Susuri Sungai dan Terobos Hutan demi Kembalikan Orangutan "Gisel" ke Habitatnya

Kompas.com - 21/06/2021, 06:39 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.com - Seekor orangutan betina dilepasliarkan di Hutan Lindung Sungai Lesan (HLSL), Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (19/6/2021).

Orangutan berusia kurang lebih lima tahun itu diberi nama Gisel.

Ia dilepas ke habibatnya setelah menjalani masa rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA) yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim bersama Centre for Orangutan Protection (COP) di Labanan, Berau.

Baca juga: Orangutan Masuk ke Perkampungan di Kaltim, Dirawat Warga

Manager BORA Labanan, Widi Nursanti mengatakan selama menjalani masa rehabilitasi, orangutan Gisel sudah menjalani serangkaian sekolah hutan dan dinyatakan lulus.

"Mulai dari mampu mendeteksi ancaman, membuat sarang sendiri, sudah bisa cari makan sendiri dan medical check up dinyatakan sehat. Kami anggap dia sudah bisa survive sendiri sehingga kami lepas," terang Widi kepada Kompas.com disela pelepasan.

Baca juga: Orangutan yang Masuk Perkampungan di Kaltim Ditangkap Setelah 3 Hari Dicari di Hutan

Orangutan Gisel, kata Widi, sebelumnya dievakuasi dari warga di Kutai Timur akhir Januari lalu.

Saat itu, orangutan tersebut masuk pemukiman warga dan sering diberi makan, sehingga menjadi ketergantungan.

"Selama masa rehab, kami kembalikan lagi insting liarnya. Karena sering diberi makan, jadi perilakunya menunjukkan ketergantungan," pungkas dia.

Seberangi Sungai Kelay

Para penjaga hutan (ranger) saat mengangkut orangutan Gisel dalam kandang transport menggunakan perahu kayu menuju Hutan Lindung Sungai Lesan (HLSL), Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (19/6/2021). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON Para penjaga hutan (ranger) saat mengangkut orangutan Gisel dalam kandang transport menggunakan perahu kayu menuju Hutan Lindung Sungai Lesan (HLSL), Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (19/6/2021).
Ketika menuju Hutan Lindung Sungai Lesan sebagai lokasi pelepasliaran, tim dari BKSDA Kaltim dan Centre for Orangutan Protection (COP) bersusah payah melintasi sungai dengan perahu kayu kecil.

Orangutan Gisel sebelumnya diangkut menggunakan kandang transport berbentuk kotak yang berbahan besi.

Kandang transport tersebut kemudian diangkut dengan menggunakan kapal kecil untuk diantarkan menyusuri sungai.

Baca juga: Cerita di Balik Video Viral Orangutan Melintas di Jalan Tambang Batubara Kaltim

Dengan perahu kecil tersebut, orangutan Gisel lalu diantarkan melintasi Sungai Kelay dengan lama perjalanan sekitar 45 menit.

Susuri belantara hutan

Para penjaga hutan (ranger) saat memikul orangutan Gisel dalam kandang transport memasuki Hutan Lindung Sungai Lesan (HLSL), Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (19/6/2021). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON Para penjaga hutan (ranger) saat memikul orangutan Gisel dalam kandang transport memasuki Hutan Lindung Sungai Lesan (HLSL), Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (19/6/2021).

Begitu tiba di lokasi, kandang transport yang berisikan orangutan Gisel itu pun diturunkan dari kapal kecil.

Kandang transport kemudian langsung diangkut dengan dipikul oleh para ranger (penjaga hutan) COP secara bergantian.

Mereka kemudian menuju lokasi pelepasliaran dengan menaiki tanjakan dan menyusuri belantara hutan sekitar 30 menit.

Baca juga: Penjual 2 Anak Orangutan via Bakauheni Ditangkap, Kamar Kontrakannya Jadi Gudang Penyimpanan Satwa

Saat untuk dilepasliarkan

Sesampainya di lokasi pelepasan, kandang transport yang sebelumnya dipikul oleh para ranger, kemudian diletakan di tanah secara hati-hati.

Detik-detik pelepasliaran orangutan Gisel pun dimulai.

Pintu kandang transport itu pun dibuka perlahan-lahan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKSDA Kaltim, Nur Patria Kurniawan, yang disaksikan juga bersama para ranger.

Begitu dibuka pintu kandang transport tersebut, Orangutan Gisel pun langsung keluar dan memanjat pohon terdekat di tempat ia dilepaskan.

Berharap Orangutan Gisel bisa survive

Nur berharap setelah pelepasliaran tersebut, semoga orangutan Gisel bisa survive dan berkembangbiak di hutan seluas 11.238 hektar itu.

"Gisel (orangutan) sebelumnya ditemukan di Desa Sangatta Selatan. Kemudian dilaporkan ke call center kami. Sebelumnya kami sudah lepasliarkan di Taman Nasional Kutai. Tapi tiga hari kemudian, datang lagi minta makan. Jadi kami kirim ke COP untuk Orangutan tersebut agar jalani masa rehab," terang dia.

Nur melaporkan ada peningakatan konflik satwa di Kaltim sejak dua tahun terakhir. Namun, oleh BKSDA Kaltim dibantu beberapa LSM Orangutan bisa teratasi dengan baik.

"Seperti Gisel ini. Dirawat di COP, dilatih sudah bikin sarang, cari makan sendiri, sehingga Gisel bisa kembali ke alamnya. Alam yang sudah berikan terbaik kepada kita," kata Nur. 

Baca juga: Dua Orangutan Sumatera Pulang Kampung, Setelah Diserahkan Pemeliharanya di Semarang

Nur berharap nantinya alam harus dijaga dengan baik, sebab jadi tempat habibat banyak satwa termasuk hasil hutan untuk manusia.

"Kita harusnya hidup berdampingan dengan alam. Sebab, berbagai macam bencana itu karena, kita enggak harmoni dengan alam," tegas Nur.

Sebagai informasi, Hutan Lindung Sungai Lesan, telah menjadi pilihan sebagai lokasi pelepasliaran Orangutan sejak 2017.

Hingga saat ini, sudah enam individu Orangutan yang dilepasliarkan di lokasi ini oleh BKSDA Kaltim dan COP.

Pasca pelepasan, orangutan itu akan mendapat monitoring dari para ranger dan dinyatakan sudah survive.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Silva Paranggai, Guru Honorer Lulusan S2 yang Rela Mengajar di Pedalaman Toraja Utara

Cerita Silva Paranggai, Guru Honorer Lulusan S2 yang Rela Mengajar di Pedalaman Toraja Utara

Regional
Kibarkan Merah Putih di Teluk Waienga NTT, Nelayan Ajak Warga Jaga Terumbu Karang

Kibarkan Merah Putih di Teluk Waienga NTT, Nelayan Ajak Warga Jaga Terumbu Karang

Regional
Dibacok Menantu yang Diduga Mabuk, Pria di Alor Dilarikan ke Rumah Sakit

Dibacok Menantu yang Diduga Mabuk, Pria di Alor Dilarikan ke Rumah Sakit

Regional
Kabur Selama 8 Jam Usai Menombak Istrinya hingga Luka Parah, Pria di NTT Ditangkap

Kabur Selama 8 Jam Usai Menombak Istrinya hingga Luka Parah, Pria di NTT Ditangkap

Regional
1.804 Tahanan di Balikpapan Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan

1.804 Tahanan di Balikpapan Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan

Regional
Lomba Cerdas Cermat Unik di Perbatasan Timor Leste untuk Rayakan HUT Kemerdekaan RI, Pesertanya Para Kepala Dusun

Lomba Cerdas Cermat Unik di Perbatasan Timor Leste untuk Rayakan HUT Kemerdekaan RI, Pesertanya Para Kepala Dusun

Regional
Terpilih Jadi Paskibraka Nasional, Divani Akhirnya Wujudkan Mimpinya Sejak Kecil, Ibu: Bangga Sekali, Terharu

Terpilih Jadi Paskibraka Nasional, Divani Akhirnya Wujudkan Mimpinya Sejak Kecil, Ibu: Bangga Sekali, Terharu

Regional
7 Prasasti Sumber Sejarah Kerajaan Kutai

7 Prasasti Sumber Sejarah Kerajaan Kutai

Regional
Ajudan Presiden Pakai Kerawang Gayo saat Pidato RAPBN 2023, Budayawan: Jokowi Ingat Kampung Halaman yang Kedua

Ajudan Presiden Pakai Kerawang Gayo saat Pidato RAPBN 2023, Budayawan: Jokowi Ingat Kampung Halaman yang Kedua

Regional
Kecelakaan di Tol Bekasi-Bandara Soekarno Hatta, Bendahara PMI Sulteng Meninggal Dunia

Kecelakaan di Tol Bekasi-Bandara Soekarno Hatta, Bendahara PMI Sulteng Meninggal Dunia

Regional
Terduga Kurir Narkoba Ditemukan Tewas di Laut, Polda Riau: Melompat ke Laut Saat Diamankan, Tenggelam

Terduga Kurir Narkoba Ditemukan Tewas di Laut, Polda Riau: Melompat ke Laut Saat Diamankan, Tenggelam

Regional
39 SD Negeri Bakal Digabungkan, Ketua DPRD Purworejo Khawatir Jumlah Anak Putus Sekolah Bertambah

39 SD Negeri Bakal Digabungkan, Ketua DPRD Purworejo Khawatir Jumlah Anak Putus Sekolah Bertambah

Regional
Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Petani di 3 Desa Padang Tiji

Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Petani di 3 Desa Padang Tiji

Regional
Detik-detik Sopir Truk Kontainer Tewas setelah Tertimpa Peti Kemas di Surabaya

Detik-detik Sopir Truk Kontainer Tewas setelah Tertimpa Peti Kemas di Surabaya

Regional
Berani Panjat Tiang untuk Perbaiki Tali Bendera yang Macet, Bocah SD di Salatiga : Sudah Biasa Naik Pohon Kelapa

Berani Panjat Tiang untuk Perbaiki Tali Bendera yang Macet, Bocah SD di Salatiga : Sudah Biasa Naik Pohon Kelapa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.