongan, Kecamatan Sigaluh, Minggu (20/6/2021). KOMPAS.COM/Dok Kominfo BanjarnegaraBupati Banjarnegara menyaksikan acara kesenian wayang kulit di Desa Gembongan, Kecamatan Sigaluh, Minggu (20/6/2021).

BANJARNEGARA, KOMPAS.com- Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah, Budhi Sarwono meninjau gelaran kesenian wayang kulit di Desa Gembongan, Kecamatan Sigaluh, Minggu (20/6/2021) malam.

Acara yang dihadiri oleh dalang Ki Miskal Sujono dan 150 penonton tersebut berlangsung tertib dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Budhi menilai, kesadaran masyarakat akan prokes sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari seluruh penonton yang tertib menggunakan masker.

Baca juga: Epidemiolog UGM Sarankan 70 Persen Warga DIY di Rumah 20 Hari untuk Tekan Penularan Covid-19

 

Selain itu, kursi penonton juga ditempatkan dengan jarak dan fasilitas pemindai suhu badan serta air untuk mencuci tangan juga disediakan panita.

“Alhamdulillah dari penonton, pemusik, seniman, sinden, semuanya maskeran dan jaga jarak. Tidak ada yang dempet-dempetan. Hanya wayangnya yang dempet-dempetan dan enggak maskeran,” kata Budhi melalui rilis tertulis, Senin (21/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga mengapresiasi kepada aparat yang hadir seperti TNI, Polri, BPBD dan satgas yang dinilai berhasil mengedukasi dan mendampingi selama acara sehingga berjalan tertib dan lancar.

“Terima kasih atas edukasi dan pendampingan dari aparat. Inilah yang masyarakat dambakan. Masyarakat bisa tertib dan patuh menjaga prokes. Dan alhamdulilah kegiatannya lancar, semuanya bisa jalan,” ujarnya.

Baca juga: Minta Kegiatan Masyarakat Jalan Terus, Bupati Banjarnegara: Aparat Membubarkan, Foto Saja!

Dalam sambutannya, Budhi menyinggung pidato Presiden Joko Widodo dan mengimbau masyarakat agar tidak panik secara berlebihan. Sebab, kata dia, lebih dari 90 persen pasien Covid-19 dapat disembuhkan.

“Mari simak pidato Pak Presiden. Dengar juga wejangan ulama besar Habib Lutfi, spiritnya sama dengan kita. Intinya ayo tingkatkan imun dengan makan yang cukup, tetap berkegiatan dengan mematuhi prokes serta melakukan olah raga, dan tingkatkan iman takwa kita kepada Allah. Ini lebih penting daripada mengunci diri di dalam rumah dalam ketakutan yang berlebihan,” ajaknya.

Budhi menyebut, dasar dari kebijakannya untuk mengizinkan kegiatan masyarakat adalah aturan tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dalam aturan PPKM pada nomor 5, kegiatan masyarakat diperbolehkan, maksimal 25 persen dari kapasitas maksimal.

“Jadi, jika tempat acara kapasitasnya 1000 orang, dibolehkan 250 orang yang menonton. Kan ada aturannya semua, mari kita baca dan pedomani dengan baik, biar tidak salah paham,” jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petani Asal Klaten Kembalikan BST ke Ganjar: 'Wong' Sudah, Kok Dapat Lagi

Petani Asal Klaten Kembalikan BST ke Ganjar: "Wong" Sudah, Kok Dapat Lagi

Regional
Cerita Petani Hidroponik Terancam Gulung Tikar akibat Pandemi, Terbantu Penjualan Online

Cerita Petani Hidroponik Terancam Gulung Tikar akibat Pandemi, Terbantu Penjualan Online

Regional
Penuh Haru, Vino yang Yatim Piatu Akibat Covid-19 Ungkap Hal Ini ke Paman

Penuh Haru, Vino yang Yatim Piatu Akibat Covid-19 Ungkap Hal Ini ke Paman

Regional
Diduga Korupsi Dana Upacara Adat Rp 1 Miliar, Pejabat Disbud Kota Denpasar Jadi Tersangka

Diduga Korupsi Dana Upacara Adat Rp 1 Miliar, Pejabat Disbud Kota Denpasar Jadi Tersangka

Regional
Kronologi Pembunuhan Nakes di Banjarbaru Kalsel, Polisi Sebut Sudah Direncanakan

Kronologi Pembunuhan Nakes di Banjarbaru Kalsel, Polisi Sebut Sudah Direncanakan

Regional
Bertahan di Tengah Pandemi, PT Kahatex Tak PHK 55.000 Karyawannya

Bertahan di Tengah Pandemi, PT Kahatex Tak PHK 55.000 Karyawannya

Regional
Banyak Warga Terpapar Covid-19, Sebanyak 14 Lingkungan di Medan Lakukan Isolasi

Banyak Warga Terpapar Covid-19, Sebanyak 14 Lingkungan di Medan Lakukan Isolasi

Regional
Bupati Simalungun Pecahkan Rekor MURI, 100 Hari Bangun Jalan Terpanjang dengan Swadaya Masyarakat

Bupati Simalungun Pecahkan Rekor MURI, 100 Hari Bangun Jalan Terpanjang dengan Swadaya Masyarakat

Regional
Waspada Demam Berdarah Dengue di Masa Pandemi, 375 Warga Terjangkit dan 9 Meninggal di Tasikmalaya

Waspada Demam Berdarah Dengue di Masa Pandemi, 375 Warga Terjangkit dan 9 Meninggal di Tasikmalaya

Regional
Toko Sembako Bisnis Sampingan Jual Miras, Polisi Kesulitan Bongkar Transaksinya

Toko Sembako Bisnis Sampingan Jual Miras, Polisi Kesulitan Bongkar Transaksinya

Regional
Luhut Pastikan RS Darurat Covid-19 Asrama Haji Donohudan Siap Digunakan

Luhut Pastikan RS Darurat Covid-19 Asrama Haji Donohudan Siap Digunakan

Regional
Soal Pelanggaran Prokes Pemakaman Bupati Yasin Payapo, Satgas: Harus Ada Sanksi

Soal Pelanggaran Prokes Pemakaman Bupati Yasin Payapo, Satgas: Harus Ada Sanksi

Regional
Efek PPKM Level 4, BOR RS Covid-19 di Kota Magelang Turun 68 Persen

Efek PPKM Level 4, BOR RS Covid-19 di Kota Magelang Turun 68 Persen

Regional
Tolak Ajakan Bisnis Dekorasi Pernikahan, Nakes Dibunuh Kenalannya

Tolak Ajakan Bisnis Dekorasi Pernikahan, Nakes Dibunuh Kenalannya

Regional
Aksi Kades Bagi Bansos Door-to-door, Pastikan Tepat Sasaran dan Tak Dipotong

Aksi Kades Bagi Bansos Door-to-door, Pastikan Tepat Sasaran dan Tak Dipotong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X