Warga Karantina Berteriak dan Orasi, Keluhkan 4 Toilet untuk 100 Orang hingga Air Mati

Kompas.com - 21/06/2021, 08:55 WIB
Screenshot Video yang Viral di Platform Media Sosial Terkait Tuntutan Dari Warga Karantina BPWS Bangkalan. KOMPAS.COM/MUCHLISScreenshot Video yang Viral di Platform Media Sosial Terkait Tuntutan Dari Warga Karantina BPWS Bangkalan.

KOMPAS.com - Warga karantina di Gedung BPWS Bangkalan memrotes kelayakan tempat yang digunakan untuk isolasi terpusat.

Tuntutan di antaranya adalah air dan pendingin ruangan mati, hingga jumlah toilet yang tidak sepadan dengan jumlah warga karantina.

Aksi tersebut direkam dalam sebuah video berdurasi sekitar 7 menit dan viral di media sosial.

Seorang tenaga kesehatan yang kerap berjaga di lokasi karantina, Retno membenarkan adanya video itu.

Namun Retno yang sempat menjadi penanggung jawab di tempat karantina tersebut mengatakan dirinya tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

"Iya katanya, tapi saya pas enggak ada di sana, saya sekarang banyak off, ditugaskan hal lain, di sana soalnya sudah di handle Pemprov," jawab dia melalui pesan WhatsApp, Minggu (20/6/2021).

Baca juga: Viral, Video Warga Karantina BPWS Bangkalan Berorasi, Desak Petugas Tanda Tangan dan Mengancam Pulang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berteriak dan berorasi di depan petugas

Seperti aksi demonstrasi, seorang warga berorasi membacakan tuntutan yang tertulis dalam secarik kertas.

Sejumlah warga lain terlihat berada di belakang orator tersebut.

Pria berkopiah warna putih dan bersarung itu berteriak lantang di hadapan petugas TNI dan petugas yang mengenakan alat pelindung diri (APD).

Dia lalu membacakan 10 tuntutan warga karantina di lokasi itu.

Baca juga: Jadwal, Lokasi, dan Syarat Pendaftaran Vaksin Covid-19 Gratis di Surabaya

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadapi Kekeringan, Ini Antisipasi Taman Nasional Matalawa NTT...

Hadapi Kekeringan, Ini Antisipasi Taman Nasional Matalawa NTT...

Regional
Ikuti Vaksinasi Merdeka Candi, 270 PKL di Kota Tegal Dapat Beras 5 Kg

Ikuti Vaksinasi Merdeka Candi, 270 PKL di Kota Tegal Dapat Beras 5 Kg

Regional
Ketua RT/RW di Padang Dihadiahi Voucer Nginap di Hotel Berbintang jika Mampu Ajak Warga Divaksin

Ketua RT/RW di Padang Dihadiahi Voucer Nginap di Hotel Berbintang jika Mampu Ajak Warga Divaksin

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 5 Agustus 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 5 Agustus 2021

Regional
15 Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19 di RSUD Ngudi Waluyo, 10 Bayi Terlahir sebagai Anak Yatim

15 Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19 di RSUD Ngudi Waluyo, 10 Bayi Terlahir sebagai Anak Yatim

Regional
Luhut Minta Target Vaksinasi Covid-19 di Daerah 10.000-20.000 Dosis Per Hari

Luhut Minta Target Vaksinasi Covid-19 di Daerah 10.000-20.000 Dosis Per Hari

Regional
Vaksin Booster untuk Nakes, Dinkes Banyumas: Belum Ada Petunjuk

Vaksin Booster untuk Nakes, Dinkes Banyumas: Belum Ada Petunjuk

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Agustus 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Agustus 2021

Regional
Kapolda Sumsel: Mohon Maaf, Ini Terjadi atas Ketidakhati-hatian Saya

Kapolda Sumsel: Mohon Maaf, Ini Terjadi atas Ketidakhati-hatian Saya

Regional
Kadinkes Sumsel Orang Pertama yang Hubungi Kapolda Terkait Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio

Kadinkes Sumsel Orang Pertama yang Hubungi Kapolda Terkait Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio

Regional
Petani Asal Klaten Kembalikan BST ke Ganjar: 'Wong' Sudah, Kok Dapat Lagi

Petani Asal Klaten Kembalikan BST ke Ganjar: "Wong" Sudah, Kok Dapat Lagi

Regional
Cerita Petani Hidroponik Terancam Gulung Tikar akibat Pandemi, Terbantu Penjualan Online

Cerita Petani Hidroponik Terancam Gulung Tikar akibat Pandemi, Terbantu Penjualan Online

Regional
Penuh Haru, Vino yang Yatim Piatu Akibat Covid-19 Ungkap Hal Ini ke Paman

Penuh Haru, Vino yang Yatim Piatu Akibat Covid-19 Ungkap Hal Ini ke Paman

Regional
Diduga Korupsi Dana Upacara Adat Rp 1 Miliar, Pejabat Disbud Kota Denpasar Jadi Tersangka

Diduga Korupsi Dana Upacara Adat Rp 1 Miliar, Pejabat Disbud Kota Denpasar Jadi Tersangka

Regional
Kronologi Pembunuhan Nakes di Banjarbaru Kalsel, Polisi Sebut Sudah Direncanakan

Kronologi Pembunuhan Nakes di Banjarbaru Kalsel, Polisi Sebut Sudah Direncanakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X