Ini Pesan Buya Syafii Maarif untuk Airlangga Hartarto

Kompas.com - 20/06/2021, 06:21 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat usai berpamitan dengan Buya Syafii Maarif. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat usai berpamitan dengan Buya Syafii Maarif.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berkunjung ke kediaman Buya Syafii Maarif di Jalan Halmahera, Gamping, Sleman, pada Sabtu (19/06/2021).

Ia berkunjung bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Baca juga: Sowan ke Rumah Buya Syafii Maarif, Airlangga Hartarto: Hanya Silaturahmi

Buya Syafii Maarif menyambut dua politikus Partai Golkar itu dan berbincang selama satu jam di ruang tamu.

"Judulnya silaturahmi kita bicara politik, persoalan bangsa tapi jangan saya buka," ujar Buya Syafii Maarif, usai menerima kunjungan kedua menteri tersebut, Sabtu (19/06/2021).

Mantan Ketua Umum PP Muhamamdiyah ini menyampaikan, dirinya sempat menyampaikan pesan kepada dua menteri tersebut.

"Saya bilang begini, Kita krisis negarawan, yang banyak politisi. Saya katakan itu yang menyebabkan negara terpontal-pontal," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, diskusi dengan Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita cukup hangat. Mereka membahas sejumlah persoalan bangsa.

"Kalau saya belum pernah bicara sekali dengan Pak Airlangga ini. Menko kan ada empat menko ini yang terakhir datang ke rumah yang lain sudah datang semua," ungkapnya.

Buya menuturkan, sampai saat ini cita-cita bangsa yang tertuang di Pasal 33 UUD 1945 dan sila kelima Pancasila belum terwujud.

Baca juga: Penjaga Pintu Air Hilang Diseret Buaya, Biasa Beri Makan dan Tak Pernah Usir Hewan Itu

Hal itu yang dalam diskusi juga disampaikanya kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Saya katakan tadi kepada Menko, ini Pasal 33 UUD 1945, sila kelima Pancasila, sejak kita merdeka itu masih menggantung di awan tinggi sampai hari ini. Tujuan kemerdekaan kan itu," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stok Vaksin Covid-19 di Padang Panjang Habis, Bagimana Nasib Warga yang Belum Vaksin?

Stok Vaksin Covid-19 di Padang Panjang Habis, Bagimana Nasib Warga yang Belum Vaksin?

Regional
Kasatpol PP Solo soal aturan Tempat Makan Selama PPKM Level 4: Silakan Makan, Selesai Segera Balik Kanan

Kasatpol PP Solo soal aturan Tempat Makan Selama PPKM Level 4: Silakan Makan, Selesai Segera Balik Kanan

Regional
Stok Vaksin Mulai Menipis, Kadinkes Sumsel: Kita Sudah Teriak-teriak Agar Segera Dikirim

Stok Vaksin Mulai Menipis, Kadinkes Sumsel: Kita Sudah Teriak-teriak Agar Segera Dikirim

Regional
Stok Vaksin di Lhokseumawe Hanya Cukup untuk Satu Hari, Kiriman Kemenkes Tak Kunjung Tiba

Stok Vaksin di Lhokseumawe Hanya Cukup untuk Satu Hari, Kiriman Kemenkes Tak Kunjung Tiba

Regional
Usai Dituding Hamil Palsu, Pemilik Warkop yang Dianiaya Satpol PP Disebut Serobot Makam Pahlawan

Usai Dituding Hamil Palsu, Pemilik Warkop yang Dianiaya Satpol PP Disebut Serobot Makam Pahlawan

Regional
Angka Positif Covid-19 Anak Tembus 2.080 Kasus, IDAI Sumbar: Hati-hati Minta Sekolah Gelar Tatap Muka

Angka Positif Covid-19 Anak Tembus 2.080 Kasus, IDAI Sumbar: Hati-hati Minta Sekolah Gelar Tatap Muka

Regional
Cerita Kakek Syafarudin Ingin Dapat Vaksin, Kayuh Sepeda Pinjaman Puluhan Km, Viral Setelah Direkam Satgas IDI

Cerita Kakek Syafarudin Ingin Dapat Vaksin, Kayuh Sepeda Pinjaman Puluhan Km, Viral Setelah Direkam Satgas IDI

Regional
Wali Kota Blitar Pertanyakan Kepedulian Perusahaan Saat Pandemi Covid-19

Wali Kota Blitar Pertanyakan Kepedulian Perusahaan Saat Pandemi Covid-19

Regional
Ratusan Sopir Terkunci di Yalimo, Kapolda Papua: Kami Upayakan Pembukaan Akses

Ratusan Sopir Terkunci di Yalimo, Kapolda Papua: Kami Upayakan Pembukaan Akses

Regional
Pengusaha di Magelang Sumbang 1,05 Ton Telur untuk Nakes

Pengusaha di Magelang Sumbang 1,05 Ton Telur untuk Nakes

Regional
Wagub Banten: Saya Kehilangan 4 Anggota Keluarga karena Covid, Virus Ini Jangan Dianggap Sepele

Wagub Banten: Saya Kehilangan 4 Anggota Keluarga karena Covid, Virus Ini Jangan Dianggap Sepele

Regional
Pembagian BST Rp 600.000 Timbulkan Kerumunan, Camat: Keinginan Dapat Bansos Kalahkan Rasa Takut Covid-19

Pembagian BST Rp 600.000 Timbulkan Kerumunan, Camat: Keinginan Dapat Bansos Kalahkan Rasa Takut Covid-19

Regional
92 Persen Pasien Covid-19 di Gunungkidul Meninggal karena Belum Divaksin

92 Persen Pasien Covid-19 di Gunungkidul Meninggal karena Belum Divaksin

Regional
Kronologi 26 Penumpang Kapal Tepergok Bawa Sertifikasi Vaksin Palsu Senilai Rp 1,3 Juta

Kronologi 26 Penumpang Kapal Tepergok Bawa Sertifikasi Vaksin Palsu Senilai Rp 1,3 Juta

Regional
Alumni SMP di Pasuruan Bentuk Satgas Bantu Pasien Isoman, Sediakan Ambulans hingga Oksigen

Alumni SMP di Pasuruan Bentuk Satgas Bantu Pasien Isoman, Sediakan Ambulans hingga Oksigen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X