"Kalau Wali Kota Mau Melakukan Swab, Silahkan di Keramaian Lainnya"

Kompas.com - 21/06/2021, 17:24 WIB
Aksi Demonstrasi Warga Madura Mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Madura Bersatu di Depan Kantor Balai Kota Surabaya, Senin (21/6/2021) KOMPAS.COM/MUCHLISAksi Demonstrasi Warga Madura Mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Madura Bersatu di Depan Kantor Balai Kota Surabaya, Senin (21/6/2021)

KOMPAS.com - Ratusan warga Madura mendesak aturan tes swab antigen di Suramadu untuk dihentikan. Aturan tersebut, menurut warga, telah diskriminatif dan menyulitkan warga untuk mencari nafkah.

Hal itu disampaikan peserta aksi yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Madura Bersatu di depan Kantor Balai Kota Surabaya, Senin (21/6/2021).

"Kalau Pak Wali Kota ingin melakukan swab silakan di tempat keramaian lainnya. Jika tetap kebijakan swab ini tetap berlangsung hingga 1-2 minggu ke depan maka warga Madura bukan mati karena virus Covid-19, tapi karena kelaparan tidak bisa bekerja," kata Koordinator Aksi Ahmad Annur.

Baca juga: Kronologi Warga Ngamuk di Posko Penyekatan Suramadu, KTP Diduga Hilang dan Penjelasan Polisi

Dalam aksi itu, warga mendesak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk menemui mereka. Namun pihak Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid Surabaya untuk mengirimkan perwakilan saja. 

"Saya akan jamin pak wali kota akan menemui," kata Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan, meminta 10 orang perwakilan untuk menemui Wali Kota.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, tawaran itu ditolak peserta aksi dan tetap menunggu Eri Cahyadi keluar menemui seluruh peserta aksi.

Baca juga: Demonstrasi Tolak Penyekatan, Warga Madura: Kami Bisa Mati Bukan karena Virus tapi Kelaparan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hutan Mangrove Delta Mahakam di Kaltim Rusak karena Tambak

Hutan Mangrove Delta Mahakam di Kaltim Rusak karena Tambak

Regional
Ada 1.000 Gerai Vaksinasi, Ditargetkan 90 Persen Warga Tegal Divaksin dalam 3 Bulan

Ada 1.000 Gerai Vaksinasi, Ditargetkan 90 Persen Warga Tegal Divaksin dalam 3 Bulan

Regional
Terungkap Pengiriman Sabu Senilai Rp 3 Miliar Lewat Sungai di Bangka

Terungkap Pengiriman Sabu Senilai Rp 3 Miliar Lewat Sungai di Bangka

Regional
Kronologi Pasutri Diikat dan Disiksa Selama 2 Hari Menggunakan Besi Panas

Kronologi Pasutri Diikat dan Disiksa Selama 2 Hari Menggunakan Besi Panas

Regional
Perawat Kaget, Ada Emak-emak Bawa Motor Masuk IGD RS, Begini Kronologinya

Perawat Kaget, Ada Emak-emak Bawa Motor Masuk IGD RS, Begini Kronologinya

Regional
Gelombang Pasang Terjang Pantai Suwuk Kebumen, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Gelombang Pasang Terjang Pantai Suwuk Kebumen, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Regional
Bertahan di Tengah Pandemi, Barter Sepatu Bekas dengan Susu Anak hingga Jual Mobil untuk Makan

Bertahan di Tengah Pandemi, Barter Sepatu Bekas dengan Susu Anak hingga Jual Mobil untuk Makan

Regional
Disiksa 2 Hari, Buruh Perempun Ini Tewas Dianiaya 9 Orang, Dituduh Miliki Ilmu Guna-guna

Disiksa 2 Hari, Buruh Perempun Ini Tewas Dianiaya 9 Orang, Dituduh Miliki Ilmu Guna-guna

Regional
Disiram Minyak Panas oleh Istrinya, Pria Ini Alami Luka Cukup Serius

Disiram Minyak Panas oleh Istrinya, Pria Ini Alami Luka Cukup Serius

Regional
Dalam Sebulan NTT Diguncang 127 Gempa

Dalam Sebulan NTT Diguncang 127 Gempa

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pelanggan Ludahi Petugas PLN yang Tagih Tunggakan Listrik | Istri Siram Suaminya dengan Minyak Panas

[POPULER NUSANTARA] Pelanggan Ludahi Petugas PLN yang Tagih Tunggakan Listrik | Istri Siram Suaminya dengan Minyak Panas

Regional
Viral, Video Emak-emak Bawa Sepeda Motor Masuk IGD RS di Jember, Ini Penjelasan RS

Viral, Video Emak-emak Bawa Sepeda Motor Masuk IGD RS di Jember, Ini Penjelasan RS

Regional
Kematian dengan Covid-19 di Blitar Melonjak 4 Kali Lipat selama Juli, Sebulan 425 Meninggal

Kematian dengan Covid-19 di Blitar Melonjak 4 Kali Lipat selama Juli, Sebulan 425 Meninggal

Regional
Polisi: Keluarga Bupati Yasin Payapo Menolak Pemakaman Sesuai Prokes

Polisi: Keluarga Bupati Yasin Payapo Menolak Pemakaman Sesuai Prokes

Regional
Sadis, Suami Diikat dan Sang Istri Dianiaya hingga Tewas oleh 9 Pelaku, Ini Ceritanya

Sadis, Suami Diikat dan Sang Istri Dianiaya hingga Tewas oleh 9 Pelaku, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X